Lupa Kata Sandi? Klik di Sini

atau Masuk melalui

Belum Memiliki Akun Daftar di Sini


atau Daftar melalui

Sudah Memiliki Akun Masuk di Sini

Konfirmasi Email

Kami telah mengirimkan link aktivasi melalui email ke rudihamdani@gmail.com.

Klik link aktivasi dan dapatkan akses membaca 2 artikel gratis non Laput di koran dan Majalah Tempo

Jika Anda tidak menerima email,
Kirimkan Lagi Sekarang

Warga Minta Pemprov DKI Terbitkan SK Penetapan Lokasi Konsolidasi Tanah di Muara Angke

image-gnews
Massa aksi yang tergabung dalam Jaringan Rakyat Miskin Kota (JRMK) dan Forum Komunikasi Tanah Merah Bersatu (FKTMB) melaksanakan unjuk rasa di depan Balai Kota DKI Jakarta, Senin, 11 Desember 2023. Selain itu mereka juga menuntut Pemprov DKI Jakarta untuk menyelesaikan beberapa program yang belum selesai pasca perubahan kepemimpinan Gubernur DKI Jakarta yaitu, penyelesaian pembangunan Kampung Susun Akuarium, segera buka akses huni Kampung Susun Bayam untuk warga, segera tagih kewajiban penyerahan tanah PT Emticon di Cilincing, Jakarta Utara kepada Pemprov DKI Jakarta, segera terbitkan SK penetapan lokasi konsolidasi tanah di Muara Angke dan lanjutkan program penataan kampung di Jakarta. TEMPO/ Hilman Fathurrahman W
Massa aksi yang tergabung dalam Jaringan Rakyat Miskin Kota (JRMK) dan Forum Komunikasi Tanah Merah Bersatu (FKTMB) melaksanakan unjuk rasa di depan Balai Kota DKI Jakarta, Senin, 11 Desember 2023. Selain itu mereka juga menuntut Pemprov DKI Jakarta untuk menyelesaikan beberapa program yang belum selesai pasca perubahan kepemimpinan Gubernur DKI Jakarta yaitu, penyelesaian pembangunan Kampung Susun Akuarium, segera buka akses huni Kampung Susun Bayam untuk warga, segera tagih kewajiban penyerahan tanah PT Emticon di Cilincing, Jakarta Utara kepada Pemprov DKI Jakarta, segera terbitkan SK penetapan lokasi konsolidasi tanah di Muara Angke dan lanjutkan program penataan kampung di Jakarta. TEMPO/ Hilman Fathurrahman W
Iklan

TEMPO.CO, Jakarta - Kepala Bidang Permukiman DKI Jakarta Retno Sulistyaningrum mengatakan rumah susun Muara Angke saat ini masih dalam proses konsolidasi bersama warga. "Setahu saya, masih proses. Sebelum masyarakat sepakat akan dilakukan konsolidasi tanah, ya memang belum bisa dilakukan," kata dia dihubungi pada Senin, 11 Desember 2023.

Menurutnya, untuk melanjutkan ke proses pembangunan dibutuhkan waktu yang lama. Sebab, ada beberapa persyaratan yang harus dipenuhi. Ia tak menjelaskan secara rinci syarat apa saja yang harus dikumpulkan. Namun, saat ini proses pembangunan rumah susun Muara Angke masih ada di Badan Pertahanan Nasional.

Hal itu disampaikan Retno menanggapi tuntutan massa 27 kampung di Jakarta berkumpul di depan Balai Kota DKI, Jakarta Pusat pada Senin siang, 11 Desember 2023. Massa yang tergabung dalam Jaringan Rakyat Miskin Kota Jakarta (JRMK) dan Forum Komunikasi Tanah Merah Bersatu (FKTMB) menuntut empat perkara. 

Salah satunya, menekan Pemprov DKI untuk segera menerbitkan Surat Keputusan Penetapan Lokasi Konsolidasi Tanah di Muara Angke Penjaringan Jakarta Utara. "Sampai hari ini, dua tahun lebih SK penetapan lokasi tidak kunjung diterbitkan," kata orator.

Selain tuntutan di atas, mereka juga menyinggung Pembangunan Tower E dan Sarana Prasana Kampung Susun Akuarium yang mandek. Mereka meminta proyek kampung susun era Anies Baswedan itu dilanjutkan sampai selesai. 

Iklan
Scroll Untuk Melanjutkan

Massa 27 kampung itu juga meminta akses bagi warga Kampung Bayam untuk menghuni Kampung Susun Bayam dengan merujuk pada operasional Kampung Susun Akuarium. Terakhir, mereka meminta penyerahan tanah dari PT. Emticon agar tanah dapat digunakan oleh warga Kampung Lengkong Cilincing, Jakarta Utara.

Dalam demo itu, massa hanya memberikan surat dari beberapa kampung tanpa meminta audiensi di depan Balai Kota DKI Jakarta. "Kita hanya menyerahkan tebusan, menyerahkan surat. Surat dari Akuarium, Kebon Bayam, Lengkong dan Muara Angke. Kita lihat responsnya nanti," kata Koordinator Umum Aksi Gugun Muhammad dihubungi pada Senin, 11 Desember 2023.

Massa juga menyerahkan berkas soal reforma agraria kepada Kementerian koordinator bidang Perekonomian.

Pilihan Editor: Massa Demo Tagih Penyelesaian Kampung Susun Akuarium, Ini Kata Dinas Permukiman DKI Jakarta

Iklan



Rekomendasi Artikel

Konten sponsor pada widget ini merupakan konten yang dibuat dan ditampilkan pihak ketiga, bukan redaksi Tempo. Tidak ada aktivitas jurnalistik dalam pembuatan konten ini.

 

Video Pilihan


Anak 6 Tahun Jatuh dari Lantai 8, Polsek Cakung Akan Periksa Pengelola Rusun Rawa Bebek

23 hari lalu

Lantai 8 Rusun Rawa Bebek , Jakarta Timir,  Lokasi jatuhnya Queenzino Ardiwinata Kusuma (6 tahun). Jumat, 28 Juni 2024. Jihan ristiyanti
Anak 6 Tahun Jatuh dari Lantai 8, Polsek Cakung Akan Periksa Pengelola Rusun Rawa Bebek

Insiden anak jatuh di Rumah Susun Rawa Bebek, Cakung, Jakarta Timur, bukan yang pertama kali. Pemerintah perlu memperhatikan kondisi gedung


Bocah 6 Tahun Jatuh darI Lantai 8 Rusun Rawa Bebek, Diduga Gara-gara Ventilasi Rapuh

23 hari lalu

Lantai 8 Rusun Rawa Bebek , Jakarta Timir,  Lokasi jatuhnya Queenzino Ardiwinata Kusuma (6 tahun). Jumat, 28 Juni 2024. Jihan ristiyanti
Bocah 6 Tahun Jatuh darI Lantai 8 Rusun Rawa Bebek, Diduga Gara-gara Ventilasi Rapuh

Sebelum terjadi kecelakaan, ventilasi di lantai 8 Rumah Susun Rawa Bebek itu berbunyi setiap kali tertiup angin.


Apa Saja Manfaat Iuran Wajib Tapera untuk Pekerja yang Sudah Punya Rumah?

52 hari lalu

Pekerja tengah menyelesaikan proyek pembangunan rumah subsidi di kawasan Sukawangi, Bekasi, Jawa Barat, Senin, 6 Februari 2023. PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk. targetkan 182.250 unit KPR FLPP dan Tapera, seiring dengan rasio jumlah kebutuhan rumah (backlog) masih tinggi mencapai 12,75 unit. Tempo/Tony Hartawan
Apa Saja Manfaat Iuran Wajib Tapera untuk Pekerja yang Sudah Punya Rumah?

Peserta Tapera dijanjikan bisa mendapat layanan KPR, kredit renovasi, hingga kredit membangun rumah. Simpanan pokok juga akan dikembalikan


Tinggalkan Kampung Susun Bayam ke Hunian Sementara, Baju Anak untuk Sekolah Tak Boleh Tertinggal

58 hari lalu

Suasana saat  warga berdiskusi dengan PT Jakpro usai adanya pengusiran secara paksa di Rusun Kampung Bayam, Tanjung Priok, Jakarta Utara, Selasa, 21 Mei 2024. Direktur Eksekutif Indonesia Resilience Hari Akbar mengatakan bahwa pagi tadi telah terjadi pengusiran secara paksa bahkan menggunakan kekerasan fisik oleh Satpol PP dan Pemerintah Provinsi DKI. Warga Kampung Bayam pun bernegoisasi dengan pihak PT Jakpro, hingga pihak Kepolisian. TEMPO/ Febri Angga Palguna
Tinggalkan Kampung Susun Bayam ke Hunian Sementara, Baju Anak untuk Sekolah Tak Boleh Tertinggal

Sejumlah barang warga masih tertinggal saat mereka harus meninggalkan Kampung Susun Bayam. Tapi baju sekolah jangan sampai tertinggal.


Pulang Sekolah Tak Lagi ke Kampung Susun Bayam, Anak-anak Trauma Kala Dihalangi Satpam

59 hari lalu

Ekspresi warga usai adanya pengusiran secara paksa di Rusun Kampung Bayam, Tanjung Priok, Jakarta Utara, Selasa, 21 Mei 2024. Direktur Eksekutif Indonesia Resilience Hari Akbar mengatakan bahwa pagi tadi telah terjadi pengusiran secara paksa bahkan menggunakan kekerasan fisik oleh Satpol PP dan Pemerintah Provinsi DKI. Warga Kampung Bayam pun bernegoisasi dengan pihak PT Jakpro, hingga pihak Kepolisian. TEMPO/ Febri Angga Palguna
Pulang Sekolah Tak Lagi ke Kampung Susun Bayam, Anak-anak Trauma Kala Dihalangi Satpam

Anak-anak mengalami trauma saat pulang sekolah sekolah tak bisa masuk ke Kampung Susun Bayam karena dihalangi sejumlah satpam.


Warga Kampung Bayam, dari Kampung Susun Bayam kini Tinggal di Hunian Sementara

59 hari lalu

Salah satu warga eks Kampung Susun Bayam masih merapikan perabotan rumah saat menempati bilik hunian sementara di Jalan Tongkol 10, Pergudangan Kerapu 10, Ancol, Pademangan, Jakarta Utara, Rabu, 22 Mei 2024. Warga kembali ke hunian sementara setelah disingkirkan oleh PT Jakarta Propertindo, kemarin. TEMPO/Ihsan Reliubun
Warga Kampung Bayam, dari Kampung Susun Bayam kini Tinggal di Hunian Sementara

Sejumlah warga Kampung Bayam mencoba bertahan di Kampung Susun Bayam JIS. Kini mereka harus tinggal di hunian sementara.


Cerita dari Hunian Sementara Warga Kampung Bayam yang Terusir: Perjuangan Belum Berakhir

59 hari lalu

Sekolompok warga eks Kampung Susun Bayam berkumpul di depan bilik hunian sementara di Jalan Tongkol 10, Pergudangan Kerapu 10, Ancol, Pademangan, Jakarta Utara, setelah disingkirkan oleh PT Jakarta Propertindo, pada Selasa malam, 21 Mei 2024. TEMPO/Ihsan Reliubun
Cerita dari Hunian Sementara Warga Kampung Bayam yang Terusir: Perjuangan Belum Berakhir

"Perjuangan ini belum berakhir. Kami masih akan terus berjuang untuk kembali hidup di Kampung Susun Bayam," kata salah satu warga Kampung Bayam


Ketua Warga Kampung Bayam Dibebaskan Polisi, Kaget Ternyata Hasil Barter Angkat Kaki dari KSB

59 hari lalu

Muhammad Furqon, 45 tahun, didampingi para kuasa hukumnya di Polres Jakarta Utara pada Jumat, 22 Desember 2023. Ia dipanggil sebagai Ketua Kelompok Tani Madani Kampung Bayam. Jakpro melaporkannya atas dugaan memasuki pekarangan milik orang lain tanpa izin yang berhak. Sumber: Dok. Istimewa.
Ketua Warga Kampung Bayam Dibebaskan Polisi, Kaget Ternyata Hasil Barter Angkat Kaki dari KSB

Ketua Kelompok Tani Kampung Bayam Madani, Muhammad Furqon, ditangkap polisi atas laporan PT Jakpro


Kisah Nenek 69 Tahun Dimasukkan ke dalam Bus oleh 6 Polwan Saat Pengosongan Kampung Susun Bayam

23 Mei 2024

Warga eks Kampung Susun Bayam, Nuriyati, 69 tahun, menceritakan dirinya ditangkap enam polisi wanita dan sembunyikan di sebuah bis, Selasa, 21 Mei 2024. Dia diangkut diam-diam saat anggota keamanan memaksa warga tinggalkan kampung susun di Kelurahan Papanggo, Tanjung Priok, Jakarta Utara. TEMPO/Ihsan Reliubun
Kisah Nenek 69 Tahun Dimasukkan ke dalam Bus oleh 6 Polwan Saat Pengosongan Kampung Susun Bayam

Nenek 69 tahun, Nuriyati, ikut menghadang petugas keamanan yang didatangkan PT Jakpro untuk mengusir warga Kampung Susun Bayam.


Jakpro Janjikan Warga yang Diusir dari Kampung Susun Bayam Pelatihan dan Pekerjaan

23 Mei 2024

Suasana saat  warga berdiskusi dengan PT Jakpro usai adanya pengusiran secara paksa di Rusun Kampung Bayam, Tanjung Priok, Jakarta Utara, Selasa, 21 Mei 2024. Direktur Eksekutif Indonesia Resilience Hari Akbar mengatakan bahwa pagi tadi telah terjadi pengusiran secara paksa bahkan menggunakan kekerasan fisik oleh Satpol PP dan Pemerintah Provinsi DKI. Warga Kampung Bayam pun bernegoisasi dengan pihak PT Jakpro, hingga pihak Kepolisian. TEMPO/ Febri Angga Palguna
Jakpro Janjikan Warga yang Diusir dari Kampung Susun Bayam Pelatihan dan Pekerjaan

Jakpro memindahkan warga Kampung Susun Bayam ke hunian sementara, mereka juag dijanjikan pelatihan dan kesempatan kerja.