Epidemiolog Sebut Penyakit Hepatitis Akut di Jakarta Masih Misterius

Ilustrasi hepatitis. Shutterstock

TEMPO.CO, Jakarta - Pakar epidemiologi dari Griffith University Australia Dicky Budiman, menjelaskan temuan penyakit hepatitis akut di DKI Jakarta bisa dibilang cukup parah.

Alasannya, kata dia, penyakit itu menyebabkan kematian dan juga adanya perburukan terhadap korban yang akhirnya memerlukan transplantasi.

Dia menjelaskan peristiwa itu menjadi pesan yang serius, karena umumnya hepatitis tidak seperti itu selama ini pada anak. "Nah adanya kehadiran penyakit ini belum jelas penyebabnya, belum jelas juga mekanisme penularannya. Tentu harus membuat kita semua waspada," ujar dia saat dihubungi Tempo pada Selasa, 10 Mei 2022.

Menurutnya, secara epidemiologi, setiap penyakit itu harus diketahui setidaknya tiga hal. Pertama aspek manusianya, kelompok usianya berapa dengan faktor risiko seperti apa; kedua tentang tempat seperti apa dan bagaimana pengaruh lingkungan atau sanitasi dan lain sebagainya; dan ketiga waktu, paparannya seperti apa, perlu berapa lama dan lain sebagainya. "Nah itu semua belum jelas," katanya.

Sehingga, Dicky melanjutkan, tidak bisa dianggap remeh. Karena ketidakjelasan itu membuat semua orang tidak tahu bagaimana mengantisipasinya walaupun sebetulnya sudah ada hal yang mendasar yaitu pertahanan diri melalui makan bergizi dan hidup bersih sehat.

"Seperti itu, kan makanan juga harus bersih sehat sanitasi juga dengan personal hygiene juga yang baik, termasuk perilaku 5M juga sebagai salah satu benteng awal yang kuat," tutur dia.

Kepala Dinas Kesehatan DKI Jakarta Widyastuti menyatakan Dinas masih mendalami kriteria klinis dan epidemiologi penyakit hepatitis akut misterius. Menurut dia, pemerintah belum berani menyimpulkan pola penyakit tersebut.

"Namanya juga misterius tentu masih perlu dilakukan pendalaman. Kami tidak tergesa-gesa menyimpulkan ini apa," kata dia kemarin.

Sebelumnya, Kementerian Kesehatan mengungkapkan tiga pasien anak di RSUPN Dr. Cipto Mangunkusumo Jakarta diduga terjangkit hepatitis akut misterius meninggal. Anak-anak itu dirawat selama dua pekan sejak 30 April 2022. Belum diketahui penyebab hepatitis akut.

Widyastuti mengutarakan hepatitis bukanlah penyakit baru. Selama ini sudah ada hepatitis jenis A-E, sehingga kewaspadaan dini pun sudah dimulai sedari dulu.

Belakangan ini baru muncul penyakit dengan gejala serupa yang dinamakan hepatitis akut misterius. Walau begitu, dia berujar, masih didalami penyakit persis yang menyerang ketiga anak-anak tersebut. "Jadi tentu kita semua waspada," ujar dia.

Baca juga: Kasus Hepatitis Akut di Indonesia, Kemenkes: 5 Meninggal, 10 Dirawat






Inggris Kucurkan Dana Rp19,3 Triliun untuk Pembangunan MRT Fase 3

2 jam lalu

Inggris Kucurkan Dana Rp19,3 Triliun untuk Pembangunan MRT Fase 3

PT MRT Jakarta (Perseroda) menjalin kerja sama dengan Pemerintah Kerajaan Inggris dalam pembangunan MRT Fase 3 yang membentang dari Cikarang-Balaraja


Sorot Formula E, PSI: Masih Utang Rp 90 Miliar & Rp 560 Miliar APBD Kok Bilang Untung

20 jam lalu

Sorot Formula E, PSI: Masih Utang Rp 90 Miliar & Rp 560 Miliar APBD Kok Bilang Untung

PSI minta Jakpro segera menyampaikan laporan pertanggungjawaban atau LPJ kegiatan Formula E pada legislatif.


Tahun Ini Dinas Bina Marga DKI Buka 10 Jalan Tembus Atasi Kemacetan

23 jam lalu

Tahun Ini Dinas Bina Marga DKI Buka 10 Jalan Tembus Atasi Kemacetan

Dinas Bina Marga DKI akan membuka 10 jalan tembus tahun ini untuk mengatasi kemacetan. Alokasikan anggaran Rp 200 miliar.


Heru Budi Hartono Sebut Pembebasan Lahan untuk Proyek Sodetan Ciliwung Sudah Tuntas

1 hari lalu

Heru Budi Hartono Sebut Pembebasan Lahan untuk Proyek Sodetan Ciliwung Sudah Tuntas

Heru Budi Hartono memastikan tidak ada lagi pembebasan lahan yang dilakukan untuk proyek sodetan Ciliwung karena masalah sudah tuntas.


Sengkarut Masalah Jakpro: Dugaan Persekongkolan Tender Revitalisasi TIM, Penggelembungan Bayar Pajak Tanah

2 hari lalu

Sengkarut Masalah Jakpro: Dugaan Persekongkolan Tender Revitalisasi TIM, Penggelembungan Bayar Pajak Tanah

PT Jakpro tengah diselimuti persoalan, mulai dari dugaan persekongkolan tender revitalisasi TIM hingga penggelembungan bayar pajak tanah.


Mengenal 3 Jenis Jamu yang Perlu Anda Ketahui

2 hari lalu

Mengenal 3 Jenis Jamu yang Perlu Anda Ketahui

Jamu adalah obat tradisional yang dibuat degan bahan akar, bahan hewan, bunga, kulit kayu, dan daun.


5 Penyakit yang Disebabkan oleh Nyamuk

2 hari lalu

5 Penyakit yang Disebabkan oleh Nyamuk

Saat mengisap, nyamuk menyuntikkan air liur yang sebabkan gatal di kulit. Melalui gigitannya, nyamuk dapat menyebarkan virus menyebabkan penyakit.


Cegah Penyakit Tidak Menular dengan Cara CERDIK

2 hari lalu

Cegah Penyakit Tidak Menular dengan Cara CERDIK

Dokter mengingatkan pentingnya pola hidup CERDIK untuk menekan prevalensi penyakit tidak menular. Apa itu?


Calon Sekda DKI Jakarta, Diseleksi Pansel dan Ditetapkan Jokowi, Siapa Calon Kuat?

2 hari lalu

Calon Sekda DKI Jakarta, Diseleksi Pansel dan Ditetapkan Jokowi, Siapa Calon Kuat?

Tiga nama calon Sekda DKI sudah diserahkan ke Mendagri. Tempo merangkum hal-hal seputar calon Sekda DKI tersebut


Heru Budi Hartono Patuhi Jokowi Turunkan Stunting DKI, Seturun-turunnya, Kerja, Kerja

3 hari lalu

Heru Budi Hartono Patuhi Jokowi Turunkan Stunting DKI, Seturun-turunnya, Kerja, Kerja

Heru Budi Hartono menargetkan penurunan angka stunting di Ibu Kota serendah-rendahnya. Namun, ia tidak merinci jumlah yang ingin dicapai.