Kemunculan Ular di Depok, Wali Kota Keluarkan Surat Edaran

Reporter:
Editor:

Ninis Chairunnisa

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Evakuasi terhadap seekor anak ular kobra dari dalam CPU komputer di Kalimulya, Kota Depok, Senin 9 Desember 2019. Foto Dok Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kota Depok

    Evakuasi terhadap seekor anak ular kobra dari dalam CPU komputer di Kalimulya, Kota Depok, Senin 9 Desember 2019. Foto Dok Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kota Depok

    TEMPO.CO, Depok – Wali Kota Depok Mohammad Idris akhirnya turun tangan dengan fenomena kemunculan ular yang beberapa minggu lalu meresahkan warga setempat.

    Melalui Surat Edaran bernomor 300/630/Huk/DPKP tentang Antisipasi dan Penanganan Kemunculan Ular di Sekitar Pemukiman Masyarakat, tertanggal 23 Desember 2019, Wali Kota Depok menghimbau agar masyarakat melakukan langkah-langkah penanganan dan antisipatif dengan baik.

    “Seluruh warga masyarakat agar senantiasa menjaga kebersihan rumahnya guna menghindari masuknya ular dengan cara menggunakan pembersih lantai dengan aroma menyengat serta tidak meninggalkan sampah bekas makanan di rumah,” tulis Idris dalam surat Edaran tersebut.

    Fenomena kemunculan ular di Depok cukup meresahkan warga. Ular jenis kobra dan sanca ditemukan di tengah permukiman warga. Petugas Damkar setempat mencatat sudah ada 60 ekor ular yang tertangkap sepanjang tahun ini.

    Selain langkah antisipasi dari warga, Idris menyampaikan empat poin yang menjadi catatan dalam surat edaran tersebut. Poin kedua, yakni meminta Ketua RW, ketua RT, serta seluruh warga masyarakat untuk menggiatkan kembali kerja bakti untuk membersihkan lingkungannya.

    “Perangkat daerah yang membidangi Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan untuk melakukan ekstensifikasi pelayanan penanganan hewan melalui tenaga terampil penanganan hewan liar secara tanggap dan siaga melalui respon time yang lebih singkat,” tulis Idris

    Idris pun meminta Dinas Kesehatan agar berkolaborasi dengan RSUD dan RS swasta di Kota Depok terkait penyediaan Serum Bisa Anti Ular (SABU).


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Virus Korona Wuhan Menjangkiti Kapal Pesiar Diamond Princess

    Jumlah orang yang terinfeksi virus korona Wuhan sampai Minggu, 16 Februari 2020 mencapai 71.226 orang. Termasuk di kapal pesiar Diamond Princess.