Lupa Kata Sandi? Klik di Sini

atau Masuk melalui

Belum Memiliki Akun Daftar di Sini


atau Daftar melalui

Sudah Memiliki Akun Masuk di Sini

Konfirmasi Email

Kami telah mengirimkan link aktivasi melalui email ke rudihamdani@gmail.com.

Klik link aktivasi dan dapatkan akses membaca 2 artikel gratis non Laput di koran dan Majalah Tempo

Jika Anda tidak menerima email,
Kirimkan Lagi Sekarang

WNI Revi Cahya yang sempat hilang di Osaka Jepang Diduga Hapus Stamp Banned, Ini Penjelasannya

image-gnews
Direktur Perlindungan WNI dan Badan Hukum Kementerian Luar Negeri Judha Nugraha. ANTARA/Yashinta Difa/aa.
Direktur Perlindungan WNI dan Badan Hukum Kementerian Luar Negeri Judha Nugraha. ANTARA/Yashinta Difa/aa.
Iklan

TEMPO.CO, Jakarta - Beredar informasi di sosial media bahwa WNI yang sempat dilaporkan hilang di Jepang, Revi Cahya Windi Sulihatun pernah menghapus stamp banned dari imigrasi Malaysia di paspornya. Menurut akun klarifikasi_saya, Revi dua kali mendapat stamp banned dari Malaysia karena diduga sebagai TKI ilegal sehingga minta bantuan untuk menghapusnya.

Bila stamp banned itu tak dihapus, Revi tidak bisa memasuki negara itu, apalagi melakukan penerbangan dari Malaysia ke Jepang.  

Tempo mencoba mengkonfrmasi Direktur Pelindungan Warga Negara Indonesia Kementerian Luar Negeri (Kemlu) Judha Nugraha, apakah betul Revi mendapatkan stamp band dari Malaysia. Namun, Judha mengatakan tidak bisa mengkonfirmasi, sebab data itu hanya dimiliki oleh negara yang mengeluarkannya.

Sepengetahuan Kemlu, Revi saat ini ditahan oleh Kejaksaan Distrik Osaka. Ia ditahan pada hari yang sama setibanya ia di Bandara Internasional Kansai Osaka. Dengan visa turis, Revi berangkat ke Osaka lewat Bandara Internasional Kuala Lumpur pada Senin, 10 Juni 2024. Diketahui pula, berdasarkan informasi dari keluarganya, tujuan Revi ke Jepang untuk bekerja. 

Meski tidak bisa mengkonfirmasi langsung, apakah Revi mendapat stamp banned dari Malaysia, Judha menjelaskan apa yang dimaksud dengan istilah tersebut. Stamp banned adalah tanda bahwa seseorang telah di-blacklist untuk waktu tertentu untuk masuk sebuah negara. 

Namun sepengetahuan Judha, tanda tersebut tidak dibubuhkan di paspor fisik, melainkan tercatat lewat sistem keimigrasian. Data blacklist tiap negara juga bersifat rahasia, sehingga hanya negara yang mengeluarkanlah yang tahu, apakah orang yang bersangkutan masuk dalam daftar atau tidak. 

"Itu by system, artinya mau paspornya diganti  pasti nggak bisa masuk karena by system," ujar dia saat ditemui Tempo di Kantor Kementrian Luar Negeri, Jakarta Pusat, Senin,  24 Juni 2024. 

Jika seseorang masuk dalam daftar blacklist itu, secara hukum ia dilarang masuk ke negara tersebut dalam rentang waktu tertentu. "Biasanya ketahuannya di imigrasi tujuan (negara yang mengeluarkan stamp banned)," ujar dia.

Bila sebelum batas waktu stamp banned berakhir, yang bersangkutan masih bisa memasuki wilayah negara yang mengeluarkan larangan itu, ada indikasi keterlibatan orang dalam. 

Perihal Revi diduga TKI ilegal, Judha sebelumnya mengatakan masih perlu dilakukan pendalaman. Otoritas Jepang sedang melakukan penyelidikan atas Revi, yang kemungkinan akan memakan waktu sekitar satu bulan atau lebih. 

Namun, Judha memastikan Revi dalam keadaan sehat dan keluarga sudah mengetahui kondisi terkini Revi. Meski belum bisa berkomunikasi secara langsung. Revi juga mendapat pendampingan kuasa hukum. 

Sebelumnya, Revi dikabarkan hilang sebab ia tidak ada kabar setibanya di Jepang. Namun, pada 12 Juni, Kejaksaan Distrik Osaka mengirimkan surat pemberitahuan kepada Konsulat Jenderal RI (KJRI), bahwa WNI atas nama Revi Cahya Windi Sulihatun telah mereka tahan. 

Pilihan Editor: KPK Terbitkan Larangan Bepergian ke Luar Negeri Terhadap 3 Orang dalam Kasus Korupsi APD Kemenkes

Iklan



Rekomendasi Artikel

Konten sponsor pada widget ini merupakan konten yang dibuat dan ditampilkan pihak ketiga, bukan redaksi Tempo. Tidak ada aktivitas jurnalistik dalam pembuatan konten ini.

 

Video Pilihan


Ketua DPRD Rembang Supadi Ditahan Otoritas Arab Saudi, Berikut Sanksi Pelanggaran Imigrasi Visa Haji

14 jam lalu

Ketua DPRD Kabupaten Rembang, Supadi.  Instagram DPRD Rembang)
Ketua DPRD Rembang Supadi Ditahan Otoritas Arab Saudi, Berikut Sanksi Pelanggaran Imigrasi Visa Haji

Ketua DPRD Rembang Supadi tengah ditahan otoritas Arab Saudi lantaran melanggar aturan imigrasi. Apa sanksi imigrasi visa haji?


Imigrasi Masih Andalkan AWS, Tunggu PDNS Pulih Total Usai Kasus Ransomware

17 jam lalu

Suasana pelayanan pembuatan paspor di Kantor Imigrasi Kelas I Jakarta Selatan, Senin 1 Juli 2024. Direktur Jenderal Imigrasi, Silmy Karim mengatakan akibat sistem down setelah ransomware Brain Chiper menyerang sistem Pusat Data Nasional Sementara 431 layanan imigrasi di seluruh Indonesia dan 151 layanan di luar negeri yang terganggu. Dan hari ini sudah berjalan dengan normal kembali. TEMPO/Tony Hartawan
Imigrasi Masih Andalkan AWS, Tunggu PDNS Pulih Total Usai Kasus Ransomware

Regulator Imigrasi masih menunggu pemulihan PDNS. Layanan imigrasi masih ditempatkan di cloud Amazon Web Service


11 Rekomendasi Oleh-oleh Snack dari Jepang, Cokelat hingga Rice Crackers

19 jam lalu

Taiyaki, kue kering Jepang berbentuk ikan yang diisi dengan cokelat, custard, atau pasta kacang merah (Pixabay)
11 Rekomendasi Oleh-oleh Snack dari Jepang, Cokelat hingga Rice Crackers

Bukan hanya elektronik dan kosmetik, makanan kecil atau snack Jepang kuga terkenal dengan rasanya yang enak dan unik.


Viral Kuliner Mochi di Jembatan Ciheuleut Bogor, Ini Kue Beras Asal jepang

1 hari lalu

Ilustrasi mochi. Wiki-travel.com
Viral Kuliner Mochi di Jembatan Ciheuleut Bogor, Ini Kue Beras Asal jepang

Viral Kuliner Mochi di Jawa Barat, tepatnya di Jembatan Ciheuleut di atas Jalan Tol Jagorawi. Apa itu Mochi?


Biaya Bikin Paspor dan Besarnya Denda jika Rusak atau Hilang

1 hari lalu

Ilustrasi Paspor. TEMPO/Fardi Bestari
Biaya Bikin Paspor dan Besarnya Denda jika Rusak atau Hilang

Terdapat dua jenis paspor, paspor biasa (fisik) dan paspor elektronik (e-paspor), biaya pembuatannya beda.


Penyebab dan Bahaya Gelombang Panas Ekstrem Seperti di Jepang

1 hari lalu

Seorang wanita mendinginkan diri di bawah mesin pendingin kabut di tengah gelombang panas di Tokyo, Jepang, 9 Juli 2024. Beberapa hari terakhir ini pihak berwenang telah mengeluarkan peringatan serangan panas di sebagian besar wilayah negara itu, dengan mengimbau penduduk untuk menghindari berolahraga di luar ruangan dan menggunakan AC. REUTERS/Issei Kato
Penyebab dan Bahaya Gelombang Panas Ekstrem Seperti di Jepang

Jepang sedang mengalami gelombang panas ekstrem yang mencapai lebih dari 40 derajat Celcius. Apa penyebabnya dan seberapa bahayanya?


Daftar Paspor Terkuat di Asia Tenggara, Indonesia Peringkat ke-6

3 hari lalu

Paspor adalah salah satu dokumen penting bagi warga negara yang akan masuk ke negara lain. Berikut ini daftar paspor terkuat di Asia Tenggara.  Foto: Canva
Daftar Paspor Terkuat di Asia Tenggara, Indonesia Peringkat ke-6

Paspor adalah salah satu dokumen penting bagi warga negara yang akan masuk ke negara lain. Berikut ini daftar paspor terkuat di Asia Tenggara.


Undang Israel dalam Peringatan Serangan Bom Atom, Hiroshima Tuai Kecaman

3 hari lalu

Orang-orang berdoa di depan cenotaph untuk para korban bom atom 1945, pada peringatan bom atom pertama di dunia, di Peace Memorial Park di Hiroshima, Jepang barat, dalam foto yang diambil oleh Kyodo pada 6 Agustus,  2023. Kredit wajib Kyodo/melalui REUTERS
Undang Israel dalam Peringatan Serangan Bom Atom, Hiroshima Tuai Kecaman

Pemerintah Kota Hiroshima di Jepang menuai kecaman karena mengundang Israel dalam upacara perdamaian tahunan pada 6 Agustus


Traveling ke Jepang akan Lebih Berkesan jika Tidak Melakukan Tiga Kesalahan Ini

3 hari lalu

Kuil Rinnoji di Nikko, Kanto, Jepang. Foto: TEMPO | Istiqomatul Hayati.
Traveling ke Jepang akan Lebih Berkesan jika Tidak Melakukan Tiga Kesalahan Ini

Kotanya yang modern, kuil-kuilnya yang bersejarah, kulinernya yang lezat adalah beberapa hal yang paling menarik di Jepang.


Imigrasi Tindak 2.041 WNA Sepanjang Semester I 2024

3 hari lalu

Direktur Jenderal Imigrasi Kemenkumham Silmy Karim (tengah) didampingi Direktur Lantaskim Felicia Sengky Ratna (kiri) dan Sesditjen Sandi Andaryadi (kanan) memberikan keterangan saat konferensi pers di Jakarta, Jumat (28/6/2024). Dirjen Imigrasi Silmy Karim menyatakan seluruh layanan keimigrasian dari perlintasan, visa online, izin tinggal dan paspor sudah kembali pulih 100 persen akibat layanan terganggu karena Pusat Data Nasional (PDN) diserang ransomware. Dok/Humas Ditjen Imigrasi
Imigrasi Tindak 2.041 WNA Sepanjang Semester I 2024

Dirjen Imigrasi Silmy Karim mengatakan ada tren peningkatan kedatangan orang asing ke Indonesia pada semester I 2024.