MUI Minta Prediksi Joe Biden Jakarta Tenggelam Jangan Dianggap Enteng, Kenapa?

Reporter:
Editor:

Clara Maria Tjandra Dewi H.

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Kawasan wisata Monumen Nasional (Monas) di Jakarta, Kamis, 13 Agustus 2020. Badan Penerbangan dan Antariksa Amerika Serikat ayau NASA menyebut Jakarta dan pulau reklamasi menjadi salah satu kota pesisir yang terancam tenggelam. Dimana banjir telah menjadi masalah besar karena Jakarta terletak di sepanjang beberapa sungai dataran rendah yang meluap selama musim hujan. ANTARA

    Kawasan wisata Monumen Nasional (Monas) di Jakarta, Kamis, 13 Agustus 2020. Badan Penerbangan dan Antariksa Amerika Serikat ayau NASA menyebut Jakarta dan pulau reklamasi menjadi salah satu kota pesisir yang terancam tenggelam. Dimana banjir telah menjadi masalah besar karena Jakarta terletak di sepanjang beberapa sungai dataran rendah yang meluap selama musim hujan. ANTARA

    TEMPO.CO, Jakarta - Majelis Ulama Indonesia (MUI) meminta prediksi Jakarta tenggelam 10 tahun lagi tidak dianggap enteng oleh para ilmuwan di tanah air. Prediksi Jakarta tenggelam karena pemanasan global itu dilontarkan oleh Presiden Amerika Serikat Joe Biden, pekan lalu. 

    "Pernyataan Joe Biden jangan kita anggap enteng," kata Wakil Ketua Umum MUI Anwar Abbas dalam keterangan tertulisnya di Jakarta, Senin 2 Agustus 2021.

    Pada 27 Juli lalu, Presiden AS Joe Biden mengatakan bahwa bila perubahan iklim ekstrem dan pemanasan global terus berlangsung seperti sekarang, maka Jakarta terancam tenggelam dalam 10 tahun mendatang. Sebelumnya, badan antariksa AS (NASA) juga menyampaikan prediksi serupa. 

    Menurut Abbas, para ilmuwan harus meningkatkan kewaspadaan agar tidak ada kesan membiarkan persoalan ini berlarut-larut hingga kondisi bahaya tampak di depan mata.

    NASA menyoroti Jakarta karena pemompaan air tanah secara luas yang menyebabkan tenggelam, atau surut, dengan kecepatan tinggi. Menurut beberapa perkiraan, sebanyak 40 persen kota sekarang berada di bawah permukaan laut. Foto : NASA

    Wakil Ketua Umum MUI itu berharap pemimpin dan ilmuwan yang menekuni masalah perubahan iklim dan pemanasan global mengambil langkah antisipatif serta studi untuk mencegah bencana itu.

    "Untuk disumbangkan kepada dunia dan pemerintah soal cara antisipasinya," ujar Abbas.


    Selanjutnya Abbas mengatakan perubahan iklim global terjadi karena dampak pembangunan sangat pesat 


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Ini Daftar Lengkap Hari Libur Nasional dan Catatan Tentang Cuti Bersama 2022

    Sebanyak 16 hari libur nasional telah ditetapkan oleh pemerintah. Sedangkan untuk cuti bersama dan pergesera libur akan disesuaikan dengan kondisi.