Cara Unik Pemkot Bogor Galang Dana untuk Korban Banjir

Reporter:
Editor:

Aditya Budiman

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pemerintah Kota Bogor menggalang dana untuk korban banjir dan longsor dengan aksi 'Cukur Rambut Bayar Seikhlasnya'. (Foto: Antara)

    Pemerintah Kota Bogor menggalang dana untuk korban banjir dan longsor dengan aksi 'Cukur Rambut Bayar Seikhlasnya'. (Foto: Antara)

    TEMPO.CO, Jakarta - Pemerintah Kota Bogor bersama sejumlah relawan dan komunitas menggelar aksi penggalangan dana untuk membantu korban banjir. Kegiatan bertajuk 'Cukur Rambut Bayar Seikhlasnya' yang digelar di Balai Kota Bogor, Rabu, 8 Januari 2020 berhasil mengumpulkan dana Rp 14.220.000 hanya dalam waktu tiga jam.

    Dalam kegiatan itu Pemkot Bogor bekerja sama dengan Bogor Barberhood, Ikatan Jurnalistik Televisi Indonesia (IJTI) Cabang Bogor Raya, dan Relawan Aksi Cepat Tanggap (ACT). Sebanyak 20 orang pemotong rambut dari Bogor Barberhood ikut berpartisipasi. Wali Kota Bogor, Bima Arya Sugiarto, yang membuka acara ikut memotong rambutnya.

    Tak mau ketinggalan, sejumlah pejabat di Pemerintahan Kota Bogor juga ikut terlibat. Mereka adalah Asisten Daerah Bidang Pemerintahan Dody Ahdiat, Kepala PD Pasar Muzakkir, Kepala Dinas Koperasi dan UKM Samson Purba, Kepala Bappeda Hanafi, Dirut RSUD Ilham Chaidir, serta Camat Bogor Utara Rahmat Hidayat. Sekretaris IJTI Bogor Raya, Usep Saripudin, mengatakan, dana yang terkumpul akan disalurkan kepada warga yang menjadi korban longsor dan banjir melalui relawan ACT.

    Salah satu relawan ACT Bogor, Wawan Darmawan, menambahkan dana bakal diberikan ke wilayah kota dan Kabupaten Bogor. "Dana akan disalurkan melalui ACT yang membuka posko dan dapur umum untuk korban longsor dan banjir, di lima lokasi," katanya. Kelima lokasi itu antara lain di Cileksa, Cigudeg, Sukajaya di Kabupaten Bogor, Tanah Sareal, Kota Bogor.

    Wilayah Bogor tidak hanya mengalami banjir, tapi juga longsor. Sejumlah desa yang berada di Kecamatan Sukajaya, Kabupaten Bogor diterjang longsor yang memaksa ribuan warga mengungsi. Hingga kini warga masih mengungsi karena khawatir terjadi longsor susulan.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Virus Korona Wuhan Menjangkiti Kapal Pesiar Diamond Princess

    Jumlah orang yang terinfeksi virus korona Wuhan sampai Minggu, 16 Februari 2020 mencapai 71.226 orang. Termasuk di kapal pesiar Diamond Princess.