Harga Pangan Melonjak Jelang Natal dan Tahun Baru di Jakarta, Cabai Rp 50 Ribu

Reporter

Editor

Sunu Dyantoro

Pedagang beraktivitas di Pasar Tebet Timur, Jakarta, Senin, 28 Maret 2022. Kini harga cabai rawit merah sudah tembus di angka Rp 60-61 ribu per kilogram sedangkan cabai merah besar juga mengalami kenaikan dan berada di harga Rp 55.000 per kilogram. TEMPO/Tony Hartawan

TEMPO.CO, Jakarta - Harga pangan seperti sayuran dan kebutuhan pokok lainnya naik secara signifikan mulai di dua pasar Jakarta Pusat, menjelang Natal dan Tahun Baru 2023.

Salah satu pedagang sayur di Pasar Serdang, Kecamatan Kemayoran, Acih di Jakarta, Selasa, 6 Desember 2022, mengatakan, beberapa barang dagangannya mengalami kenaikan dan salah satu yang paling terasa adalah harga cabai.

"Hari ini, harga cabai rawit merah dan hijau yang semula Rp35 ribu per kilogram (kg) kini melonjak hingga Rp50 ribu per kg, telur ayam sebelumnya Rp25 ribu per kg,  kini menjadi Rp30 ribu per kg," kata Acih. 

Acih mengungkapkan, akibatnya, omset penjualan kini turun hingga 30 persen karena berimbas pada berkurangnya jumlah pembeli.

"Sejak harga-harga naik di pasar ini, mulai sepi pembeli dan pembeli juga banyak yang mengeluh," ujarnya.

Acih memperkirakan kenaikan harga ini karena tingginya permintaan atau tetap, tetapi pasokan berkurang karena memasuki musim hujan sehingga panen terbatas dan lainnnya. 

"Harapan saya pemerintah mempunyai solusi untuk menekan harga agar memudahkan pedagang dan pembeli," ucapnya.

Sementara itu, pedagang sayur di Pasar Cikini Suci mengungkapkan harga cabai dan jengkol mengalami kenaikan cukup tinggi hampir 50 persen.

"Cabai merah keriting yang Rp20 ribu per kg, sekarang jadi Rp35 ribu atau naik Rp 15 ribu, cabai rawit hijau, tadinya Rp25 ribu menjadi Rp50 ribu, selanjutnya bawang merah biasanya Rp20 ribu-Rp25 ribu, sekarang menjadi Rp30 ribu hingga Rp40 ribu, untuk jengkol yang Rp20 ribu sekarang Rp40 ribu," ucap Suci.

Baca: Airlangga Pantau Harga dan Stok Pangan di Kalimantan Barat, Antisipasi Inflasi Akhir Tahun

Kenaikan harga dipicu pasokan terbatas

Suci mengatakan kenaikan harga diakibatkan musim penghujan dan petani mengalami kebanjiran dan tidak dapat memetik hasil panen.

"Selain musim penghujan dan banjir, kenaikan harga juga dipicu karena tingginya permintaan menjelang akhir tahun," ungkapnya.

Pedagang sayur lainnya, Adi mengatakan per hari ini terjadi kenaikan harga jualnya. "Untuk harga sayur sawi, sebelumnya Rp8 ribu per ikat sekarang Rp12 ribu dan tomat sebelumnya Rp18 ribu per kg kini menjadi Rp20 ribu per kg," kata Adi.

Adi juga mengungkapkan faktor yang membuat harga naik yaitu kondisi cuaca yang memasuki musim penghujan sehingga hasil panen menjadi lebih terbatas dan sedikit. "Harapan saya semoga pemerintah mempunyai solusi dan kembali menurunkan harga ini," imbuhnya.

Baca juga: Indef Prediksi Inflasi November Tembus 0,3 Persen, Harga Beras Jadi Pendorong Terbesar

Selalu update info terkini. Simak breaking news dan berita pilihan dari Tempo.co di kanal Telegram “Tempo.co Update”. Klik https://t.me/tempodotcoupdate untuk bergabung. Anda perlu meng-install aplikasi Telegram terlebih dahulu.






Pj Sekda Lantik 9 Anggota Badan Penyelesaian Sengketa Konsumen DKI 2022-2027.

3 jam lalu

Pj Sekda Lantik 9 Anggota Badan Penyelesaian Sengketa Konsumen DKI 2022-2027.

Pj Sekda DKI Jakarta Uus Kuswanto melantik 9 anggota Badan Penyelesaian Sengketa Konsumen (BPSK) DKI Periode 2022-2027.


Inggris Kucurkan Dana Rp19,3 Triliun untuk Pembangunan MRT Fase 3

11 jam lalu

Inggris Kucurkan Dana Rp19,3 Triliun untuk Pembangunan MRT Fase 3

PT MRT Jakarta (Perseroda) menjalin kerja sama dengan Pemerintah Kerajaan Inggris dalam pembangunan MRT Fase 3 yang membentang dari Cikarang-Balaraja


Sorot Formula E, PSI: Masih Utang Rp 90 Miliar & Rp 560 Miliar APBD Kok Bilang Untung

1 hari lalu

Sorot Formula E, PSI: Masih Utang Rp 90 Miliar & Rp 560 Miliar APBD Kok Bilang Untung

PSI minta Jakpro segera menyampaikan laporan pertanggungjawaban atau LPJ kegiatan Formula E pada legislatif.


Tahun Ini Dinas Bina Marga DKI Buka 10 Jalan Tembus Atasi Kemacetan

1 hari lalu

Tahun Ini Dinas Bina Marga DKI Buka 10 Jalan Tembus Atasi Kemacetan

Dinas Bina Marga DKI akan membuka 10 jalan tembus tahun ini untuk mengatasi kemacetan. Alokasikan anggaran Rp 200 miliar.


Inflasi Januari 2023 Tercatat 5,28 Persen, Kemenkeu: Tren Menurun Perlahan

1 hari lalu

Inflasi Januari 2023 Tercatat 5,28 Persen, Kemenkeu: Tren Menurun Perlahan

Kepala Badan Kebijakan Fiskal Kemenkeu Febrio Kacaribu mengatakan inflasi Januari 2023 tercatat sebesar 5,28 persen (year on year/ YoY).


Heru Budi Hartono Sebut Pembebasan Lahan untuk Proyek Sodetan Ciliwung Sudah Tuntas

1 hari lalu

Heru Budi Hartono Sebut Pembebasan Lahan untuk Proyek Sodetan Ciliwung Sudah Tuntas

Heru Budi Hartono memastikan tidak ada lagi pembebasan lahan yang dilakukan untuk proyek sodetan Ciliwung karena masalah sudah tuntas.


Sengkarut Masalah Jakpro: Dugaan Persekongkolan Tender Revitalisasi TIM, Penggelembungan Bayar Pajak Tanah

2 hari lalu

Sengkarut Masalah Jakpro: Dugaan Persekongkolan Tender Revitalisasi TIM, Penggelembungan Bayar Pajak Tanah

PT Jakpro tengah diselimuti persoalan, mulai dari dugaan persekongkolan tender revitalisasi TIM hingga penggelembungan bayar pajak tanah.


Calon Sekda DKI Jakarta, Diseleksi Pansel dan Ditetapkan Jokowi, Siapa Calon Kuat?

3 hari lalu

Calon Sekda DKI Jakarta, Diseleksi Pansel dan Ditetapkan Jokowi, Siapa Calon Kuat?

Tiga nama calon Sekda DKI sudah diserahkan ke Mendagri. Tempo merangkum hal-hal seputar calon Sekda DKI tersebut


Heru Budi Hartono Patuhi Jokowi Turunkan Stunting DKI, Seturun-turunnya, Kerja, Kerja

3 hari lalu

Heru Budi Hartono Patuhi Jokowi Turunkan Stunting DKI, Seturun-turunnya, Kerja, Kerja

Heru Budi Hartono menargetkan penurunan angka stunting di Ibu Kota serendah-rendahnya. Namun, ia tidak merinci jumlah yang ingin dicapai.


Polda Metro Tetapkan Tersangka Mahasiswa UI yang Meninggal, Azas: Belajarlah dari Kasus Tabrakan Cianjur

3 hari lalu

Polda Metro Tetapkan Tersangka Mahasiswa UI yang Meninggal, Azas: Belajarlah dari Kasus Tabrakan Cianjur

Penetapan tersangka mahasiswa Universitas Indonesia atau mahasiswa UI, Hasya Attalah Syaputra, menuai banyak protes.