Polda Metro Jaya Catat 41 Ruas Jalan Terendam Banjir Jakarta

Reporter:
Editor:

Clara Maria Tjandra Dewi H.

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Kemacetan di Tol Jakarta-Cikampek mengarah ke Jakarta di Km 14 akibat banjir di Km 8 (Jatibening). Tempo/Adi Warsono.

    Kemacetan di Tol Jakarta-Cikampek mengarah ke Jakarta di Km 14 akibat banjir di Km 8 (Jatibening). Tempo/Adi Warsono.

    TEMPO.CO, Jakarta - Direktorat Lalu Lintas Polda Metro Jaya mencatat setidaknya 41 ruas jalan di ibu kota terendam banjir Jakarta sejak pukul 08.00, Selasa, 25 Februari 2020.

    Kepala Sub Direktorat Penegakan Hukum Ditlantas Polda Metro Jaya dalam keterangan tertulisnya menyebut ketinggian air akibat banjir hari ini di sejumlah wilayah itu berkisar antara 20-100 sentimeter.

    Berikut adalah rincian ruas jalan yang terdampak banjir Jakarta:

    Jakarta Pusat

    1. Traffic Light kebon Sirih arah Jembatan Serong, tinggi air 50 cm
    2. Jalan Cikini Raya, tinggi air 30 cm
    3. Jalan Diponegoro, tinggi air 30 cm
    4. Jalan di depan Unicersitas Atma Jaya, tinggi air 30 cm
    5. Underpass Senen, tinggi air 100 cm
    6. Bendungan Hilir, tinggi air 50 cm
    7. Jalan K.H. Hasyim Ashari/ ITC Roxy, tinggi air 30 cm
    8. Jalan Ahmad Yani, PLN Cempaka Putih, tinggi air 50 cm

    Jakarta Utara

    1. Jalan Pluit Raya/ Mall Emporium, tinggi air 40 cm
    2. Jalan Gunung Sahari di depan Restoran Jimbaran, tinggi air 30 cm
    3. Jalan Nasional 1, Penjaringan, tinggi air 30 cm
    4. Jalan Jembatan 2, Penjaringan, tinggi air 30 cm
    5. Cakung KBN, arah Priok, tinggi air 50 cm
    6. Traffic Light Perintis, tinggi air 40 cm
    7. Jalan Boulevard Barat, tinggi air 40 cm
    8. Jalan Yos Sudarso/ Pos 4 SMR, tinggi air 40 cm
    9. Kodamar arah Podomoro, tinggi air 50 cm
    10. Depan Sunter arah Utara Selatan, tinggi air 50 cm

    Jakarta Barat

    1. Jalan Satria Grogol, tinggi air 50 cm
    2. Jalan S. Parman, tinggi air 35 cm
    3. Di depan Mall Citraland, tinggi air 40 cm
    4. Traffic Light Grogol arah Daan Mogot, tinggi air 30 cm
    5. Green Garden, tinggi air 60 cm
    6. Taman Kota Daan Mogot, 50 cm
    7. Jembatan 2 Pesing, tinggi air 50 cm
    8. Jalan Tanjung Duren Raya, tinggi air 40 cm
    9. Jalan Arjuna Selatan, tinggi air 50cm

    Jakarta Selatan

    1. Aspol Pondok Karya, tinggi air 80 cm
    2. Grand kemang, tinggi air 20 cm
    3. Di depan Balai Kartini, tinggi air 30 cm (Surut jam 09.00 WIB)
    4. Komplek Pati, tinggi air 30 cm
    5. Jalan Kapten Tendean arah Mampang ke Santa, tinggi air 30 cm
    6. Jalan Rasuna Said, di depan Gedung KPK, tinggi air 50 cm
    7. Jalan Bukit Duri, di depan SMAN 8, tinggi air 50 cm

    Jakarta Timur

    1. Terowongan Halim Lama, di depan WIKA, tinggi air 70 cm
    2. Di depan Satwil Timue, tinggi air 40 cm
    3. DI Panjaitan dan exit Tol Becakayu, tinggi air 40 cm
    4. Jalan Ahmad Yani, tinggi air 40 cm
    5. Traffic Light Keramik di depan Pool Blue Bird, tinggi air 80 cm
    6. Traffic Light Arion, tinggi air 50 cm
    7. Traffic Light Bambu Apus, 80 cm

    Imbas dari banjir tersebut, Ditlantas Polda Metro Jaya juga memperbolehkan sepeda motor untuk melintas di beberapa ruas jalan tol. Berikut rinciannya:

    1. Tol Jagorawi Gerbang Tol Taman Mini 2 arah Priok dikeluarkan di off-ramp Kodam Jaya.
    2. Tol Wiyoto Wiyoo Gerbang Tol Kebon Nanas dikeluarkandi off-ramp Cempaka Putih dan sebaliknya.
    3. Tol Becakayu, dari Bekasi ke arah Jakarta dikeluarkan di off-ramp Pondok Kelapa.

    Selain itu, sistem ganjil genap di beberapa ruas jalan Jakarta ditiadakan akibat banjir Jakarta. Direktorat Lalu Lintas Polda Metro Jaya dan Dinas Perhubungan DKI Jakarta mengambil keputusan meniadakan pembatasan kendaraan ganjil genap karena banjir hari ini di sejumlah ruas jalan Jakarta. "Selasa 25 Februari 2020 Ganjil Genap DITIADAKAN. via @DishubDKI_JKT," cuit akun Twitter resmi Pemprov DKI Jakarta, @DKIJakarta, pagi ini.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Cara Memberlakukan Kebijakan Pembatasan Sosial Berskala Besar

    Presiden Joko Widodo telah menandatangai PP No 21 Tahun 2020 yang mengatur pelaksanaan Pembatasan Sosial Berskala Besar menghadapi virus corona.