Jumlah Pasien Covid-19 di Kota Bogor Menurun

Reporter:
Editor:

Clara Maria Tjandra Dewi H.

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Rumah Sakit Lapangan Kota Bogor berkapasitas 64 tempat tidur untuk pasien positif COVID-19 dengan gejala riangan hingga sedang. ANTARA/HO/Pemkot Bogor

    Rumah Sakit Lapangan Kota Bogor berkapasitas 64 tempat tidur untuk pasien positif COVID-19 dengan gejala riangan hingga sedang. ANTARA/HO/Pemkot Bogor

    TEMPO.CO, Bogor - Jumlah pasien Covid-19 di Kota Bogor turun menjadi 788 orang pada hari Jumat. Angka itu turun 65 dari 853 orang sehari sebelumnya. 

    Data Dinas Kesehatan Kota Bogor mencatat pada Jumat, 9 April 2021 terdapat 99 pasien sembuh, 39 pasien baru dan lima pasien meninggal akibat Covid-19. 

    "Dengan tambahan pasien sembuh, pasien baru terkonfirmasi, serta pasien meninggal, maka jumlah pasien positif yang masih sakit pada hari ini menjadi 788 pasien," kata Kepala Dinas Kesehatan Kota Bogor Sri Nowo Retno, Jumat. 

    Dari 788 pasien Covid-19 itu, pasien bergejala sedang hingga berat dirawat di rumah sakit. Pasien Covid-19 yang dirawat di 21 RS rujukan ada 248 pasien atau 30,7 persen dari 809 tempat tidur rumah sakit Covid-19.

    Pasien gejala ringan sebagian dirawat di Rumah Sakit Lapangan (RSL) di Kota Bogor dan Pusat Isolasi di Gedung Pusdiklat BPKP di Ciawi Kabupaten Bogor.

    Menurut Retno, jumlah kasus Covid-19 aktif itu menunjukkan penurunan. Jumlah 788 pasien itu 5,49 persen dari total kasus Covid-19 Kota Bogor yang mencapai 14.335 kasus.

    Baca juga: Kasus Covid-19 Melandai, Kota Bogor Hentikan Operasional Rumah Sakit Lapangan

    Sampai hari Jumat, pasien Covid-19 di Kota Bogor yang sudah sembuh tercatat 13.315 orang atau 92,88 persen. Sedangkan pasien meninggal menjadi 232 pasien atau 1,62 persen dari jumlah keseluruhan kasus Covid-19.


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Penggerogotan Komisi Antirasuah, Isu 75 Pegawai KPK Gagal Tes Wawasan Kebangsaan

    Tersebar isu 75 pegawai senior KPK terancam pemecatan lantaran gagal Tes Wawasan Kebangsaan. Sejumlah pihak menilai tes itu akal-akalan.