Anies Baswedan Pangling Saat Sambangi TPU Rorotan

Reporter:
Editor:

Endri Kurniawati

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan berbincang dengan Kepala Dinas Pertamanan dan Hutan Kota Provinsi DKI Jakarta, Suzi Marsitawati saat meninjau area pemakaman khusus Covid-19 di TPU Rorotan, Cilincing, Jakarta Utara, Kamis, 15 Juli 2021.  ANTARA/M Risyal Hidayat

    Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan berbincang dengan Kepala Dinas Pertamanan dan Hutan Kota Provinsi DKI Jakarta, Suzi Marsitawati saat meninjau area pemakaman khusus Covid-19 di TPU Rorotan, Cilincing, Jakarta Utara, Kamis, 15 Juli 2021. ANTARA/M Risyal Hidayat

    TEMPO.CO, Jakarta - Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan kembali menyambangi TPU Rorotan, Jakarta Utara, salah satu lokasi pemakaman jenazah dengan protokol Covid-19 pada Kamis lalu, 15 Juli 2021. Anies menceritakan pengalamannya yang pangling saat melihat banyaknya liang lahat di TPU Rorotan.

    "Sore kemarin, saat masuk ke pemakaman para syuhada ini terasa pangling. Hanya dalam hitungan hari, hamparan tanah lapang itu berubah jadi deretan kuburan yang amat banyak." Anies menulisnya dalam akun Instagram @aniesbaswedan pada Jumat sore, 16 Juli 2021.

    Anies bertemu keluarga yang kehilangan ayah dan ibu karena terinfeksi Covid-19. Dia menyaksikan tangisan keluarga yang sedang mendoakan orang tuanya.

    Kamis lalu, kata Anies, Dinas Pertamanan dan Hutan Kota DKI Jakarta mencatat terdapat 281 jenazah yang dikuburkan dengan protokol Covid-19. Mereka adalah orang-orang yang sebulan lalu masih bugar dan bahagia, tapi kini keadaan berubah. "Itu adalah kisah pilu ribuan keluarga," ucap dia.

    Anies mengingatkan warga Ibu Kota untuk mengurangi bepergian jika tak ada urusan mendesak. Dia meminta warga tidak menganggap sepele Covid-19 yang seolah-olah hanya terekam dalam berita.

    Lonjakan kasus Covid-19 Jakarta terjadi sejak akhir Mei 2021. Hingga kini, penambahan kasus di atas 10 ribu per hari. Persentase keterisian tempat tidur isolasi dan ICU Jakarta pun sudah di atas 90 persen.

    "Kami sudah jadi saksi begitu banyak yang mengentengkan Covid-19, lalu dalam hitungan hari berubah duka," kata Anies Baswedan.

    Baca: Anies Baswedan: Salat Idul Adha di Rumah dan Tak Ada Takbir Keliling


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    PTM Lahirkan Klaster Covid-19 di Sekolah, 3 Provinsi Catat Lebih dari 100 Gugus

    Kebijakan PTM mulai diterapkan sejak akhir Agustus lalu. Namun, hanya anak 12 tahun ke atas yang boleh divaksin. Padahal, PTM digelar mulai dari PAUD.