Trotoar di Jakarta Hampir 90 Persen Dipakai Parkir Liar dan PKL

Reporter:
Editor:

Juli Hantoro

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Wajah trotoar Kemang pasca-revitalisasi, di Jakarta, Ahad, 26 Januari 2020. Jalur pedestrian ini juga memiliki sejumlah patok pembatas kendaraan agar tidak dijadikan lokasi parkir liar. TEMPO/Hilman Fathurrahman W

    Wajah trotoar Kemang pasca-revitalisasi, di Jakarta, Ahad, 26 Januari 2020. Jalur pedestrian ini juga memiliki sejumlah patok pembatas kendaraan agar tidak dijadikan lokasi parkir liar. TEMPO/Hilman Fathurrahman W

    Tempo.co, Jakarta - Ketua Koalisi Pejalan Kaki Alfred Sitorus mengatakan, 90 persen trotoar di DKI Jakarta, telah terokupasi pedagang kaki lima hingga parkir liar. "Hampir tidak ada ruas trotoar di DKI yang steril dari pedagang atau parkir liar," kata Alfred saat dihubungi, Senin, 1 Maret 2021.

    Bahkan, kata dia, di kawasan Jalan Sudirman-M.H. Thamrin yang menjadi pusat kota dan bisnis juga masih ditemukan motor yang parkir di trotoar. Padahal, kawasan jalan tersebut salah satu tempat yang dijadikan rujukan penilaian memenangkan Sustainable Transport Award (STA).

    "Salah satu yang diperhitungkan itu kan soal pejalan kaki yang diutamakan. Tapi sampai sekarang masih ditemukan pelanggaran di trotoar," ujarnya.

    Baca juga: Diadukan Koalisi Pejalan Kaki karena Parkir Sembarangan, Puluhan Motor Diangkut

    ADVERTISEMENT

    Alfred menyesalkan penghargaan yang didapatkan Pemerintah DKI sebagai kota yang mengembangkan fasilitas bagi pejalan kaki. Namun, kata dia, faktanya Pemprov DKI masih terseok-seok dalam menjaga trotoarnya dari pedagang hingga parkir liar.

    "Jadi harus dipertanyakan penghargaan itu dengan komitmen penegakan hukum bagi yang melanggar aturan. Terutama bagi hak-hak pejalan kaki," ujarnya.

    Lemahnya penegakan hukum, kata dia, terlihat dari kasus penyandang tunanetra yang menabrak truk yang terparkir di trotoar Jalan Panglima Polim baru-baru ini. Menurut dia, banyak kasus pelanggaran penggunaan hak pejalan kaki lainnya yang terjadi di Ibu Kota.

    "Bahkan ada tunanetra harus berjalan di badan jalan karena trotoarnya digunakan berjualan dan parkir kendaraan. Padahal ada jalur khusus yang disediakan di trotoar dan itu bukan pajangan," ujarnya.

    IMAM HAMDI


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Yuk! Mulai Menabung untuk Menunaikan Ibadah Haji

    Yuk! Mulai Menabung untuk Menunaikan Ibadah Haji