Kedisiplinan Protokol Kesehatan Covid, Ridwan Kamil: Kota Bekasi Paling Patuh

Reporter:
Editor:

Clara Maria Tjandra Dewi H.

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Gubernur Ridwan Kamil saat meninjau ruang penyimpanan kontainer pendingin vaksin Covid-19 Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Barat di kawasan pergudangan Biz Park, Bandung, Rabu, 6 Januari 2021. PT Biofarma telah mendistribusikan vaksin Covid-19 untuk wilayah Jawa Barat. TEMPO/Prima Mulia

    Gubernur Ridwan Kamil saat meninjau ruang penyimpanan kontainer pendingin vaksin Covid-19 Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Barat di kawasan pergudangan Biz Park, Bandung, Rabu, 6 Januari 2021. PT Biofarma telah mendistribusikan vaksin Covid-19 untuk wilayah Jawa Barat. TEMPO/Prima Mulia

    TEMPO.CO, Jakarta - Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil mengatakan evaluasi sepekan pengetatan PSBB Proporsional menunjukkan Kota Bekasi paling patuh dan Depok terburuk.

    “Kami punya metode menghitung kedisiplinan warga. Kedisiplinan warga itu yang 3M, bagi dua yaitu menjaga jarak dan memakai masker, itu dilaporkan oleh tim dari Pol PP, TNI, Polri,” kata Ridwan di Bandung, Senin, 18 Januari 2020.

    Hasil evaluasi selama sepekan ini memperlihatkan warga Kota Bekasi paling patuh memakai masker. "Jadi saya ucapkan terimakasih pada masyarakat Kota Bekasi. Yang paling tidak patuh memakai masker adalah Kota Tasikmalaya,” kata dia.

    Kota Bekasi juga mendapat penilaian tinggi untuk disiplin menjaga jarak. “Yang bisa menjaga, patuh menjaga jarak juga jatuh pada Kota Bekasi,” kata dia. 

    Dua penilaian terbaik tersebut menempatkan Kota Bekasi dapat penilaian paling disiplin. “Jadi Kota Bekasi dinilai se-Jawa Barat paling disiplin, walaupun belum sempurna, tapi paling disiplin dibanding yang lain,” ujarnya.

    Namun tetangganya, yaitu Kota Depok, justru mendapat penilaian warga yang paling tidak patuh terhadap jaga jarak.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kenali Varian Covid-19 AY.4.2 Delta Plus yang Bisa Memicu Gelombang Ketiga

    Menteri Kesehatan memberi isyarat bahaya gelombang ketiga yang disebabkan varian Delta Plus. Walau pun masih dalam batas aman, publik diharap waspada.