Cara Anies Baswedan Peringatkan Banjir, Pakai Toa Door to Door

Reporter:
Editor:

Juli Hantoro

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan bersama Kepala BNPB Letjen TNI Doni Mardano usai meninjau dari udara kondisi banjir Jakarta, Rabu 1 Januari 2020. Tempo/Taufiq Siddiq

    Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan bersama Kepala BNPB Letjen TNI Doni Mardano usai meninjau dari udara kondisi banjir Jakarta, Rabu 1 Januari 2020. Tempo/Taufiq Siddiq

    TEMPO.CO, Jakarta - Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan punya cara baru dalam menyampaikan peringatan bencana banjir kepada warga Ibu Kota. Ia mengatakan akan memanfaatkan toa atau pengeras suara untuk menginformasikan potensi banjir.

    "Nanti langsung ke masyarakat berkeliling menggunakan toa (pengeras suara) untuk memberitahu semuanya," ujarnya.

    Menurut Anies, peringatan dini saat banjir kemarin pemerintah telah menginformasikannya kepada masyarakat di media sosial. Menurut mantan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan itu tidak semua mendapatkan informasi yang disebar melalui media sosial. "Malam hari diberitahunya lewat HP. Akhirnya sebagian tidak dapat informasi."

    Ketua Fraksi Golkar DPRD DKI, Basri Baco menilai informasi peringatan dini bencana di DKI, masih lemah. Sehingga, dampak banjir kemarin cukup luas dan menimbulkan kerugian yang cukup besar. "Kerugian bahkan diperkirakan lebih dari Rp 2 triliun karena banjir tahun baru kemarin."

    Menurut dia, pemerintah harus memperbaiki peringatan dini bencana. Tujuannya, kata dia, agar masyarakat yang berada di lokasi rawan banjir, bisa mengurangi dampak kerugian akibat bencana tersebut. "Kalau peringatan dini bencana baik, kerugiannya bisa diminimalisir," ujarnya.

    Anies mengatakan selain toa, ia akan memerintahkan anak buahnya berkeliling dari pintu ke pintu untuk memberi peringatan banjir.

    "Saya instruksikan untuk langsung turun ke lapangan door to door," ujar Anies saat ditemui di Kementerian BUMN, Jakarta Pusat, Jumat 10 Januari 2020.

    Langkah tersebut kata Anies karena saat banjir kemarin warga khususnya yang berada di sisi aliran sungai mendapatkan informasi atau bertukar kabar banjir melalui handphone.

    Menurut Anies langkah tersebut tidak efektif, karena banjir datang tanpa melihat waktu. "Bila kejadiannya dini hari masyarakat yang tidak ngecek telepon, tidak dapat pemberitahuan," ujarnya.

    Anies menyebutkan posko dan petugas di tingkat kelurahan telah disiagakan untuk membantu masyarakat saat terjadi banjir. Saat terjadi kenaikan permukaan air di pintu air, kata dia, petugas akan segera membantu warga terutama yang berada di sisi aliran sungai.

    Anies menyebutkan pihaknya telah siap siaga untuk menghadapi potensi banjir, setelah Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprediksii cuaca ekstrem hingga 12 Januari mendatang.

    "Sudah siap, sekarang setiap kelurahan sudah ada posko-posko yang siaga," ujarnya.

    IMAM HAMDI/TAUFIQ


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Polemik Aturan Ketenagakerjaan Dalam RUU Cipta Kerja

    Perubahan aturan ketenagakerjaan menurut pemerintah harus dilakukan agar mengundang investasi.