73 Jamaah Tabligh Masjid Kebon Jeruk Positif Corona

Reporter:
Editor:

Clara Maria Tjandra Dewi H.

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Petugas keamanan berjaga di depan Mesjid Jami' Kebon Jeruk, Jakarta, Ahad, 29 Maret 2020. TEMPO/Muhammad Hidayat

    Petugas keamanan berjaga di depan Mesjid Jami' Kebon Jeruk, Jakarta, Ahad, 29 Maret 2020. TEMPO/Muhammad Hidayat

    TEMPO.CO, Jakarta - Jumlah jamaah tabligh Masjid Jami Kebon Jeruk yang positif corona COVID-19 meroket menjadi 73 orang, setelah ditemukan ada 3 jamaah yang terinfeksi.   

    Pada saat ini, mereka dirawat di Rumah Sakit Darurat Corona Wisma Atlet Kemayoran, Jakarta Pusat. 

    "Para pasien saat ini dilakukan rawat inap di Wisma Atlet untuk diisolasi. Dengan demikian bahwa virus korona ini bisa menyerang kepada siapa saja dan tidak ada yang kebal dengan COVID-19," ujar Wapangkogasgabpad RS Darurat Corona Wisma Atlet Brigjen TNI M Saleh Mustafa dalam keterangan tertulisnya, Selasa 7 April 2020. 

    Saleh menjelaskan para pasien itu datang secara bertahap ke Wisma Atlet. Gelombang pertama datang pada 26 Maret 2020 berjumlah 3 orang. Mereka dinyatakan positif corona setelah Sudin Kesehatan Jakarta Barat melakukan rapid test kepada para jamaah.

    Sehari setelahnya, 39 orang jamaah masjid jami itu dibawa ke Wisma Atlet untuk diisolasi karena berinteraksi dekat dengan 3 jamaah yang positif. Pada saat itu status mereka masih sebagai Orang Dalam Pemantauan (ODP).

    Pada 2 April 2020, sebanyak 31 jamaah yang terdiri dari 13 WNA dan 18 WNI dibawa ke Wisma Atlet. Hasil tes menyatakan mereka semua positif corona dan memerlukan isolasi sesegera mungkin. 

    Melihat hal ini, Saleh meminta masyarakat tak menganggap sepele pandemi virus corona ini. "Karena tidak ada seorang pun yang mengetahui datangnya virus. Terbukti dengan positifnya 73 Jamaah Tabligh Kebon Jeruk Jakarta Barat," kata dia. 

    Sebelumnya, sebanyak 300 orang harus menjalani karantina di Masjid Jami Kebon Jeruk, Jakarta Barat pada Kamis, 26 Maret 2020 karena ada 3 jamaah yang terjangkit COVID-19. Ratusan jamaah itu harus menjalani karantina selama 14 hari untuk mencegah penularan.

    Adapun ke-3 jamaah yang positif corona itu merupakan anggota Jamaah Tabligh (JT) asal Sumatera Utara dan Aceh yang pernah mengikuti Tabligh Akbar di Masjid Jamek Sri Petaling, Petaling Jaya, Selangor, Malaysia, 27 Februari-1 Maret 2020. Mereka bertiga datang ke Jakarta untuk mengikuti tabligh akbar di Masjid Jami Kebon Jeruk, Jakarta Barat. 


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    BPOM, Panduan Penerapan New Normal di Warung Makan

    BPOM memberi petunjuk mengenai penerapan new normal di berbagai tempat. Ada enam rekomendasi ikhwal tatanan baru ketika mengunjungi warung makan.