Mal di Jakarta Bakal Dibuka, Warga Belum Tertarik Datang

Reporter:
Editor:

Aditya Budiman

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Warga memilih pakaian di sebuah pusat perbelanjaan di Jakarta, Kamis, 21 Mei 2020. Meski masih dalam penerapan PSBB, sejumlah toko penyedia pakaian mulai ramai dikunjungi calon pembeli menjelang Idul Fitri 1441 H. ANTARA/Muhammad Adimaja

    Warga memilih pakaian di sebuah pusat perbelanjaan di Jakarta, Kamis, 21 Mei 2020. Meski masih dalam penerapan PSBB, sejumlah toko penyedia pakaian mulai ramai dikunjungi calon pembeli menjelang Idul Fitri 1441 H. ANTARA/Muhammad Adimaja

    TEMPO.CO, Jakarta - Sejumlah mal di Jakarta rencananya akan kembali beroperasi secara bertahap mulai Jumat, 5 Juni 2020. Rencana tersebut bergulir di tengah masih tingginya angka penularan kasus Corona.

    Meski akan dibuka kembali, beberapa warga mengatakan belum tertarik untuk datang ke pusat perbelanjaan karena khawatir masih tingginya risiko penularan Covid-19.
    Ayu (27 tahun), misalnya. Ia menyatakan tak tertarik dengan rencana pembukaan mal meski diakui berbelanja kebutuhan sehari-hari secara daring (online) cukup menguras dana.

    "Enggak begitu tertarik (ke mal). Kecuali ke supermarketnya karena memang kalau belanja kebutuhan sehari-hari online terhitung agak mahal," kata pekerja kantoran itu.

    Sementara Arief (33), karyawan perusahaan IT, menuturkan tak tertarik berkunjung ke mal di Jakarta karena cenderung merasa lebih boros secara waktu dan biaya dibanding dengan yang saat ini dilakukan secara daring.

    "Kalau ke mal malah cenderung banyak beli yang diinginkan, bukan yang dibutuhkan. Kalau memang serius mau new normal seharusnya aktivitas ke mal juga ada konsep new normal-nya," ujar Arief.

    Sementara Toro (36) menyebut rindu dengan suasana kedai kopi (coffee shop) yang kerap didatangi di tengah kesibukan pekerjaan sebelum pandemi melanda. "Kalau aku butuhnya coffee shop sih," katanya seraya menambahkan belum tertarik ke mal dan mungkin akan meneruskan kebiasaan meracik sendiri kopinya.

    Sedangkan Galih (26), menuturkan merasa biasa saja dengan rencana pembukaan mal di Jakarta. Selain mengaku tidak terlalu suka ke pusat perbelanjaan, ia menyebut tak ada urgensi dari pembukaan mal di tengah pandemi. "Enggak ada urgensi buat ke mal sekarang, jadi ya biasa saja," tutur Galih.

    Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan menegaskan belum ada keputusan untuk mengizinkan pusat perbelanjaan kembali buka pada 5 Juni 2020 setelah Pembatasan Sosial Berskala Besar atau PSBB tahap tiga selesai.

    "Jadi kalau saat ini ada yang mengatakan mal akan dibuka tanggal 5 itu imajinasi itu fiksi karena belum ada aturan yang mengatakan PSBB diakhiri," ujar Anies Baswedan dalam keterangan resmi Pemprov DKI, Selasa 25 Mei 2020.

    TAUFIQ SIDDIQ


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Dirjen Hubjat: 3 Poin Utama Pedoman Teknis Keselamatan Pesepeda

    Dirjen Perhubungan Darat Kemenhub menyebutkan tiga pokok utama pedoman teknis keselamatan pesepeda. Ada tiga poin yang perlu diperhatikan.