4 Kontroversi Vitalia Sesha, dari Terima Berlian hingga Narkoba

Reporter:
Editor:

Juli Hantoro

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Vitalia Sesha usai menjalani pemeriksaan di Polsek Pademangan, Jakarta, 14 Juli 2015. Vitalia akan menjalani rehabilitasi di Badan Narkotika Nasional. TEMPO/Nurdiansah

    Vitalia Sesha usai menjalani pemeriksaan di Polsek Pademangan, Jakarta, 14 Juli 2015. Vitalia akan menjalani rehabilitasi di Badan Narkotika Nasional. TEMPO/Nurdiansah

    TEMPO.CO, Jakarta - Mantan model majalah dewasa Vitalia Sesha ditangkap karena disangka menyalahgunakan narkotika. Perempuan yang mempunyai nama asli Andi Novitalia itu ditangkap bersama teman prianya di apartemen The Mansion, Kemayoran, Jakarta Utara pada Rabu, 26 Februari 2020.

    "Dia ditangkap bareng pasangan prianya," ujar Kanit 2 Narkoba Polres Jakarta Barat Ajun Komisaris Maulana Mukarom saat dihubungi, Rabu, 26 Februari 2020. Sebelum ditangkap menggunakan narkoba di apartemen bersama temannya, perempuan yang akrab disapa Vita ini telah beberapa kali berurusan dengan polisi. Berikut sejumlah kasus hukum yang melibatkan Vitalia:

    1. Menerima Barang Mewah dari Koruptor

    Vita yang kerap disebut sebagai kekasih tersangka kasus dugaan suap kuota impor daging sapi Fathanah ini pernah dibelikan berlian oleh Fathanah. Nilainya hingga Rp 90 juta. Berlian itu kini sudah dijual oleh Vita, dan laku hanya Rp 30 juta. Kuasa hukum Vita, Rakhmat mengungkapkan bahwa Vita kerap bertemu Fathanah selama dua bulan berteman, sekitar 14 hari dalam sebulan.

    "Makan malam," kata Rakhmat saat menemani kliennya di kantor Komisi Pemberantasan Korupsi pada 17 Mei 2013. Makan bersama Fathanah pun tak tanggung-tanggung, Vita ditraktir makan malam di hotel-hotel mewah. Seperti yang dituturkan Vita sebelumnya, Fathanah memang kerap memberikan hadiah, bak malaikat. Sebelumnya, Vita mengaku diberi Honda Jazz dengan nomor polisi B 15 VTA dan jam tangan mewah merk Chopard seharga Rp 70 juta.

    2. Ditangkap Gunakan Narkoba di Hotel

    Vitalia ditangkap saat berada di Hotel Mercure pada 11 Juli 2015 sekitar pukul 15.30. Ia ditangkap bersama enam rekannya berinisial PF, DC, MF, YWS, CK dan SR. Berdasarkan tes urine, Vitalia positif menggunakan narkoba. Seorang petugas hotel, Anti (bukan nama sebenarnya), mengatakan Vitalia datang dengan dua temannya pada Sabtu dinihari. Setelah itu, Vitalia tak terlihat hingga dia digerebek dengan teman-temannya. "Saya ingat dia (Vitalia) salah satu penghuni hotel kami saat lihat tayangan di televisi," kata Anti saat ditemui, Kamis, 16 Juli 2015.

    3. Unggah Foto Bersama Polisi

    Vitalia Sesha, sempat mengunggah foto dirinya bersama dengan Kepala Polisi Sektor Pademangan, Komisaris Benny Alamsyah, di akun media sosial miliknya. Ternyata, aksi foto bareng berbuntut panjang. Komisaris Benny Alamsyah kena tegur atasannya.

    "Kami berikan dia sanksi berupa teguran keras atas perbuatannya itu," kata Juru Bicara Polda Metro Jaya, Komisaris Besar M Iqbal, kepada Tempo, Kamis, 16 Juli 2015.

    Menurut Iqbal, tindakan Kapolsek Pademangan berfoto dengan Vitalia Sesha itu melanggar etika kepolisian. Alasannya, saat itu dia berfoto dengan seseorang yang terduga melanggar hukum. Terlebih lagi, kata Iqbal, ekspresi wajah Komisaris Benny menunjukkan keakraban dengan Vitalia. "Tak etis melihat penegak hukum berpose dengan terduga pengguna narkoba," kata dia.

    4. 4Ditangkap Lagi karena Narkoba

    Vitalia Sesha ditangkap kembali karena kasus penyalahgunaan narkoba. "Saya membenarkan saja dulu, ya. AN (Andi Novitalia) alias VS (Vitalia Sesha) tertangkap narkoba," ujar Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya, Komisaris Besar Yusri Yunus, saat dikonfirmasi, Rabu, 26 Februari 2020.

    Soal detail penangkapan, Yusri enggan menjelaskan. Ia mengatakan polisi akan segera merilis kasus ini. "Sekarang kami masih dalami," kata dia. Setelah ditangkap, Vitalia kembali membuat sensasi. Model majalah dewasa itu melakukan foto bersama dengan Kapolsek Kebayoran Lama, saat itu, Komisaris Benny Alamsyah. Benny duduk sambil merangkul Vitalia dan diunggah ke media sosial miliknya.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Wabah Virus Corona Datang, 13.430 Narapidana Melenggang

    Menteri Hukum dan HAM Yasonna Laoly memutuskan pembebasan sejumlah narapidana dan anak demi mengurangi penyebaran virus corona di penjara