Begini Pramugari Sempat Tegur Anak Amien Rais Sebelum Cekcok dengan Nawawi

Reporter:
Editor:

Dwi Arjanto

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Mumtaz Rais. Instagram

    Mumtaz Rais. Instagram

    TEMPO.CO, Jakarta -Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya Komisaris Besar Yusri Yunus mengatakan anak Amien Rais, Mumtaz Rais, sempat ditegur oleh pramugari sebelum terlibat cekcok dengan Wakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Nawawi Pomolango.

    "MR ditegur oleh pramugari selama tiga kali. Kemudian setelah itu ditegur oleh pegawai KPK itu," kata Yusri di Polda Metro Jaya, Jumat, 14 Agustus 2020.

    Setelah ditegur oleh Nawawi, kata Yusri, Mumtaz Rais justru melawan. Keduanya kemudian terlibat cekcok.

    Baca juga: Polda Metro Jemput Bola Pelaporan Wakil Ketua KPK Soal Anak Amien Rais di Pesawat

    Nawawi lantas mengadu ke Pos Polisi Terminal 3 pada Rabu malam, 13 Agustus, pukul 20.00 ketika pesawat Garuda GA 643 Rute Gorontalo - Makassar - Jakarta mendarat di Bandara Internasional Soekarno-Hatta.

    "Tapi belum bikin laporan. Baru mengadu," kata Yusri.

    Sebelumnya, Direktur Utama Garuda Indonesia Irfan Setiaputra menjelaskan bahwa keributan tersebut dipicu ketika Mumtaz kedapatan menggunakan ponsel ketika pesawat boarding dari Gorontalo dan ketika refueling sewaktu transit di Makassar. Sesuai aturan keselamatan penerbangan, kata dia, awak kabin telah menyampaikan peringatan kepada Mumtaz.

    Namun peringatan itu tidak diindahkan oleh Mumtaz yang merupakan salah satu putra politisi senior Amien Rais tersebut.

    Selain itu, Mumtaz justru melakukan teguran kepada awak kabin. Sikap itu lantas membuat Nawawi yang juga berada di pesawat turut menegur Mumtaz.

    "Kejadian ini tengah ditangani pihak berwajib," kata Irfan dalam keterangan tertulisnya, Jumat, 14 Agustus 2020.

    Garuda Indonesia, kata Irfan, akan menghormati proses hukum yang berjalan termasuk secara kooperatif akan memberikan informasi lebih lanjut bila dibutuhkan. Maskapai penerbangan pelat merah itu disebut akan memberi dukungan penuh terhadap awak kabin yang mendapatkan perlakukan tidak menyenangkan, khususnya ketika berupaya menerapkan aturan keselamatan penerbangan terhadap penumpang.

    "Garuda Indonesia tidak akan memberikan toleransi terhadap pihak pihak yang kedapatan dengan sengaja melanggar aturan keselamatan penerbangan," kata Irfan.

    Lihat juga: Deretan Pejabat yang Berulah di Bandara, dari Mulai Ribut hingga Menampar Pramugari

    M YUSUF MANURUNG | JONIANSYAH


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Masker Scuba Tak Efektif Halau Covid-19, Bandingkan dengan Bahan Kain dan N95

    Dokter Muhamad Fajri Adda'i tak merekomendasikan penggunaan masker scuba dan buff. Ada sejumlah kelemahan pada bahan penutup wajah jenis tersebut.