Alasan Geng Motor Rampok Remaja di Taman Sari: Kesal Sering Dilaporkan ke Polisi

Reporter:
Editor:

Endri Kurniawati

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi geng motor. TEMPO/Iqbal Lubis

    Ilustrasi geng motor. TEMPO/Iqbal Lubis

    Jakarta - Anggota geng motor, WM dan MR yang disangka merampok dua remaja di Taman Sari, Jakarta Barat mengaku kesal dengan para korban karena kerap dilaporkan mereka ke polisi. Kepada penyidik WM yang merupakan ketua geng motor, sudah mengenal korban dan merupakan teman bermain.  

    Tersangka pelaku curiga korban karena sering memberikan informasi kepada polisi. "Memang jadi kami pantau, dia jengkel. Lalu ambil motor korban terus digebukin," ujar Kanit Reskrim Polsek Metro Taman Sari Ajun Komisaris Lalu Mesti Ali saat dihubungi, Sabtu, 19 Juni 2021. 

    Geng motor pimpinan WM sering menjadi dalang tawuran di kawasan Taman Sari. Pihaknya mendapat informasi itu dari para korban. Oleh karena itu, WM bersama teman-temannya memutuskan untuk merampok kedua korban dan memukulinya. 

    Mesti Ali menjelaskan korban saat ini sudah mencabut laporannya di Polsek Taman Sari. Alasannya, pelaku masih di bawah umur dan pihak keluarga memilih menyelesaikan masalah ini dengan cara damai. "Tapi masih kami tahan, nanti kami gelarkan. Karena untuk penanganan anak tunduk kepada UU Peradilan Anak."  

    ADVERTISEMENT

    Perampokan yang dilakukan WM dan MR terjadi pada Rabu malam lalu, 16 Juni 2021. Saat itu WM yang merupakan ketua geng motor mengajak 15 temannya mencari mangsa untuk dirampok. 

    Hingga akhirnya kedua korban yang tengah berboncengan di satu sepeda motor melintas dan dihentikan oleh komplotan ini. WM memerintahkan anggotanya untuk menganiaya korban, sedangkan MR merampas sepeda motor beserta ponsel milik kedua korban. 

    Akibat penganiayaan dan perampokan geng motor itu 
    korban luka-luka. "Korban menderita memar di pipi kiri, benjol di bagian kepala belakang, dan robek jari manisnya," ujar Kapolsek Taman Sari Ajun Komisaris Besar Iver Soon Manosoh. 

    Baca: Perampokan di Taman Sari, Dua Anggota Geng Motor Diringkus


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Potongan Janggal Hukuman Djoko Tjandra, Komisi Yudisial akan Ikut Turun Tangan

    Pengadilan Tinggi DKI Jakarta mengabulkan banding terdakwa Djoko Tjandra atas kasus suap status red notice. Sejumlah kontroversi mewarnai putusan itu.