Pinjaman Online Ilegal, Polisi Jakarta Utara Ringkus 2 Warga Cina

Reporter:
Editor:

Zacharias Wuragil

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi pinjaman online. Shutterstock

    Ilustrasi pinjaman online. Shutterstock

    TEMPO.CO, Jakarta - Polres Metro Jakarta Utara menangkap dua tersangka kasus pinjaman online ilegal yang masuk dalam daftar pencarian orang alias buron. Keduanya adalah laki dan perempuan warga Cina, DX (38 tahun) dan FQ (35).

    "Mereka ditangkap di Batam Center, kawasan pusat belanja sekaligus penyeberangan menuju Singapura," kata Kapolres Metro Jakarta Utara Komisaris Besar Budhi Herdi di kantornya, Jumat 27 Desember 2019..

    Budhi menjelaskan, penangkapan itu melalui kerja sama dengan Polres Belerang, Kepulauan Riau. Awalnya, berdasarkan penyidikan Polres Jakarta Utara, dua tersangka diketahui berada di wilayah Batam. 

    Keduanya diburu setelah polisi mengungkap perusahaan ilegal pinjaman online (financial technology atau fintech) bernama PT Vega Data (VD) dan PT Barracuda Fintech (BR). Perusahaan-perusahaan yang tidak terdaftar di Otoritas Jasa Keuangan (OJK) tersebut beralamat sama di Kompleks Ruko Pluit Nomor 77-79, Jalan Pluit Indah Raya, Penjaringan, Jakarta Utara.

    Polisi lalu menetapkan lima tersangka, terdiri dari tiga warga Cina dan dua warga Indonesia. Tiga diantaranya telah ditahan sebelumnya yakni Mr Li seorang warga Cina yang disangka sebagai pimpinan perusahaan, DS sebagai debt collector yang mengancam korbannya dengan penyebaran fitnah ke orang-orang terdekat korban, dan AR sebagai supervisor.

    Sedang FQ dan DX yang baru saja ditangkap disangka, masing-masing, sebagai direktur utama dan wakil direktur di perusahaan pinjaman online PT Barracuda Fintech (BR).


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Ashraf Sinclair dan Selebritas yang Kena Serangan Jantung

    Selain Ashraf Sinclair, ada beberapa tokoh dari dunia hiburan dan bersinggungan dengan olah raga juga meninggal dunia karena serangan jantung.