Evaluasi Penyekatan PPKM di Jakarta, Polda Metro Jaya: 2 Juta Orang Pegang STRP

Reporter:
Editor:

Clara Maria Tjandra Dewi H.

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Petugas memeriksa Surat Tanda Registrasi Pekerja (STRP) pengendara di Pos Penyekatan PPKM Level 4 Lenteng Agung, Jakarta, Rabu, 21 Juli 2021. TEMPO/M Taufan Rengganis

    Petugas memeriksa Surat Tanda Registrasi Pekerja (STRP) pengendara di Pos Penyekatan PPKM Level 4 Lenteng Agung, Jakarta, Rabu, 21 Juli 2021. TEMPO/M Taufan Rengganis

    TEMPO.CO, Jakarta - Direktur Lalu Lintas Polda Metro Jaya Komisaris Besar Sambodo Purnomo Yogo telah melakukan evaluasi penyekatan PPKM di seluruh wilayah Jakarta. Penyekatan selama PPKM Darurat dan PPKM Level 4 tersebut telah berlangsung sejak 2 Juli 2021 atau selama sebulan. 

    Hasilnya, Sambodo mengatakan sudah banyak masyarakat yang memiliki surat tanda registrasi pekerja (STRP). 

    "Data menunjukkan hampir dua juta orang yang pegang STRP," kata Sambodo di Polda Metro Jaya, Jakarta Selatan, Selasa, 3 Agustus 2021. 

    Sambodo menjelaskan, STRP menjadi syarat utama agar pekerja bisa melintasi 100 titik penyekatan yang tersebar di Jakarta, Depok, Tangerang, dan Bekasi (Jadetabek). Surat tersebut hanya bisa dimiliki oleh pekerja sektor esensial dan kritikal saja. 

    Sambodo mengatakan, pada perpanjangan PPKM Level 4 hingga 9 Agustus 2021, Polda Metro Jaya tetap akan melakukan pemeriksaan STRP. Ia juga menegaskan bahwa 100 titik penyekatan masih dalam pemantauan petugas saat ini. 

    "Ada pertanyaan, sekarang kok jalan seolah-olah tak diperiksa? Kami katakan, masih tetap diperiksa," ujar Sambodo. 

    Kemarin, Presiden Jokowi memperpanjang PPKM level 4 mulai Selasa, 3 Agustus 2021 hingga 9 Agustus 2021. Keputusan berdasarkan sejumlah indikator perkembangan Covid-19 dalam beberapa hari terakhir.

    Hingga saat ini ada 100 titik penyekatan di Jakarta yang berlaku mulai dari pukul 06.00-22.00. Penyekatan ini bertujuan untuk mengurangi mobilitas warga dan menekan angka penularan Covid-19. 

    Adapun 100 titik terbagi menjadi 19 titik di dalam kota, di tol 15 titik, di batas kota 10 titik, di wilayah penyanggah 29 titik, dan ruas jalan Sudirman-Thamrin 27 titik.

    Untuk menghindari kepadatan akibat penyekatan tersebut, Polda Metro Jaya kini memberlakukan pembagian waktu pelaksanaan penyekatan dengan rincian sebagai berikut:

    Pukul 06.00-10.00 diperuntukkan bagi masyarakat yang bekerja di luar sektor esensial maupun kritikal. Para pekerja yang masuk dalam sektor esensial-kritikal akan diperbolehkan melewati titik penyekatan.

    Pukul 10.00-22.00 hanya diperuntukkan untuk tenaga kesehatan, perawat, TNI-Polri, dan kendaraan darurat.

    Pada jam ini pekerja sektor esensial-kritikal sudah tidak bisa melintasi titik penyekatan PPKM. Pihak kepolisian akan membuka penyekatan di 100 titik tersebut setelah pukul 22.00-06.00.

    Baca juga: Sebelum PPKM Ditambah Keterisian RS Pasien Covid-19 di Jakarta Tinggal 56 Persen


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    PTM Lahirkan Klaster Covid-19 di Sekolah, 3 Provinsi Catat Lebih dari 100 Gugus

    Kebijakan PTM mulai diterapkan sejak akhir Agustus lalu. Namun, hanya anak 12 tahun ke atas yang boleh divaksin. Padahal, PTM digelar mulai dari PAUD.