Usai Ekspedisi Ciliwung, Wali Kota Bogor Bima Arya Bersihkan Sampah Sungai

Reporter:
Editor:

Clara Maria Tjandra Dewi H.

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Walikota Bogor, Bima Arya, memperhatikan tumpukan sampah yang berada di pinggiran aliran sungai Ciliwung dalam Ekspedisi Ciliwung 10 Nov 2020.

    Walikota Bogor, Bima Arya, memperhatikan tumpukan sampah yang berada di pinggiran aliran sungai Ciliwung dalam Ekspedisi Ciliwung 10 Nov 2020.

    TEMPO.CO, Bogor - Wali Kota Bogor Bima Arya melakukan kegiatan membersihkan sampah dan penanaman pohon di bantaran Sungai Ciliwung, hari ini. Kegiatan itu dilakukan Bima Arya bersama Satgas Ciliwung Kota Bogor, Komunitas Peduli Ciliwung Kota Bogor, serta warga setempat.

    Kegiatan penanaman bibit pohon alpukat dan membersihkan sampah di bantaran Sungai Ciliwung itu diselenggarakan di Kelurahan Kedunghalang, Kecamatan Bogor Utara. Dalam kegiatan itu Bima Arya dan Satgas Ciliwung berhasil mengumpulkan puluhan kantong plastik sampah.

    Menurut Bima Arya, kegiatan ini merupakan tindak lanjut dari Ekspedisi Ciliwung yang dilakukannya saat menyusuri Sungai Ciliwung dari Kota Bogor sampai ke Pintu Air Manggarai di Jakarta Selatan, pada 10-11 November lalu.

    "Untuk memberikan motivasi kepada Satgas Ciliwung dan pihak terkait lainnya, guna menjaga dan memelihara kebersihan aliran Sungai Ciliwung," kata Bima Arya, Jumat, 27 November 2020.

    Sungai Ciliwung melintasi 14 kelurahan di Kota Bogor, sehingga Bima Arya memberikan motivasi kepada para lurah yang wilayahnya dilintasi Sungai Ciliwung, untuk menjaga kebersihan sungai. Dia minta para lurah juga memberikan edukasi kepada warga, sekaligus mencari solusinya.

    "Saat ini masih musim hujan, jadi masih ada potensi banjir," katanya.

    Baca juga: Rizieq Shihab Diam-diam Swab Test, Bima Arya: Tanpa Kabari Pemkot Bogor

    Menurut Bima Arya, untuk mencegah longsor dan banjir, upaya pencegahannya yang efektif adalah melakukan penghijauan yakni menanam pohon di bantaran sungai. "Dengan menanam pohon tanaman keras, pengaruhnya akan lebih efektif dan lebih alami, dari pada memasang bronjong," katanya.


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Operasi Ketupat 2021 Demi Menegakkan Larangan Mudik, Berlaku 6 Mei 2021

    Sekitar 166 ribu polisi diterjunkan dalam Operasi Ketupat 2021 untuk menegakkan larangan mudik. Mereka tersebar di lebih dari 300 titik.