Banjir Hari Ini, Underpass Cipayung Jakarta Timur Sempat Ditutup

Reporter:
Editor:

Dwi Arjanto

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sejumlah pengendara melintas di genangan air hujan yang merendam terowongan Cipayung di bawah lintasan Tol Lingkar Luar Jakarta, Jumat, 28 Februari 2020. ANTARA/Andi Firdaus

    Sejumlah pengendara melintas di genangan air hujan yang merendam terowongan Cipayung di bawah lintasan Tol Lingkar Luar Jakarta, Jumat, 28 Februari 2020. ANTARA/Andi Firdaus

    TEMPO.CO, Jakarta - Petugas Suku Dinas Perhubungan Jakarta Timur sempat menutup jalan terowongan alias underpass Cipayung di bawah Tol Lingkar Luar Jakarta akibat terendam banjir hari ini sekitar 50 sentimeter, Jumat siang 28 Februari 2020.

    "Sempat kita tutup beberapa saat dan arus kita alihkan melalui alternatif," kata Kep[ala Seksi Pengendalian Operasi Sudinhub Jakarta Timur, Riky Erwinda di Jakarta terkait banjir hari iini di area tersebut

    Pengendara terjebak kemacetan di Jalan Raya Cipayung akibat terowongan di bawah lintasan Tol Lingkar Luar Jakarta, ditutup otoritas terkait akibat terendam banjir, Jumat, 28 Februari 2020. ANTARA/Andi Firdaus

    Peristiwa itu berlangsung sekitar pukul 14.00 WIB saat hujan deras mengguyur kawasan tersebut.

    Imbas dari pengalihan arus pengendara membuat lalu lintas di Jalan Cipayung Raya, Kecamatan Cipayung, mengalami ketersendatan.

    "Tingginya 50 sentimeter, kalau mobil (tinggi) mungkin masih bisa. Kalau motor, saya agak ngeri juga," kata pengendara motor, Abi, 47 tahun.

    Mayoritas pengendara memilih untuk berteduh sejenak di sisi jalan, sebab jalur alternatif juga dilaporkan tergenang air. "Mau ke kantor. Sudah telepon bos juga, kalau saya kejebak di dekat underpass," kata Abi.

    Akses melintas di Terowongan Cipayung dibuka petugas Dishub mulai pukul 15.30 WIB setelah ketinggian air banjir dinyatakan aman bagi kendaraan motor ataupun kecil.

    ANTARA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    ODP dan Isolasi Mandiri untuk Pemudik saat Wabah Virus Corona

    Tak ada larangan resmi untuk mudik saat wabah virus corona, namun pemudik akan berstatus Orang Dalam Pemantauan dan wajib melakukan isolasi mandiri.