90 Persen Penumpang KRL di Depok Kantongi Surat Tugas

Reporter:
Editor:

Clara Maria Tjandra Dewi H.

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Penumpang menunggu kedatangan Kereta KRL Commuterline di Stasiun Manggarai, Jakarta, Senin, 20 April 2020. Saat ini PSBB telah berlaku di wilayah Jabodetabek. TEMPO/Hilman Fathurrahman W

    Penumpang menunggu kedatangan Kereta KRL Commuterline di Stasiun Manggarai, Jakarta, Senin, 20 April 2020. Saat ini PSBB telah berlaku di wilayah Jabodetabek. TEMPO/Hilman Fathurrahman W

    TEMPO.CO, Depok – Penerapan Pembatasan Sosial Berskala Besar atau PSBB Depok resmi diperpanjang hari ini, semua penumpang KRL wajib memiliki surat tugas dari kantor. 

    Puluhan aparat gabungan TNI, Polri dan Dinas Perhubungan berjaga mengawasi penumpang yang hendak menaiki kereta rel listrik (KRL) dari Stasiun Depok Baru yang berada persis dekat Terminal Depok tersebut.

    Pengetatan aturan di Stasiun Depok Baru, Rabu pagi 13 Mei 2020 ini diberlakukan karena Pemerintah Kota Depok resmi memperpanjang penerapan PSBB.

    Kepala Terminal Depok Reynold John mengatakan, petugas dikerahkan untuk memeriksa kelengkapan surat-surat penumpang yang hendak menaiki KRL.

    “Sesuai aturan, warga yang masih bekerja di masa PSBB harus miliki surat tugas dari kantor, hari ini kita sisir kelengkapan itu,” kata Reynold kepada Tempo, Rabu 13 Mei 2020.

    Reynold mengatakan, jika ada calon penumpang kereta yang tidak membawa surat tugas, mereka tidak akan diperkenankan memasuki area stasiun dan menaiki KRL.

    “Tidak ada toleransi, kalau ada masyarakat yang tidak membawa surat kita sarankan untuk kembali lagi ke rumah,” kata Reynold.

    Hasil operasi tersebut, lanjut Reynold, ada kurang lebih 20 orang warga yang tidak diperbolehkan masuk area stasiun. Sisanya, lolos karena dapat menunjukkan surat.

    “Sekitar 20-an orang yang tidak boleh, tapi sebagian besar masyarakat sudah membawa surat tugas hampir 90 persen,” kata Reynold

    Reynold mengatakan, penjagaan petugas pada stasiun-stasiun akan terus dilakukan selama pelaksanaan PSBB Depok ini. “Tujuannya untuk menghindari kepadatan penumpang dalam KRL,” kata Reynold.

    Pelaksanaan PSBB Depok sudah memasuki fase ketiga yang berlangsung sejak tanggal 13 Mei 2020 hingga 26 Mei 2020. Atas permintaan lima kepala daerah termasuk Kota Depok, operasional KRL dihentikan sementara agar pelaksanaan PSBB efektif. Namun, hal itu tidak dikabulkan pemerintah pusat.

    Sebagai gantinya, lima kepala daerah, tersebut sepakat memperketat operasional KRL, yaitu penumpang yang boleh naik KRL hanya pekerja yang bisa menunjukkan surat tugas dari 8 industri yang dapat dikecualikan selama PSBB.

    ADE RIDWAN YANDWIPUTRA


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Lakon DPR, Jokowi, dan MK dalam Riwayat Akhir Kisah KPK

    Pada 4 Mei 2021, Mahkamah Konstitusi menolak uji formil UU KPK. Dewan Perwakilan Rakyat dan Presiden Jokowi juga punya andil dalam pelemahan komisi.