Dewan Masjid Indonesia Siapkan Protokol Ibadah di Masjid

Reporter:
Editor:

Aditya Budiman

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Warga menjalankan ibadah shalat zuhur dengan memberi jarak antar jamaah dengan sekat plastik di Masjid Daarul Wasiilah Desa Brujul, Jaten, Karanganyar, Jawa Tengah, Sabtu, 30 Mei 2020. Pengurus masjid setempat memasang sekat plastik untuk memberi jarak antar jamaah sebagai persiapan menghadapi normal baru dan ketentuan ibadah shalat berjamaah dengan menerapkan protokol kesehatan untuk mencegah penularan COVID-19. ANTARA

    Warga menjalankan ibadah shalat zuhur dengan memberi jarak antar jamaah dengan sekat plastik di Masjid Daarul Wasiilah Desa Brujul, Jaten, Karanganyar, Jawa Tengah, Sabtu, 30 Mei 2020. Pengurus masjid setempat memasang sekat plastik untuk memberi jarak antar jamaah sebagai persiapan menghadapi normal baru dan ketentuan ibadah shalat berjamaah dengan menerapkan protokol kesehatan untuk mencegah penularan COVID-19. ANTARA

    TEMPO.CO, Jakarta - Ketua Dewan Masjid Indonesia (DMI) DKI Jakarta, Makmun Al Ayyubi, mengatakan tengah menyusun protokol kesehatan beribadah di masjid menjelang berakhirnya pembatasan sosial dan menuju kebijakan new normal. Namun, ia menyebut, DMI masih menunggu diperpanjang atau tidaknya aturan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB Jakarta) yang akan berakhir pada 4 Juni 2020.

    "Kami sedang menyiapkan protokol kesehatan, sesuai dengan SE Menteri Agama dan nanti juga menyesuaikan dengan keputusan dari Gubernur DKI Jakarta," ujar Makmun kepada Tempo pada Senin, 1 Juni 2020.

    Surat Edaran yang dimaksud Makmun adalah SE Nomor 15 Tahun 2020 Tentang Panduan Penyelenggaraan Kegiatan Keagamaan di Rumah Ibadah dalam Mewujudkan Masyarakat Produktif dan Aman Covid di Masa Pandemi. Surat tersebut dikeluarkan oleh Menteri Agama Fachrul Razi pada 29 Mei 2020.

    Dari usulan protokol sementara yang dibuat, DMI Jakarta membagi menjadi dua kategori, yakni menjaga keamanan diri saat menuju masjid dan kegiatan yang harus dilakukan pengurus masjid. Makmun mengatakan protokol keseharan itu rencananya akan diterapkan di 3.700 masjid yang ada di Jakarta. "Tapi ini mungkin masih akan disesuaikan bagaimana keputusan gubernur nanti," kata dia.

    Isi protokol menjaga keamanan diri saat menuju masjid adalah cuci tangan dengan sabun atau hand sanitizer sebelum berangkat ke masjid, anak-anak, orangtua atau orang yang sakit tetap berada di rumah saja. Lalu membawa Al-Quran sendiri dari rumah atau membacanya melalui handphone masing-masing, membawa/menggunakan sajadah/sarung/mukena sendiri.

    Kemudian menjaga jarak kurang lebih dua meter antarjamaah dan hindari bersalaman atau kontak fisik lainnya. Berikutnya ialah selalu menggunakan masker, berwudhu di rumah, dan hindari berkerumun saat masuk dan keluar dari masjid.

    Sedangkan protokol yang harus dilakukan oleh pengurus masjid berdasarkan yang disiapkan oleh DMI adalah membuka masjid 15 menit sebelum azan dan menutup masjid 10 menit setelah selesai shalat, kurangi waktu tunggu antara azan dengan iqamah sekitar 10 menit.

    Lalu untuk sementara waktu karpet digulung, simpan Al Quran dan buku-buku lainnya, pastikan jarak aman antar jamaah sekitar dua meter, Jangan membagikan makanan dan minuman di dalam masjid. Kemudian tutup toilet dan tempat wudhu, tromol keliling masjid/musala diganti yang statis atau ditaruh di pintu masjid/musala.

    M YUSUF MANURUNG


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Dirjen Hubjat: 3 Poin Utama Pedoman Teknis Keselamatan Pesepeda

    Dirjen Perhubungan Darat Kemenhub menyebutkan tiga pokok utama pedoman teknis keselamatan pesepeda. Ada tiga poin yang perlu diperhatikan.