Cegah Pobia Corona, Begini Kota Bekasi Larang ASN Pakai Masker

Reporter:
Editor:

Dwi Arjanto

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi penggunaan masker, sebagai salah satu upaya penyebaran virus.

    Ilustrasi penggunaan masker, sebagai salah satu upaya penyebaran virus.

    TEMPO.CO, Bekasi -Pemerintah Kota Bekasi, Jawa Barat melarang pegawainya yang sakit untuk masuk kerja untuk menekan kepanikan warga dalam menghadapi virus Corona atau COVID-19 yang telah masuk ke Indonesia.

    "Kalau itu (sakit) ya, mending pulang saja, nggak usah kerja," kata Wakil Wali Kota Bekasi Tri Adhianto di RSUD Kota Bekasi, Kamis, 5 Maret 2020, terkait waspada Corona.

    Sebabnya, kata dia, pemerintah daerah telah meminta kepada para aparatur atau ASN tidak menggunakan masker dalam bekerja.

    Karena itu, jika ada pegawai memakai masker, maka disarankan lebih baik pulang. "Kalau memang dia enggak sehat, bikin surat keterangan tidak sehat untuk tidak membuat pobia," kata Tri.

    Kendati demikian, menurut Tri, adanya wabah corona yang telah masuk ke Indonesia tak mengganggu kinerja aparatur dalam melayani masyarakat. Menurut Tri, di pemerintahan masih normal seperti biasa. "Kami masih tetap on-fire melayani masyarakat," ucap Tri.

    Dinas Kesehatan Kota Bekasi memastikan sampai sekarang belum ada warganya positif covid-19. Adapun 21 orang yang sempat mendapatkan pengawasan, telah dinyatakan negatif berdasarkan pemeriksaan di laboratorium Kementerian Kesehatan.

    Karena itu, pemerintah meminta masyarakat tidak panik ancaman wabah virus Corona. Bahkan, ia melihat di sejumlah pusat keramaian masih terlihat normal. "Saya melihatnya belum ada (pengaruh), ramai saja kemarin ke Summarecon seperti biasa," kata dia.. "Kalau ada yang tidak fit, ya sudah kurangi kegiatannya, banyakin istirahat."


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Ivermectin: Obat Cacing yang Digadang-gadang Ampuh dalam Terapi Pasien Covid-19

    Menteri BUMN Erick Thohir menilai Ivermectin dapat menjadi obat terapi pasien Covid-19. Kepala BPOM Penny K. Lukito menyebutkan belum ada penelitian.