Dewan Ungkap Revitalisasi Monas Belum Kantongi DED

Reporter:
Editor:

Juli Hantoro

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pekerja berjaga saat dilakukannya penanaman pohon di lokasi revitalisasi Plaza Selatan Monumen Nasional (Monas), Jakarta, Selasa 4 Februari 2020. Penanaman pohon tersebut dilakukan untuk mengganti pohon lama yang ditebang saat pembangunan proyek Plaza Selatan serta bagian dari penghijauan Monas. ANTARA FOTO/Dhemas Reviyanto

    Pekerja berjaga saat dilakukannya penanaman pohon di lokasi revitalisasi Plaza Selatan Monumen Nasional (Monas), Jakarta, Selasa 4 Februari 2020. Penanaman pohon tersebut dilakukan untuk mengganti pohon lama yang ditebang saat pembangunan proyek Plaza Selatan serta bagian dari penghijauan Monas. ANTARA FOTO/Dhemas Reviyanto

    TEMPO.CO, Jakarta - Proyek revitalisasi Monas ternyata belum memiliki detail engineering design atau DED. Hal ini terungkap saat rapat antara Komisi D DPRD DKI dengan Dinas Cipta Karya, Pertanahan dan Tata Ruang DKI di Kebon Sirih, Rabu, 12 Februari 2020.

    Komisi D DPRD DKI meminta Pemerintah Provinsi DKI segera menyelesaikan DED seluruh rencana revitalisasi kawasan Taman Medan Merdeka itu. Padahal sejak 12 November 2019 lalu, pemerintah telah memulai proyek revitalisasi Monas di plasa selatan.

    "Semua dikerjakan secara parsial. Terpecah," kata anggota Komisi D Pantas Nainggolan dalam rapat bersama Dinas Cipta Karya DKI di DPRD DKI, Rabu, 12 Februari 2020. "Saya kaget juga (anggaran) DED baru ada tahun ini."

    Menurut Pantas, semestinya pemerintah jangan memulai proyek revitalisasi Monas sebelum DED secara keseluruhan kawasan cagar budaya itu rampung. Sebab, kata politikus PDI Perjuangan ini, langkah pemerintah bisa berdampak terhadap hukum.

    "Faktanya sudah terjadi pembangunan. Padahal, perencanaan detail belum. Saya pikir ini sebuah pelanggaran," ujarnya.

    Kepala Dinas Cipta Karya, Heru Hermawanto, membenarkan DED secara keseluruhan revitalisasi Monas belum dibuat. Detail perencanaan itu nantinya bakal dikerjakan oleh PT Arkonin. "Kami (bekerja) kan ada tahapan. Tahapan yang bisa dikerjakan kan bisa diselesaikan," ujarnya.

    Sebelum merevitalisasi Plasa Selatan Monas, kata dia, pemerintah telah lebih dulu meminta PT Arkonin untuk membuat DED pembangunan bagian tersebut. Menurut dia, tidak mungkin pemerintah menunggu pembuatan DED revitalisasi Monas secara keseluruhan karena membutuhkan waktu tujuh sampai delapan bulan, sejak sayembara ditentukan pemenangnya awal tahun 2019.

    "Strategi yang kami laksanakan, yang bisa kami kerjakan maka kita susun DED-nya. Kalau memang yang nggak bisa kami susun, nggak akan mungkin kami susun DED-nya."

    Dalam proses revitalisasi Monas, Heru mengimbuhkan, semuanya diukur dengan melihat kendala waktu. Meski proses revitalisasi Monas dikerjakan di awal tahun, perhitungan waktu penyelesaiannya pun akan dikalkulasikan.

    "Dengan waktu segini, tahapan mana yang bisa diselesaikan," ujarnya. "Karena menyelesaikan Monas saja tidak mungkin tetap ukuran waktunya kan," ujar dia.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Cegah Covid-19, Kenali Masker Kain, Bedah, N95, dan Respirator

    Seorang dokter spesialis paru RSUP Persahabatan membenarkan efektifitas masker untuk menangkal Covid-19. Tiap jenis masker memiliki karakter berbeda.