Daftar 21 Paroki di Keuskupan Agung Jakarta yang Diminta Setop Misa Offline

Reporter:
Editor:

Clara Maria Tjandra Dewi H.

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Suasana Gereja Katedral Jakarta menjelang ibadah Natal secara tatap muka pada pukul 11.00 mendatang, Jumat, 25 Desember 2020. Tempo/M Yusuf Manurung

    Suasana Gereja Katedral Jakarta menjelang ibadah Natal secara tatap muka pada pukul 11.00 mendatang, Jumat, 25 Desember 2020. Tempo/M Yusuf Manurung

    TEMPO.CO, Jakarta - Keuskupan Agung Jakarta menghentikan sementara kegiatan keagamaan offline di 21 Paroki karena peningkatan kasus Covid-19 di Ibu Kota Jakarta. Keuskupan Agung Jakarta mempertimbangkan penghentian kegiatan di paroki yang berada di zona merah atau zona oranye penyebaran Covid-19.

    Keputusan ini dibuat berdasarkan aturan Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas pada Rabu 16 Juni 2021 tentang Pembatasan Pelaksanaan Kegiatan Keagamaan di Rumah Ibadat.

    “Berdasarkan surat edaran dari Kementerian Agama Republik Indonesia No. SE 13 tahun 2021 tentang Pembatasan Pelaksanaan Kegiatan Keagamaan di Rumah Ibadat, maka Keuskupan Agung Jakarta mengeluarkan Surat Keputusan No. 295/3.5. 1.2/2021 berupa beberapa catatan dan keputusan yang merupakan hasil penegasan bersama Bapak Uskup dan Kuria KAJ,” kata Sekretaris KAJ Adi Prasojo melalui keterangan tertulisnya pada Jumat 18 Juni 2021.

    Berikut 21 Paroki di wilayah DKI Jakarta yang diminta menghentikan kegiatan misa offline sementara atau hanya diperbolehkan misa virtual:

    ADVERTISEMENT

    Paroki-paroki tersebut adalah sebagai berikut :

    1. Bojong
    2. Cengkareng
    3. Cilandak
    4. Cilangkap
    5. Cilincing
    6. Danau Sunter
    7. Duren Sawit
    8. Halim
    9. Jagakarsa
    10. Lubang Buaya
    11. Kalideres
    12. Kapuk
    13. Kelapa Gading
    14. Kosambi Baru
    15. Matraman
    16. Pademangan
    17. Pluit
    18. Pulo Gebang
    19. Sunter
    20. Tomang
    21. Meruya

    Prasojo menyampaikan bahwa pihaknya akan melakukan pemantauan terus menerus bersama TGK (tim gugus kendali) Paroki dengan selalu berdiskusi dengan TGK KAJ.  

    “Keuskupan Agung Jakarta akan selalu memantau perkembangan dan akan menginformasikan waktu untuk memulai kembali pelaksanaan misa offline dan pelayanan Sakramen yang disebutkan di atas, sesuai dengan arahan dari pemerintah,” kata Prasojo.

    Baca juga: Ikut Arahan Menteri Agama, Keuskupan Agung Jakarta Setop Misa Offline


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Jangan Terlalu Cepat Makan, Bisa Berbahaya

    PPKM level4 mulai diberlakukan. Pemerintah memberikan kelonggaran untuk Makan di tempat selama 20 menit.