Marak Begal Sepeda, Polisi Sarankan Pesepeda Gowes Bareng

Reporter:
Editor:

Clara Maria Tjandra Dewi H.

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pesepeda melintas di Jalan Jenderal Sudirman saat kembali berlakunya PSBB Transisi di Jakarta, Rabu, 21 Oktober 2020. Sepeda masih menjadi alat transportasi alternatif para pekerja di masa PSBB Transisi. TEMPO/M Taufan Rengganis

    Pesepeda melintas di Jalan Jenderal Sudirman saat kembali berlakunya PSBB Transisi di Jakarta, Rabu, 21 Oktober 2020. Sepeda masih menjadi alat transportasi alternatif para pekerja di masa PSBB Transisi. TEMPO/M Taufan Rengganis

    TEMPO.CO, Jakarta - Wakil Kepala Polres Jakarta Selatan Ajun Komisaris Besar Antonius Agus Rahmanto menyarankan pesepeda lebih berhati-hati karena kasus begal sepeda kembali marak.

    Antonius menyarankan pesepeda tidak mengenakan aksesori berlebihan saat bersepeda di jalanan Ibu Kota. "Kemudian kalau bisa bersepeda secara kelompok atau ada temannya," kata Antonius saat dihubungi pada Jumat, 23 Oktober 2020.

    Wakapolres Jaksel itu mengatakan, aksesori yang dipakai oleh pesepeda bisa memancing niat orang untuk melakukan tindak kejahatan. Aksesori seperti ponsel atau perhiasan itu memunculkan pandangan dari begal bahwa korban merupakan orang berada secara ekonomi.

    Antonius juga mengingatkan agar pesepeda meningkatkan kewaspadaan bila berada di tempat umum. Pola begal sepeda di Ibu Kota tergolong cukup sederhana, biasanya berlangsung pada pagi hari di jalan protokol.

    Begal sepeda muncul berbarengan dengan tren warga DKI Jakarta bersepeda di saat pandemi Covid-19. Sejauh ini para begal tidak terdeteksi mengincar sepeda khusus yang berharga puluhan juta.

    "Mungkin ini dari pandangan pelaku, mereka melihat ini (pesepeda) orang yang berada, karena mungkin dari aksesori yang dipakai. Itu mungkin jadi acuan," kata dia.

    Antonius mengatakan bahwa hingga saat ini belum ada laporan resmi yang diterima Polres Metro Jakarta Selatan dan jajarannya dari para korban begal sepeda. Namun polisi telah membentuk dua Satgas, yang bertugas mencegah dan mengungkap.

    Kasus begal sepeda kembali viral setelah aktor Anjasmara Prasetya menjadi korbannya. Informasi ini dikabarkan oleh putrinya, Amanda Annete di media sosial.

    Baca juga: Anjasmara Jadi Korban Begal Saat Bersepeda di Jalan Sudirman, Polisi Cek CCTV

    Dalam video di Instagram, pemeran Si Cecep itu mengatakan bahwa peristiwa yang menimpanya terjadi pada Senin kemarin, sekitar pukul 07.30. "Dia pegang-pegang baju gue, ngapain nih orang pegang baju gue. Astaga, kayanya mau ambil handphone, gue baru sadar," ujar Anjasmara dalam video tersebut.

    Sadar diincar begal sepeda, Anjasmara kemudian berusaha memukul pelaku yang saat itu berada di atas motor dengan tangan kiri. Namun aksi tersebut justru membuatnya terjatuh dari sepeda. Akibatnya pundak kirinya terluka hingga harus diperban.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    QAnon dan Proud Boys, Kelompok Ekstremis Sayap Kanan Pendukung Donald Trump

    QAnon dan Proud Boys disebut melakukan berbagai tindakan kontroversial saat memberi dukungan kepada Donald Trump, seperti kekerasan dan misinformasi.