New Normal di Jakarta, Kadin: Pengusaha Tak Keberatan Rogoh Kocek

Reporter:
Editor:

Clara Maria Tjandra Dewi H.

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pengunjung mencuci tangan dan diperiksa suhu tubuhnya sebelum memasuki pusat perbelanjaan Thamrin City di Jakarta, Sabtu, 30 Mei 2020. Kementerian Perdagangan akan membuka kembali aktivitas perdagangan seperti pasar rakyat, toko swalayan, pusat perbelanjaan serta tempat hiburan mulai bulan Juni 2020 secara bertahap di masa normal baru dengan penerapan protokol kesehatan yang ketat. ANTARA/Hafidz Mubarak A

    Pengunjung mencuci tangan dan diperiksa suhu tubuhnya sebelum memasuki pusat perbelanjaan Thamrin City di Jakarta, Sabtu, 30 Mei 2020. Kementerian Perdagangan akan membuka kembali aktivitas perdagangan seperti pasar rakyat, toko swalayan, pusat perbelanjaan serta tempat hiburan mulai bulan Juni 2020 secara bertahap di masa normal baru dengan penerapan protokol kesehatan yang ketat. ANTARA/Hafidz Mubarak A

    TEMPO.CO, Jakarta - Penerapan New Normal di Jakarta membuat para pengusaha harus merogoh kocek lebih dalam untuk menyiapkan berbagai fasilitas demi mengikuti protokol kesehatan. Namun mereka tidak keberatan agar bisnisnya bisa berjalan.  

    Para pengusaha retail, seperti mal dan pusat perbelanjaan, harus menyiapkan anggaran ekstra agar bisnisnya bisa berjalan di tengah pandemi Covid-19. 

    "Ada penambahan biaya yang harus mereka keluarkan, tapi mereka merasa itu perlu dilakukan. Sebab kalau tidak, kapan bisnisnya akan bisa kembali beroperasi," ujar Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (Kadin) DKI Jakarta Diana Dewi saat dihubungi Tempo, Senin, 1 Juni 2020. 

    Diana menjelaskan pengeluaran ekstra yang harus dikeluarkan tak cuma seperti menyediakan fasilitas cuci tangan, hand sanitizer, dan alat pengecekan suhu lebih banyak. Para pengusaha juga harus menyediakan vitamin, makan siang, hingga pengurangan jam kerja. 

    "Memang kondisi seperti ini tidak sama antara semua pengusaha, ya. Mereka juga tidak mengeluhkan hal ini, karena merasa harus dilakukan," ujar Diana.

    Protokol standar kesehatan yang harus diikuti oleh para pengusaha mal di Jakarta itu sesuai dengan Surat Edaran Menteri Perdagangan Nomor 12 Tahun 2020, tanggal 28 Mei 2020 perihal Pemulihan Aktivitas Perdagangan yang dilakukan pada Masa Pandemi Covid-19 dan New Normal. Dalam aturan tersebut, ada 10 poin protokol kesehatan yang wajib dipatuhi jika pengusaha ingin bisnis retailnya kembali beroperasi saat New Normal diberlakukan. 

    Protokol itu antara lain, jumlah maksimal pengunjung mal hanya 40 persen dari jumlah kunjungan normal, seluruh petugas mal wajib mengikuti tes PCR atau rapid test untuk membuktikan bebas Covid-19, hingga mewajibkan penggunaan masker dan pengecekan suhu kepada seluruh pengunjung mal. 

    Sampai saat ini, Diana mengatakan sudah ada 60 mal di Jakarta yang siap menjalankan protokol kesehatan itu. Mereka siap melakukan pembukaan mal segera setelah pemerintah mengumumkan penerapan New Normal. 


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Setelah Wabah Virus Corona, Pemerintah Kini Waspadai Flu Babi

    Di tengah wabah virus corona, pemerintah Indonesia kini mewaspadai temuan strain baru flu babi. Flu itu pertama kali disinggung pada 29 Juni 2020.