Polsek Setiabudi Bantah Tak Layani Pelaporan Kasus Pencabulan Sesama Jenis

Reporter:
Editor:

Clara Maria Tjandra Dewi H.

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi pencabulan. Shutterstock

    Ilustrasi pencabulan. Shutterstock

    TEMPO.CO, Jakarta - Kapolsek Setiabudi AKBP Yogen Heroes Baruno membantah tudingan tak melayani pelaporan kasus dugaan pencabulan sesama jenis. Pelapor berinisial DT menuding laporannya tak direspons saat membuat laporan pada Senin kemarin. 

    Menanggapi tudingan itu, Yogen mengatakan Polsek Setiabudi sudah menerima laporan tersebut dengan baik. 

    "Yang bersangkutan memang datang ke Polsek melaporkan dugaan pelecehan seksual dan sudah diterima dengan baik oleh penyidik. Pelapor sudah dibuatkan berita acara interview atau wawancara oleh petugas piket," kata Yogen saat dikonfirmasi, Selasa, 6 April 2021.

    Namun di tengah proses pemeriksaan, penyidik menemukan ada berkas yang masih belum dilengkapi oleh pelapor. Yogen mengatakan pihaknya kemudian meminta DT untuk melengkapi berkas laporan seperti seperti alat bukti dan saksi pelecehan itu. 

    "Penyidik menilai masih kurangnya syarat formil dan materil untuk melaporkan tindak pidana," kata Yogen. 

    Sambil menunggu DT melengkapi berkasnya, polsek juga telah berkoordinasi dengan unit PPA Satuan Reskrim Polres Jakarta Selatan. Penyidik juga sudah meminta keterangan dari terduga terlapor dalam kasus ini. "Jadi apa yang disampaikan saudara DT tidak benar," kata Yogen. 

    Kasus dugaan pencabulan sesama jenis yang dialami oleh DT ini viral di media sosial. Melalui media sosial pribadinya, DT menyebut dilecehkan secara seksual oleh seseorang lelaki berinisial ASW alias ACC. DT menyebut sudah banyak pria yang menjadi korban pelecehan ACC itu. 

    Ia pun mengunggah salah satu bukti video pencabulan ACC ke media sosial pribadinya di Instagram. Tapi video itu sudah di-take down oleh Instagram karena konten bermuatan sensitif. 

    "Kalau ada yang merasa jadi korban tolong kasih info, dan please share photo ini, karena live video sudah ditake down oleh pihak Instagram karena si pelaku sendiri yang mereport!" ujar DT. 

    DT mengatakan sudah berusaha melaporkan tindakan ACC itu ke Polsek Setiabudi, Jakarta Selatan, namun ia mengklaim laporannya tak dilayani dengan baik.

    DT bahkan mengunggah klaimnya tentang pelaporan kasus pencabulan sesama jenis itu ke akun media sosialnya. "Saya cuma mau kasih tau kalau saya sudah melaporkan kasus saya ini ke Polsek Setiabudi kemarin malam, mereka tidak melayani saya dengan baik, mungkin karena yang melecehkan pria dan yang dilecehkan pria. Mereka tidak menanyakan sama sekali nama pelaku siapa! Dan saya tidak tau laporan saya semalem diteruskan atau tidak. Semoga hukum di Indonesia tidak pandang bulu," tulis akun DT. 


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Aman dan Nyaman Liburan Lebaran Idul Fitri 1442 H

    Ada sejumlah protokol kesehatan yang sebaiknya Anda terapkan kala libur lebaran 2021. Termasuk saat Salat Idul Fitri 1442H