3 Berita Populer: Pendukung Anies Pertimbangkan Gugat Jokowi

Reporter:
Editor:

Aditya Budiman

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • massa Jakarta Bergerak Rakyat Bersatu adu mulut dengan kelompok Masyarakat Kebangkitan Jawara dan Pengacara (Bang Japar) saat menggelar aksi di depan balai kota. Selasa 14 Januari 2020. Tempo/Taufiq Siddiq

    massa Jakarta Bergerak Rakyat Bersatu adu mulut dengan kelompok Masyarakat Kebangkitan Jawara dan Pengacara (Bang Japar) saat menggelar aksi di depan balai kota. Selasa 14 Januari 2020. Tempo/Taufiq Siddiq

    TEMPO.CO, Jakarta - Dua demonstrasi yang terjadi di Balai Kota Jakarta pada Selasa, 14 Januari 2020 masih menjadi perhatian warga. Massa terbelah dua. Pertama ialah kelompok yang mendesak Gubernur Anies Baswedan mundur dari jabatannya karena dianggap tak becus mengurus masalah banjir.

    Sementara kelompok kedua ialah yang mendukung kebijakan Gubernur Anies dalam menanggulangi banjir Jakarta. Berikut tiga berita terpopuler di Jakarta.

    Pendukung Anies Gelar Maulid Sebelum Demo

    Dua demonstrasi terjadi di depan Balai Kota Jakarta pada Selasa, 14 Januari 2020. Massa kontra Gubernur Anies Baswedan yang mengkritik keras kebijakan banjir berunjuk rasa di luar Balai Kota. Namun di saat bersamaan, kelompok pendukung Anies yang berada di dalam kompleks Balai Kota menggelar Maulid Nabi.

    Wakil Ketua Gerakan Pemuda Muslim Indonesia Novel Bamukmin mengatakan massa pendukung Anies memang diredam agar tidak keluar area Balai Kota DKI. Sehingga, pihaknya menyelenggarakan Maulid Nabi untuk mengalihkan massa pendukung agar tidak bertemu dengan kelompok lain yang kontra Anies.

    "Kami memang mengimbau agar mengumpulkan massa ke sini (masjid) agar kondusif. Kami ramaikan di sini agar tidak terfokus ke depan," ujar Novel. "Karena kalau tidak ada kegiatan ini, terfokus semua ke depan bisa terjadi apa yang kami tidak inginkan (bentrokan)."

    Demonstrasi Desak Anies Mundur Bakal Berlanjut

    Koordinator massa Suara Rakyat Bersatu, Sisca Rumondor, mengatakan akan terus menggelar aksi hingga Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan turun dari jabatannya. Menurut Sisca, tak ada yang bisa menghalangi warga untuk menyampaikan aspirasinya.

    "Kami tetap berusaha aja. Masih ada lanjutan rencana aksi tapi belum tahu kapan. Kami lagi istirahat dulu," kata Sisca saat dihubungi, Rabu, 15 Januari 2020. Sisca menuturkan tak ada yang bisa menghambat warga untuk menggelar demonstrasi. Sebab, undang-undang sudah mengatur hak warga menyampaikan pendapat di muka umum.

    Menurut Sisca, massa Suara Rakyat Bersatu tetap bergerak meski dihalangi sekelompok orang seperti yang terjadi saat aksi di depan Balai Kota, Jakarta Pusat, Selasa, 14 Januari 2020. "Itu tidak baik kalau untuk menjalankan hal yang sifatnya demokrasi," ucap dia.

    Massa Pro Anies Ingin Gugat Jokowi

    Massa pendukung Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan menyatakan akan mempertimbangkan menggugat Presiden Jokowi terkait banjir yang melanda ibu kota pada awal tahun ini. Wakil Ketua Gerakan Pemuda Muslim Indonesia Novel Bamukmin menilai Jokowi lebih bertanggung jawab terhadap penanganan banjir tersebut.

    "Nanti kalau kami gugat, kami sudah siapkan tim hukum untuk class action yang langsung menggugat Jokowi," ujar Novel saat demonstrasi di Balai Kota DKI, Selasa 14 Januari 2020.

    Novel menyatakan Jokowi lebih bertanggung jawab karena pernah menyatakan akan lebih mudah menangani banjir Jakarta jika menjadi presiden. Namun meskipun sudah tujuh tahun menjabat sebagai presiden, Jokowi dinilai gagal menangani banjir. "Presiden Jokowi sudah tujuh tahun (janji tanggulangi banjir). Anies baru dua tahun," kata Novel.

    IMAM HAMDI | LANI DIANA 


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Virus Korona Wuhan Menjangkiti Kapal Pesiar Diamond Princess

    Jumlah orang yang terinfeksi virus korona Wuhan sampai Minggu, 16 Februari 2020 mencapai 71.226 orang. Termasuk di kapal pesiar Diamond Princess.