Keterpakaian Tempat Tidur Pasien Covid-19 Naik Lagi, Anies: Ekstra Hati-hati

Reporter:
Editor:

Endri Kurniawati

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan memberikan penjelasan usai menjalani pemeriksaan di Mapolda Metro Jaya, Selasa, 17 November 2020. Selama 9 jam diperiksa, Anies mengaku diberikan 33 pertanyaan oleh penyidik. TEMPO/Adam Prireza

    Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan memberikan penjelasan usai menjalani pemeriksaan di Mapolda Metro Jaya, Selasa, 17 November 2020. Selama 9 jam diperiksa, Anies mengaku diberikan 33 pertanyaan oleh penyidik. TEMPO/Adam Prireza

    TEMPO.CO, Jakarta - Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mengatakan, keterpakaian tempat tidur pasien Covid-19 mulai naik. Dia menyerukan agar semua pihak ekstra hati-hati. "Kita harus ekstra hati-hati lagi," kata dia dalam diskusi virtual, Selasa, 24 November 2020.

    Anies mengatakan ada 98 rumah sakit rujukan Covid-19 di Jakarta saat ini. Per 22 November, 75 persen dari 6.016 tempat tidur isolasi telah terisi.

    Keterpakaian tempat tidur ICU mencapai 69 persen dari 837 unit. Sedangkan lokasi isolasi mandiri terkendali dengan kapasitas 899 orang telah terpakai 53 persen. Menurut dia, okupansi tempat tidur isolasi dan ICU sempat menurun. Bahkan, keterpakaiannya pernah hanya sekitar 21 persen.

    "Sekarang sudah mulai naik lagi," ujar Anies Baswedan.

    Jumlah kasus harian Covid-19 di Jakarta terus meningkat. Penambahan kasus sempat di kisaran 800-900 orang per hari pada awal November. Namun, tambahan pasien positif Covid-19 kini tembus lagi seribu orang per hari.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Fatwa MUI Nyatakan Vaksin Covid-19 Sinovac Berstatus Halal, Ini Alasannya

    Keputusan halal untuk vaksin Covid-19 itu diambil setelah sejumlah pengamatan di fasilitas Sinovac berikut pengawasan proses pembuatan secara rinci.