Jenderal Kekaisaran Sunda Nusantara Diminta Lunasi Pajak Mobil Pajero Miliknya

Reporter:
Editor:

Juli Hantoro

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Polda Metro Jaya tangkap kendaraan dengan pelat nomor 'Kekaisaran Sunda Nusantara' di Tol Cawang, Jakarta Timur, Rabu, 5 Mei 2021 ANTARA/HO-Polda Metro Jaya

    Polda Metro Jaya tangkap kendaraan dengan pelat nomor 'Kekaisaran Sunda Nusantara' di Tol Cawang, Jakarta Timur, Rabu, 5 Mei 2021 ANTARA/HO-Polda Metro Jaya

    TEMPO.CO, Jakarta - Rusdi Karepesina, pria yang mengaku sebagai jenderal dari Tentara Negara Kekaisaran Sunda Nusantara mengungkap soal kepemilikan mobil yang disetop polisi kemarin.

    Menurut Rusdi, mobil Pajero miliknya kini masih ditahan oleh Direktorat Lalu Lintas Polda Metro Jaya. Alasannya, mobil tersebut tak memiliki berkas kelengkapan yang sah dan menunggak pajak.

    Polisi kemudian meminta Rusdi melunasi pajak itu terlebih dulu sebagai syarat penebusan kendaraannya. Namun, Rusdi merasa keberatan karena BPKB mobil masih ada di leasing karena cicilan mobilnya belum lunas.

    "Terus bapak polisi desak saya untuk lunas dulu baru (bisa ditebus), itu kan satu hal yang enggak masuk akal," ujar Rusdi saat dihubungi, Kamis, 6 Mei 2021. 

    Rusdi mengatakan pihaknya belum bisa melakukan pelunasan mobil itu, sehingga tak bisa membayar pajaknya. Sebab, menurut dia, pelunasan pajak kendaraan memerlukan BPKB yang saat ini masih ditahan di leasing

    Rusdi juga menganggap pelunasan pajak kendaraan itu sama saja menyerahkan kendaraannya ke pihak leasing, karena cicilan mobilnya belum terbayar. 

    "Saya bilang (ke polisi), bapak udah menyalahi aturan Presiden juga. Kapolri kan udah perintahkan, leasing yang mau ambil mobil dengan paksa enggak boleh," kata Rusdi. 

    Sebelumnya Rusdi ditangkap polisi lantaran mengendarai mobil dengan nomor polisi yang tak biasa yaitu SN 45 RSD. Setelah ditelisik, polisi mengungkap bahwa pria yang memiliki mobil itu mengaku sebagai warga Negara Kekaisaran Sunda Nusantara.

    Kasat Patroli Jalan Raya (PJR) Ditlantas Polda Metro Jaya Komisaris Akmal mengatakan mereka terjaring razia pada Rabu, 5 Mei 2021 sekira pukul 11.00 WIB siang. 

    Dalam perkara ini, polisi turut menyita sejumlah barang bukti berupa kartu anggota Tentara Kekaisaran Sunda Nusantara atau TKSN hingga topi bintang dua dari tangan Rusdi Karepesina. Total ada 11 kartu yang dijadikan barang bukti oleh polisi. 

    Baca juga: Ternyata Jenderal Negara Kekaisaran Sunda Nusantara Seorang Wiraswasta

    M JULNIS FIRMANSYAH 


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Komitmen Pengelolaan Gambut Lestari di Lahan Konsesi

    Komitmen Pengelolaan Gambut Lestari di Lahan Konsesi