Anies Baswedan Segera Punya Wagub, Sandiaga Uno: Lega Banget

Reporter:
Editor:

Dwi Arjanto

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan dan Calon Wakil Presiden nomor urut 02 Sandiaga Uno saat menyapa massa kampanye akbar Prabowo Subianto-Sandiaga Uno di Stadion Utama GBK, Jakarta, Ahad, 7 April 2019. TEMPO/M Taufan Rengganis

    Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan dan Calon Wakil Presiden nomor urut 02 Sandiaga Uno saat menyapa massa kampanye akbar Prabowo Subianto-Sandiaga Uno di Stadion Utama GBK, Jakarta, Ahad, 7 April 2019. TEMPO/M Taufan Rengganis

    TEMPO.CO, Jakarta -Mantan wakil gubernur DKI Jakarta Sandiaga Uno mengaku bersyukur posisi jabatan yang ditinggalnya sejak Agustus 2018 lalu, akhirnya bakal segera terisi, alias Gubernur Anies Baswedan punya wakil lagi.

    Sandiaga Uno optimistis kursi Wagub DKI bakal segera terisi karena partai pengusung, yakni Gerindra dan PKS telah bersepakat menyerahkan dua nama baru yang bakal dipilih DPRD Kebon Sirih.

    "Sekarang Alhamdulillah lega banget. Setelah nunggu proses lama hampir 18 bulan, akhirnya ada titik terang," kata Sandiaga usai menghadiri Rencana Kerja Daerah Gerindra DKI di Grand Sahid Jaya Hotel, Jakarta Pusat, Ahad, 26 Januari 2020.

    Partai Gerindra telah mengumumkan dua nama yang bakal diusung menjadi calon wakil gubernur DKI di kantor Fraksi Gerindra DKI, Senin, 20 Januari 2020. Keduanya adalah Nurmansyah Lubis dari PKS dan Ahmad Riza Patria dari Gerindra.

    Mereka menggantikan dua kader PKS yang sebelumnya telah diusung kedua partai, yakni Sekretaris DPW PKS DKI Agung Yulianto dan mantan Wali Kota Bekasi Ahmad Syaikhu, yang kini menjadi anggota DPR RI dari Fraksi PKS.

    Sandiaga yang menjabat Ketua Dewan Pembina Partai Gerindra telah menerima informasi dari Wakil Ketua DPRD DKI Muhammad Taufik, bahwa kursi wagub DKI awal bulan depan. Legislator Kebon Sirih, kata dia, sudah mulai mempersiapkan proses pemilihan wagub DKI dalam waktu dekat.

    "Dua sosok ini insyaallah bisa mendampingi Pak Anies, dan menyelesaikan tugas-tugas sesuai dengan apa yang sudah dicanangkan di awal," ujarnya.

    Wakil Ketua DPRD DKI Muhammad Taufik mengatakan legislatif telah menjadwalkan rapat pimpinan gabungan untuk membahas tata tertib pemilihan wakil gubernur pada Senin, 27 Januari mendatang. "Kemudian disahkan dalam paripurna DPRD DKI," kata Taufik di Balai Kota DKI, Rabu, 22 Januari 2020.

    Sandiaga Uno resmi mengundurkan diri sebagai Wakil Gubernur DKI Jakarta pada Jumat, 10 Agustus 2018. Keputusan ini diambil setelah ia dipastikan maju sebagai calon wakil presiden mendampingi Prabowo Subianto pada Pilpres 2019.

    Dari kiri mantan wakil gubernur DKI Sandiaga Uno, Ketua DPD Gerindra DKI Muhammad Taufik, Gubernur DKI Anies Baswedan dan calon wakil gubernur DKI Ahmad Riza Patria menghadiri Rapat Kerja Daerah Gerindra DKI di Grand Sahid Jaya Hotel, Jakarta Pusat, 26 Januari 2020. Tempo/Imam Hamdi

    Rapat paripurna pengesahan tata tertib pemilihan wagub DKI, kata Taufik, diperkirakan bakal dilangsungkan pada Rabu, 29 Januari 2020. Setelah paripurna dilakukan dan pembentukan panitia pemilihan ditentukan, maka langkah berikutnya adalah pemeriksaan administrasi terhadap calon wagub yang telah disodorkan partai pengusung Anies Baswedan-Sandiaga, yaitu Gerindra dan PKS.

    Menurut Taufik, panitia pemilihan wagub sedikitnya membutuhkan waktu dua hari untuk memeriksa berkas administrasi persyaratan para cawagub DKI. "Persyaratan ada di tata tertib," ujarnya.

    Anggota Fraksi Gerindra DPRD DKI itu mengatakan legislator juga bakal membahas pemilihan Wagub DKI di rapat badan musyawarah untuk menentukan jadwal paripurna pemilihan.

    "Insya Allah akhir Januari sudah selesai, ada wagub baru," ujar Taufik terkait pengisian wakil Gubernur Anies Baswedan yang lowong selama berbulan-bulan..


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Virus Korona COVID-19 Hantam Ekonomi Indonesia pada Maret 2020

    Dampak Virus Korona terhadap perekonomian Indonesia dipengaruhi kondisi global yang makin lesu. Dunia dihantam coronavirus sejak Desember 2019.