Pemilihan Wagub DKI Terbuka, DPRD: Cegah Money Politic

Reporter:
Editor:

Juli Hantoro

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Wakil Ketua DPRD DKI Jakarta Mohamad Taufik usai memimpin rapimgab membahas pemilihan wagub DKI di lantai 10 Gedung DPRD, Jakarta Pusat, Senin, 17 Februari 2020. TEMPO/Lani Diana

    Wakil Ketua DPRD DKI Jakarta Mohamad Taufik usai memimpin rapimgab membahas pemilihan wagub DKI di lantai 10 Gedung DPRD, Jakarta Pusat, Senin, 17 Februari 2020. TEMPO/Lani Diana

    TEMPO.CO, Jakarta - Wakil Ketua DPRD DKI Jakarta Muhamad Taufik mengatakan, pemilihan wakil gubernur DKI bakal dilakukan terbuka. Ia khawatir jika tertutup bakal ada politik uang.

    "Supaya tidak ada suuzon, kalau tertutup kan bisa ada money politic. Kalau terbuka gak bisa money politic, terbuka saja," ujar Taufik di DPRD DKI, Selasa 18 Februari 2020.

    Politikus Gerindra itu mengatakan pemilihan wakil gubernur harus terbuka karena itu merupakan salah satu bentuk transparansi. Ini, kata dia, agar publik juga mengetahui proses pemilihan wakil gubernur di DPRD.

    Ihwal mekanisme pemilihan wagub DKI ini, Taufik mengatakan masih dalam pembahasan pimpinan DPRD. Mereka akan memutuskan apakah pemilihan wakil gubernur digelar secara terbuka atau tertutup.

    Sebelumnya, Taufik juga menyatakan bahwa pemilihan wagub DKI akan ada sesi untuk menguji kelayakan para calon dalam bentuk tanya jawab dengan anggota dewan.

    Adapun calon wakil gubernur saat ini berasal dari Partai Gerindra Ahmad Riza Patria dan calon dari PKS, Nurmansjah Lubis.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Cara Memberlakukan Kebijakan Pembatasan Sosial Berskala Besar

    Presiden Joko Widodo telah menandatangai PP No 21 Tahun 2020 yang mengatur pelaksanaan Pembatasan Sosial Berskala Besar menghadapi virus corona.