Berkunjung ke Colosseum: Bir, DJ, dan Para Penari Tiang

Reporter:
Editor:

Zacharias Wuragil

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi penari klub malam atau diskotek. Shutterstock

    Ilustrasi penari klub malam atau diskotek. Shutterstock

    TEMPO.CO, Jakarta - Malam telah berganti dinihari, Diskotek Colosseum Club 1001 justru semakin hangat. Ratusan orang, datang berpasangan maupun kelompok, mengisi ruang-ruang yang ada di bawah kerlip lampu dan dentum musik penghela cakram alias disjoki.

    Di antaranya adalah seorang pria yang terus menganggukkan kepala dan menggerakkan tangannya ke atas dan bawah di satu sudut meja bar. Sesekali pria itu mengisap rokok dalam-dalam, dia tampak menikmati musik elektronik dari sang DJ. 

    Pria itu bersama seorang temannya, juga pria, yang lebih asyik menikmati para penari tiang berpakaian minim di atas panggung. Entah sudah berapa kali dia meminta isi gelasnya diisi ulang bir sepanjang 20-30 menit para penari seksi itu beraksi pertama di empat tiang yang ada.

    Ilustrasi Colosseum. Instagram/@Colosseumjkt

    Disebut aksi pertama karena satu rombongan penarik seksi itu selesai, datang rombongan yang lain dengan belahan dada dan bokong yang tak kalah menantang. Masing-masing kelompok pole dance itu beranggotakan enam hingga tujuh perempuan. "Kalau mau lebih ramai lagi nanti sekitar pukul 01.00," kata seorang karyawan Colosseum.

    Seperti pada malam dan dinihari itu, si karyawan mengklaim tempat itu tidak pernah sepi dari pengunjung. Pada akhir pekan, dia menyebut tidak kurang dari 600 orang datang menikmati dunia gemerlap di tempat itu.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Peta Bencana Sejumlah Sudut Banjir Jakarta di Akhir Februari 2020

    Jakarta dilanda hujan sejak dini hari Rabu, 25 Februari 2020. PetaBencana.id melansir sejumlah sudut yang digenangi banjir Jakarta hingga pukul 15.00.