Tangkal Tawuran Antar Pelajar, Ini Langkah Disdik Kota Depok

Reporter:
Editor:

Martha Warta Silaban

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi tawuran pelajar. Dok. TEMPO/Dasril Roszandi;

    Ilustrasi tawuran pelajar. Dok. TEMPO/Dasril Roszandi;

    TEMPO.CO, Depok – Kepala Dinas Pendidikan Kota Depok, Mohammad Thamrin mengungkap pihaknya telah memberikan himbauan kepada seluruh sekolah baik negeri maupun swasta dapat menambahkan program pembiasaan penguatan karakter.

    "Penguatan karakter ini ada lima nilai. Pertama nilai religiusnya, lalu nilai nasionalismenya, gotong royongnya, mandirinya dan integritasnya,” kata Thamrin dikonfirmasi Tempo, Rabu 12 Februari 2020.

    Thamrin mengatakan meski tidak menyampaikan secara tertulis, ia selalu menghimbau dalam kegiatan rapat koordinasi antar kepala sekolah dan Badan Musyawarah Perguruan Swasta atau BMPS.

    “Untuk rapat kerja itu kan setiap tahun dilakukan. Nah pada saat rapat kerja itulah kepala sekolah sudah kami informasikan,” kata Thamrin.

    Namun begitu, Thamrin mengakui adanya keterbatasan dalam penyampaian informasi tentang pembiasaan penguatan karakter tersebut, utamanya terhadap sekolah-sekolah swasta di Kota Depok.

    Menurut dia berbeda dengan sekolah negeri yang memiliki anggaran untuk melaksanakan rapat kerja, rapat koordinasi. Hal itu menyebabkan baru sekolah negeri yang terpantau melaksanakan program pembiasaan penguatan karakter. “Kalau di negeri hampir di semua sekolah laksanakan."

    Sebelumnya, Pemerintah Kota Depok meminta sekolah yang ada di Kota Depok dapat menambah pemahaman tentang pelajaran agama serta menginstruksikan siswa-siswinya untuk aktif mengikuti kegiatan yang bersifat kerohanian. Hal itu diungkapkan, Wakil Wali Kota Depok, Pradi Supriatna.

    Pradi mengatakan kebijakan itu minta diberlakukan menyusul maraknya kejadian tawuran yang sebabkan korbannya luka parah hingga meninggal beberapa hari kebelakang di Kota Depok. “Aspek religius atau menyentuh sisi spiritualitas si anak harus ditingkatkan, jadi kami mengimbau bisa ditambah pelajaran keagamaan yang aplikatif,” kata Pradi disela kegiatannya, Rabu 12 Februari 2020.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Untung Buntung Status Lockdown akibat Wabah Virus Corona

    Presiden Joko Widodo berharap pemerintahannya memiliki visi dan kebijakan yang sama terkait Covid-19. Termasuk dampak lockdown pada sosial ekonomi.