Saran ke Media, Anies Baswedan: Mulailah Pakai Subtitle Bahasa Inggris

Reporter:
Editor:

Juli Hantoro

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan usai mengikuti rapat paripurna penandatanganan MoU KUPA-PPAS 2020 di Gedung DPRD DKI, 2 November 2020. Tempo/Imam Hamdi

    Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan usai mengikuti rapat paripurna penandatanganan MoU KUPA-PPAS 2020 di Gedung DPRD DKI, 2 November 2020. Tempo/Imam Hamdi

    TEMPO.CO, Jakarta - Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan menilai sudah saatnya mempertimbangkan bahwa pembaca atau pendengar berita Jakarta datang dari luar negeri. Untuk itu, dia menyarankan media massa menyematkan teks berbahasa Inggris di setiap pemberitaan.

    "Kalau boleh saya merujuk mulailah untuk menggunakan subtitle berbahasa Inggris. Kita harus sudah menempatkan karya-karya jurnalistik kita dalam skala internasional," kata dia saat menyampaikan pidatonya yang disiarkan secara virtual, Senin, 2 November 2020.

    Jakarta, Anies menuturkan, merupakan kota terbesar di sisi selatan dunia. Karena itulah, seharusnya Jakarta menempatkan diri sebagai pemain dunia dengan asumsi audiens berskala lokal dan internasional.

    Dia menginginkan Jakarta bukan menjadi penonton pergerakan di dunia, melainkan aktif sebagai pelaku global. Anies menyinggung karya jurnalistik wartawan di masa awal pergerakan bangsa yang kerap dibaca di pelbagai negara.

    Lagipula, dia menganggap, karya jurnalistik saat ini tidak kalah dengan buatan wartawan di tempat lain. Selain itu, kata Anies, banyak hal membanggakan yang dikerjakan di Jakarta.

    "Jadi kalau reportase-reportase kita bisa memiliki audiens yang lebih luas, insya Allah akan membawa nama Jakarta di kancah internasional lebih jauh lagi," jelas dia.

    Hari ini Anugerah Jurnalistik MH Thamrin ke-46 diselenggarakan di ruang pola lantai 2 Gedung Blok G Balai Kota Jakarta. Penghargaan MH Thamrin diberikan kepada tujuh pemenang utama dari masing-masing kategori.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Selamat Jalan KPK

    Berbagai upaya melemahkan posisi KPK dinilai tengah dilakukan. Salah satunya, kepemimpinan Firli Bahuri yang dinilai membuat kinerja KPK jadi turun.