Viral Polisi Lalu Lintas di Ciledug Bantu Ibu Hendak Melahirkan

Reporter:
Editor:

Martha Warta Silaban

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Seorang bapak mengadzankan anaknya yang lahir setelah ditolong anggota Ditlantas Polda Metro Jaya, Kamis, 20 Februari 2020. ANTARA/HO-Ditlantas Polda Metro Jaya

    Seorang bapak mengadzankan anaknya yang lahir setelah ditolong anggota Ditlantas Polda Metro Jaya, Kamis, 20 Februari 2020. ANTARA/HO-Ditlantas Polda Metro Jaya

    TEMPO.CO, Jakarta - Kepolisian Direktorat Lalu Lintas Polda Metro Jaya membantu seorang ibu yang ingin melahirkan di Ciledug, Tangerang. Dalam video yang viral, anggota polisi itu membantu sang ibu melahirkan dengan membawanya ke rumah sakit.

    Sebelum ditemukan oleh polisi, ibu tersebut tengah naik bus bersama suaminya dan dalam perjalanan pulang menuju rumahnya di Karang Tengah, Tangerang. Namun di tengah perjalanan, ia merasa ingin melahirkan.

    "Polri membantu seorang ibu penumpang bus yang akan melahirkan di Tol Meruya , selanjutnya diantar ke RS. Petukangan," cuit akun @TMCPoldaMetro, Jumat, 21 Februari 2020.

    Kejadian ibu yang akan melahirkan di jalan itu terjadi pada Kamis malam, sekitar pukul 20.15. Saat itu kondisi jalan Tol Meruya cukup padat.

    Tapi beruntung sang ibu bisa membelah kemacetan dengan diantar menggunakan mobil patroli polisi. "Tenang ya bu, sebentar lagi kita sampai," ujar anggota polisi di dalam video itu.

    Berkat bantuan polisi, sang ibu bisa sampai di RS Petukangan, Jakarta Barat, tepat waktu. Sebab, 3 menit setelah sampai sang ibu kemudian melahirkan seorang bayi laki-laki.

    Belum diketahui identitas polisi serta masyarakat yang akan melahirkan tersebut. Kasubdit Gakkum Ditlantas Polda Metro Jaya Komisaris Fahri Siregar belum membalas pesan yang Tempo kirimkan soal anggota polisi membantu masyarakat melahirkan ini.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Wabah Virus Corona Datang, 13.430 Narapidana Melenggang

    Menteri Hukum dan HAM Yasonna Laoly memutuskan pembebasan sejumlah narapidana dan anak demi mengurangi penyebaran virus corona di penjara