Wakil Ketua DPRD DKI Soal Kritik untuk Anies Baswedan

Reporter:
Editor:

Endri Kurniawati

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan memimpin apel apresiasi tim pemulasaraan jenazah Covid-19 di Posko Monas, Rabu, 22 September 2021. TEMPO/Lani Diana

    Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan memimpin apel apresiasi tim pemulasaraan jenazah Covid-19 di Posko Monas, Rabu, 22 September 2021. TEMPO/Lani Diana

    JAKARTA- Wakil Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah atau DPRD DKI Jakarta mengaku tak kaget jika melihat ada elit politik yang menyerang Gubernur Anies Baswedan. Menurut dia, demokrasi di Ibu Kota saat ini patokannya menang, bukan nilai sehingga saling menjatuhkan, bukan lagi memberi sesuatu yang bermanfaat untuk rakyat.

    "Saya tidak kaget, kalau lihat elit parpol menyerang gubernur tanpa argumentasi, data, dan etika sopan santun berbicara,” ujar Zita dalam keterangan tertulisnya pada Jumat, 24 September 2021. 

    Zita menilai tak sedikit program Anies yang diterima warga, salah satunya adalah vaksinasi Covid-19. Mantan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan itu juga disebutnya memiliki segudang prestasi.

    Prestasi itu, kata dia, diakui di tingkat nasional hingga internasional. "Warga tidak buta soal itu, sudah tidak bisa dibodoh-bodohi, digiring dengan opini liar tanpa dasar. Kita semua bisa menilai, mana yang banyak bicara mana yang bekerja.”  

    Zita mengatakan tidak ada yang salah dengan kritik terhadap Anies. Ia salah satu yang paling keras mengkritik Anies jika ada yang salah, namun, kata dia, disampaikan berdasarkan data, fakta, dan argumentasi yang beretika. “Sebagai elit, beri contoh yang baik untuk masyarakat.” 

    Kritik teranyar terhadap Anies disampaikan Pelaksana tugas (Plt) Ketua Umum DPP PSI Giring Ganesha yang menyebut Anies sebagai pembohong. Menurut dia, kebohongan itu tampak dari sikap Anies yang pura-pura peduli di tengah pandemi Covid-19 dan rakyat yang menderita.

    "Rekam jejak pembohong ini harus kita ingat, sebagai bahan pertimbangan saat pemilihan presiden 2024," kata dia dalam keterangan tertulisnya yang dikutip Tempo, Selasa, 21 September 2021. "Jangan sampai Indonesia jatuh ke tangan pembohong, jangan sampai Indonesia jatuh ke tangan Anies Baswedan."

    Pernyataan ini disampaikan Giring dalam video yang diunggah di akun media sosial DPP PSI sejak kemarin, 20 September 2021. Giring menyinggung soal pengucuran dana daerah untuk Formula E. Pembayaran ini juga dicairkan di masa pandemi Covid-19.

    Baca: Anies Baswedan Perintahkan Banjir Surut 6 Jam, Wagub DKI: Angka yang Bijak

    ADAM PRIREZA | LANI DIANA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    LRT Jabodebek Rute Cibubur - Ciracas Bertubrukan, Ini Fakta-faktanya...

    LRT Jabodebek mengalami kecelakaan di antara Stasiun Cibubur Harjamukti dan Ciracas. Direktur Utama PT INKA memberikan penjelasan tentang insiden itu.