Kasus Covid-19 di Jakarta Menurun, Anies Baswedan: Masih 2 Kali dari Gelombang 1

Reporter:
Editor:

Juli Hantoro

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan berjalan di area pemakaman khusus Covid-19 di TPU Rorotan, Cilincing, Jakarta Utara, Kamis, 15 Juli 2021. Pada Februari 2021, TPU Rorotan masih berupa lahan kosong yang dikelilingi hamparan sawah, namun 5 bulan kemudian kini telah dipenuhi ribuan makam korban Covid-19. ANTARA/M Risyal Hidayat

    Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan berjalan di area pemakaman khusus Covid-19 di TPU Rorotan, Cilincing, Jakarta Utara, Kamis, 15 Juli 2021. Pada Februari 2021, TPU Rorotan masih berupa lahan kosong yang dikelilingi hamparan sawah, namun 5 bulan kemudian kini telah dipenuhi ribuan makam korban Covid-19. ANTARA/M Risyal Hidayat

    TEMPO.CO, Jakarta - Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mengatakan kondisi wabah Covid-19 di Ibu Kota mulai mengalami tren penurunan kasus. Namun, dia mengingatkan situasi ini masih lebih besar dua kali lipat ketimbang gelombang pertama pandemi Covid-19.

    "Jangan kemudian cepat-cepat puas, karena status hari ini masih dua kali di gelombang pertama dulu," kata dia dalam unggahan video di akun Youtube Pemprov DKI Jakarta, Senin, 26 Juli 2021.

    Anies membeberkan kasus aktif di Jakarta menurun di angka 64 ribu. Padahal, pada 16 Juli 2021, kasus aktif sempat tembus 113 ribu. Dari pantauan Tempo,

    Menurut dia, pelandaian ini konsisten dengan tren penurunan di beberapa parameter lain. Salah satunya persentase pasien positif Covid-19 yang semula sekitar 45 persen kini di kisaran 25 persen.

    Penurunan juga terjadi dengan pemakaman jenazah dengan protokol Covid-19. "Yang pernah mencapai lebih dari 350 pemakaman per hari, kini sudah turun di bawah 200 per hari," ujar Anies Baswedan.

    Baca juga: Anies Baswedan Pangling Saat Sambangi TPU Rorotan


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Ketahui, Syarat Sebelum Melakukan Perjalanan atau Traveling Saat PPKM

    Pemerintah menyesuaikan sejumlah aturan PPKM berlevel, termasuk syarat traveling baik domestik maupun internasional.