144 Jamaah Masjid Kebon Jeruk Diisolasi, Belum Ada yang Sakit

Reporter:
Editor:

Clara Maria Tjandra Dewi H.

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Petugas keamanan berjaga di depan Mesjid Jami' Kebon Jeruk, Jakarta, Ahad, 29 Maret 2020. TEMPO/Muhammad Hidayat

    Petugas keamanan berjaga di depan Mesjid Jami' Kebon Jeruk, Jakarta, Ahad, 29 Maret 2020. TEMPO/Muhammad Hidayat

    TEMPO.CO, Jakarta - Sebanyak 144 jamaah Masjid Jami Kebon Jeruk, Tamansari Jakarta Barat yang berstatus ODP corona menjalani karantina mandiri di bawah  pengawasan puskesmas.

    "Sampai saat ini dipastikan seluruh jemaah dalam keadaan sehat," kata Camat Tamansari Risan Mustar, di Jakarta, Selasa, 31 Maret 2020.

    Risan mengatakan ratusan jamaah masjid yang kini berstatus orang dalam pemantauan (ODP) Corona COVID-19 tersebut terjamin kebutuhan kesehatannya.

    Risan menyebut mereka sudah terbiasa merantau, sehingga memiliki daya tahan fisik yang cukup baik. Meski demikian, pihaknya terus mengimbau para jamaah tabligh itu lebih baik melakukan isolasi mandiri sebelum pulang ke daerah masing-masing.

    Wali Kota Jakarta Barat Rustam Effendi memastikan ratusan jamaah yang berstatus ODP itu terus dikontrol kesehatannya oleh petugas kesehatan Puskesmas Tamansari.

    "Sampai hari ini belum ada laporan yang sakit," ujar Rustam.

    Petugas medis mendatangi para jamaah sehari sekali, dengan menggunakan alat pelindung diri lengkap.

    Jemaah tersebut juga mendapat obat-obatan untuk mengatasi keluhan ringan.

    Sebelumnya, 39 jamaah masjid itu yang berstatus pasien dalam pengawasan (PDP) di Masjid Jami Kebon Jeruk dipindahkan untuk mendapat perawatan di Rumah Sakit Darurat COVID-19 Wisma Atlet, Kemayoran, Jakarta Pusat, Sabtu 28 Maret 2020. Ratusan jamaah yang lain terpaksa menjalani karantina di masjid tersebut setelah ditemukan tiga jamaah asal Sumatera positif terinfeksi virus corona COVID-19.


     


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    BPOM, Panduan Penerapan New Normal di Warung Makan

    BPOM memberi petunjuk mengenai penerapan new normal di berbagai tempat. Ada enam rekomendasi ikhwal tatanan baru ketika mengunjungi warung makan.