DPRD DKI Sesalkan Tingginya Angka Kebocoran Pipa Air Palyja

Petugas Palyja membongkar sambungan pipa dalam sidak pencurian air bersih di Jalan Arjuna Utara, Kebon Jeruk, Jakarta Barat, Jumat, 27 Juli 2018. Tempo/ Fikri Arigi

TEMPO.CO, Jakarta - Ketua Pansus Pengelolaan Air Minum DPRD DKI Jakarta Pandapotan Sinaga menyoroti kasus kebocoran pipa PT PAM Lyonnaise Jaya (Palyja) yang cukup tinggi. Dia menilai kebocoran pipa air itu terjadi lantaran pipa telah usang dan kurangnya perawatan (maintenance) yang dilakukan perusahaan air minum itu. Akibatnya, distribusi air ke masyarakat tidak maksimal.

“Kita kunjungan lihat fisiknya dulu, apalagi ini bangunan sudah dari tahun 1953. Saya rasa persoalannya karena pipa yang sudah puluhan tahun yang sudah berkarat. Itu yang bikin penyebarannya kurang,” kata Pandapotan dalam keterangan tertulis, Selasa, 2 Agustus 2022.

Anggota Pansus Pengelolaan Air Minum DPRD DKI Panji Virgianto juga menyayangkan Palyja yang tidak segera berbenah untuk mengatasi kebocoran yang sudah terjadi bertahun-tahun ini.

Pada 2015, kasus pipa air bocor sudah mencapai 39,3 persen dan terus meningkat hingga saat ini. “Jangan karena kebocoran, rakyat dibebankan dengan asumsi membayar kenaikan. Ini merugikan masyarakat,” ucapnya.

Setiap menggelar reses, Panji mengatakan selalu menerima keluhan warga soal kecilnya air bersih yang mengalir ke rumah warga, padahal pembayaran PAM setiap tahun cenderung meningkat.

“Kebocoran itu berdampak pada harga kubikasi yang dibebankan ke masyarakat. Ini tidak fair. Mereka membayar, padahal airnya tidak sampai ke rumahnya,” ungkapnya.

Panji berharap Pemprov DKI Jakarta melalui Perumda Air Minum (PAM) Jaya tidak lagi memperpanjang kontak kerja dengan PT Palyja pada Februari 2023 mendatang jika tidak mampu memperbaiki kebocoran pipa selama enam bulan ini.

“Saya berharap kita komitmen tidak diperpanjang lagi, kemudian serahkan ke PAM langsung untuk mengelola semuanya. Saya yakin PAM Jaya mampu dan pasti pelayanan ke masyarakat bisa lebih baik. Sebab, kalau pakai pihak ketiga pasti ingin ada keuntungan, beda ya kalau dikelola Pemprov,” tuturnya.

Sementara itu, Production Department Head Palyja Emma Nedi menyatakan perusahaan itu terus berupaya semaksimal mungkin mendistribusikan air bersih ke masyarakat wilayah barat Jakarta.

Ia menjelaskan bahwa proses pengolahan yang telah dilakukan perusahaan telah memenuhi syarat kesehatan mulai dari air baku hingga sampai ke masyarakat telah sesuai Peraturan Menteri Kesehatan (Permenkes) No. 492/2010 tentang Persyaratan Kualitas Air Minum yang Membutuhkan Proses Kurang Lebih Dua Jam.

“Kita menerima air itu dari PJT II (Perum Jasa Tirta) kemudian ada proses pencampuran dengan bahan kimia, proses sendimentasi untuk memisahkan air kotor dengan air bening. Lalu kita saring lagi untuk menghilangkan partikel yang tersisa, masuk ketempat penyimpanan air untuk di desinfektan menghilangkan bakteri, baru kami distribusikan,” kata Production Department Head Palyja itu.

Baca juga: PAM Jaya Ambil Alih Aset Aetra dan Palyja, Layanan Dipastikan Aman






Lepas dari Aetra dan Palyja, PAM Jaya Tak Lagi Bedakan Layanan Berdasarkan Kelas Pelanggan

2 hari lalu

Lepas dari Aetra dan Palyja, PAM Jaya Tak Lagi Bedakan Layanan Berdasarkan Kelas Pelanggan

PAM Jaya akan memberikan layanan yang sama baik untuk masyarakat biasa, ruko, gedung maupun perkantoran.


PAM Jaya Targetkan 1,1 juta Pemasangan Baru Hingga 2030, Bakal Tambah Pipa 4.500 Km

2 hari lalu

PAM Jaya Targetkan 1,1 juta Pemasangan Baru Hingga 2030, Bakal Tambah Pipa 4.500 Km

PAM Jaya menargetkan akan ada 1,1 juta pemasangan baru hingga 2030 mendatang. Akan menambah pipa baru sepanjang 4.500 km.


Heru Budi Dapat Surat Peringatan Soal Swastanisasi Air di Jakarta, Ditagih Proses Evaluasi

5 hari lalu

Heru Budi Dapat Surat Peringatan Soal Swastanisasi Air di Jakarta, Ditagih Proses Evaluasi

Gerakan Rakyat Untuk Kedaulatan Hak Atas Air melayangkan surat peringatan terbuka kepada Heru Budi karena khawatir potensi swastanisasi air jilid II.


PAM Jaya Inspeksi Final Instalasi Pengolahan Air, Tandai Berakhirnya Swastanisasi Air di DKI

8 hari lalu

PAM Jaya Inspeksi Final Instalasi Pengolahan Air, Tandai Berakhirnya Swastanisasi Air di DKI

PAM Jaya akan melakukan inspeksi final kesiapan operasional penuh di Instalasi Pengolahan Air (IPA) 1 Pejompongan. Akhir swastanisasi air di DKI.


Kasus Meikarta, DPR Akan Lakukan Ini: Panggil OJK hingga Bentuk Pansus

9 hari lalu

Kasus Meikarta, DPR Akan Lakukan Ini: Panggil OJK hingga Bentuk Pansus

DPR akan melakukan berbagai upaya dalam menangani kasus Meikarta, mulai dari bentuk pansus hingga pemanggilan Menteri Bahlil Lahadalia.


Komisi VI DPR Dorong Pembentukan Pansus Meikarta

10 hari lalu

Komisi VI DPR Dorong Pembentukan Pansus Meikarta

Wakil ketua Komisi VI DPR RI Mohamad Hekal mengusulkan dibentuk panitia khusus atau pansus Meikarta.


Muhammadiyah DKI Jakarta Dorong Masyarakat Kurangi Pengggunaan Air Tanah, sesuai Fikih Air

16 hari lalu

Muhammadiyah DKI Jakarta Dorong Masyarakat Kurangi Pengggunaan Air Tanah, sesuai Fikih Air

Muhammadiyah DKI Jakarta berkomitmen untuk mendorong masyarakat mengurangi penggunaan air tanah, memanfaatkan air secara baik dan bijak.


Perbaikan Pipa Bocor, Suplai Air Bersih PDAM Tangerang ke Bandara Soekarno-Hatta Terganggu

24 hari lalu

Perbaikan Pipa Bocor, Suplai Air Bersih PDAM Tangerang ke Bandara Soekarno-Hatta Terganggu

Selama perbaikan pipa bocor, akan terjadi gangguan layanan air bersih di wilayah Bandara Soekarno Hatta dan pelanggan PAM Jaya di Warung Gantung.


Komitmen PAM Jaya Usai Swastanisasi Air Bersih Jakarta Berakhir 31 Januari 2023

33 hari lalu

Komitmen PAM Jaya Usai Swastanisasi Air Bersih Jakarta Berakhir 31 Januari 2023

PAM Jaya dan PT Moya Indonesia juga telah meneken Perjanjian Kerja Sama untuk penuhi target cakupan pelayanan 100 persen di Jakarta pada 2030.


Tahun 2030, PAM Jaya Tak Lagi Salurkan Air Bersih Tapi Air Siap Minum

42 hari lalu

Tahun 2030, PAM Jaya Tak Lagi Salurkan Air Bersih Tapi Air Siap Minum

PAM Jaya menargetkan pada 2030 mendatang telah menyalurkan air siap minum dan bukan lagi sekedar air bersih ke masyarakat.