Dubes Jepang Kunjungi Proyek Konstruksi MRT Jakarta Fase 2 Bundaran HI - Harmoni

Reporter:
Editor:

Clara Maria Tjandra Dewi H.

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • (kiri ke kanan) Direktur Konstruksi PT MRT Jakarta Silvia Halim, Komisaris Utama MRT Muhammad Syaugi, dan Direktur Utama MRT William Sabandar saat meninjau pengerjaan proyek MRT Fase 2 di kawasan Monas, Jakarta Pusat, Selasa, 11 Agustus 2020. TEMPO/Lani Diana

    (kiri ke kanan) Direktur Konstruksi PT MRT Jakarta Silvia Halim, Komisaris Utama MRT Muhammad Syaugi, dan Direktur Utama MRT William Sabandar saat meninjau pengerjaan proyek MRT Fase 2 di kawasan Monas, Jakarta Pusat, Selasa, 11 Agustus 2020. TEMPO/Lani Diana

    TEMPO.CO, Jakarta - Duta Besar Jepang untuk Indonesia Masafumi Ishii dan Kepala Perwakilan JICA Indonesia Shinichi Yamanaka meninjau proyek konstruksi MRT Jakarta, Rabu. Pada saat ini proyek MRT yang sedang dikerjakan adalah Jalur Utara-Selatan Fase II Zona Kerja 201.

    Pembangunan Zona Kerja 201 yang dimulai Juni 2020 adalah bagian pertama dari Jalur Utara-Selatan Fase 2 antara Stasiun Bundaran HI dan Stasiun Harmoni. Zona ini merupakan bagian dari pembangunan perpanjangan rel MRT menuju ke Stasiun Kota.

    Dubes Ishii berharap dengan perpanjangan rel MRT ini, kehidupan masyarakat Jakarta menjadi lebih baik. "Saya terkesan proses pembangunan dapat berjalan sesuai jadwal, meskipun Covid-19 belum mereda. Proyek MRT merupakan simbol, baik bagi persahabatan maupun kerja sama antara Jepang dan Indonesia," kata Dubes Ishii dalam keterangan tertulis Kedubes Jepang di Jakarta, Rabu 16 September 2020.

    Direktur Utama PT MRT Jakarta William Sabandar mengatakan MRT Fase 2 terdiri dari dua paket proyek, yakni MRT Fase 2A yang mencakup jalur dari kawasan Hotel Indonesia sampai Kota, dan Fase 2B dari Kota sampai Ancol Barat.

    MRT akan membangun delapan stasiun, yakni Stasiun Thamrin, Monas, Harmoni, Sawah Besar, Mangga Besar, Glodok, Kota, dan Depo Ancol Barat.

    Dari delapan stasiun MRT tersebut, stasiun Thamrin dan Kota menjadi stasiun yang paling besar, dengan panjang 400 meter. Bahkan, stasiun itu memiliki 10 pintu masuk, area komersial sepanjang 200 meter, dan terintegrasi langsung dengan Transjakarta.

    Baca juga: Imbas Pengerjaan MRT Fase 2A, 867 Pohon Akan Direlokasi dan Diganti

    “Stasiun ini akan menjadi stasiun paling besar, terinterkoneksi dengan jalur Trans Jakarta yang dilengkapi dengan area komersil juga,” kata William dalam situs MRT Jakarta.

    MRT Fase 2 memiliki jalur sepanjang 7,8 kilometer ini dan dibangun di atas tanah (at grade) yang berlokasi di Kampung Bandan, Jakarta Utara. Sementara itu, tujuh stasiun lain dibangun di bawah tanah (underground).
     
    Stasiun yang akan dilalui atau disinggahi kereta MRT Jakarta Fase II antara lain Stasiun Sarinah, Stasiun Monas, Stasiun Harmoni, Stasiun Sawah Besar, Stasiun Mangga Besar, Stasiun Glodok, Stasiun Kota, dan Stasiun sekaligus Depo Kampung Bandan.

    MRT Jakarta Fase 2 rute Bundaran HI-Kota dibangun sepanjang 5,8 km dan akan memiliki tujuh stasiun bawah tanah, yakni Sarinah, Monas, Harmoni, Sawah Besar, Mangga Besar, Glodok, dan Kota.
    Stasiun bawah tanah itu memiliki kedalaman mulai dari 17 meter hingga 36 meter. 


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Hati-hati, Ada 5 Tempat Rawan Penularan Virus Corona di Kantor

    Penelitian mengumpulkan daftar lima titik risiko penyebaran Covid-19 di kantor. Sejumlah titik penularan virus corona sering kita abaikan.