Pandemi Corona: Tenaga Medis di Jakarta Masih Kekurangan APD

Reporter:
Editor:

Aditya Budiman

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Penjahit menunjukkan baju APD dari bahan Spunbond yang baru selesai dikerjakan di Pajang, Surakarta, Jawa Tengah, Jumat, 27 Maret 2020. Industri rumahan ini mendapatkan lonjakan permintaan saat mewabahnya virus corona. Tempo/Bram Selo Agung Mardika

    Penjahit menunjukkan baju APD dari bahan Spunbond yang baru selesai dikerjakan di Pajang, Surakarta, Jawa Tengah, Jumat, 27 Maret 2020. Industri rumahan ini mendapatkan lonjakan permintaan saat mewabahnya virus corona. Tempo/Bram Selo Agung Mardika

    TEMPO.CO, Jakarta - Tim Gugus Covid 19 DKI menyebutkan tenaga medis di Jakarta masih membutuhkan pasokan alat pelindung diri atau APD untuk menanggulangi pandemi Corona. "Bantuan yang masih dibutuhkan antara lain alat pelindung diri," ujar Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinkes DKI, Dwi Oktavia, saat konferensi pers daring di Balai Kota, Rabu 1 April 2020.

    Menurut Dwi, kebutuhan yang masih kurang antara lain masker, sarung tangan, disinfektan hingga bantuan natura. Pemerintah Provinsi DKI Jakarta baru menerima bantuan 40.000 APD dari Badan Penanggulangan Bencana Nasional.

    Sebelumnya, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan menyatakan kebutuhan APD di Jakarta mencapai 1.000 unit APD per hari. "Dalam kondisi dua minggu terakhir, rata-rata kebutuhan APD satu hari 1.000 APD," ujar Anies.

    Mantan menteri pendidikan dan kebudayaan ini mengatakan rata-rata kebutuhan alat pelindung diri yang tinggi tersebut mencerminkan kondisi penanganan pandemi Corona di Jakarta. Dia berharap agar angka kebutuhan APD tersebut tidak terus meningkat.

    TAUFIQ SIDDIQ


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    BPOM, Panduan Penerapan New Normal di Warung Makan

    BPOM memberi petunjuk mengenai penerapan new normal di berbagai tempat. Ada enam rekomendasi ikhwal tatanan baru ketika mengunjungi warung makan.