Lupa Kata Sandi? Klik di Sini

atau Masuk melalui

Belum Memiliki Akun Daftar di Sini


atau Daftar melalui

Sudah Memiliki Akun Masuk di Sini

Konfirmasi Email

Kami telah mengirimkan link aktivasi melalui email ke rudihamdani@gmail.com.

Klik link aktivasi dan dapatkan akses membaca 2 artikel gratis non Laput di koran dan Majalah Tempo

Jika Anda tidak menerima email,
Kirimkan Lagi Sekarang

4 Polisi Divonis Bersalah atas Meninggalnya Tahanan Polresta Banyumas

image-gnews
Ilustrasi Penyiksaan oleh Polisi atau Kekerasan oleh Polisi. shutterstock.com
Ilustrasi Penyiksaan oleh Polisi atau Kekerasan oleh Polisi. shutterstock.com
Iklan

TEMPO.CO, Semarang - Empat anggota polisi divonis bersalah atas meninggalnya tahanan Kepolisian Resor Kota Banyumas, Oki Kristodiawan. Oki ditangkap oleh polisi di rumahnya pada 17 Mei 2023 dan jenazahnya diserahkan kepada keluarga 2 Juni 2023.

Mereka adalah Brigadir Aditya Anjar Nugroho divonis penjara delapan tahun. Kemudian Ajun Inpektur Polisi Dua Andriyanto Anggun Widodo, Brigadir Polisi Satu Alfian Lutfi Arianto, dan Brigadir Polisi Kepala I Made Arsana masing-masing divonis enam tahun kurungan.

Puteri Titian, pengacara korban dari Lembaga Bantuan Hukum Yogyakarta, menyayangkan proses hukum hanya mengadili polisi yang bertindak di lapangan. “Belum ada tindakan pertangungjawaban dari atasan kepolisian terhadap kasus ini. Orang yang sudah diadili adalah pelaksana teknis,” ujarnya pada Rabu, 25 Januari 2024.

Sementara berdasarkan fakta persidangan, menurut dia, muncul sejumlah nama polisi lain di luar para terdakwa. Namun, hingga kini nama-nama tersebut belum tersentuh hukum. “Adanya tendensi menutupi tindakan polisi lain oleh sesama polisi,” sebut Puteri.

Dia menyebutkan, dalam persidangan juga diungkapkan terjadi penyiksaan terhadap Oki setelah ditangkap. Penyikaan itu disebut dilakukan di ruangan pimpinan unit di Kepolisian Sektor Baturaden. Setelah menerima kekerasan itu, Oki dipindahkan ke tahanan Polresta Banyumas. Namun proses pemindahan itu tanpa disertai catatan administrasi.

“Dimasukkan tahanan Polresta Banyumas tanpa pemeriksaan,” sebut Puteri. “Buku mutasi tahanan masuk malah disobek (oleh anggota polisi), dengan tujuan agar tidak diketahui penyerahan tahanan.”

Keluarga Oki juga menyatakan kekecewaan lantaran hanya empat anggota polisi yang diadili dalam kasus ini. Menurut mereka, berdasarkan kesaksian teman Oki yang turut ditangkap, anggota polisi yang melakukan kekkerasan lebih dari empat orang. Teman Oki tersebut juga turut menjadi korban kekerasan oleh aparat.

“Empat lainnya tidak ditetapkan sebagai tersangka pidana, dalam hal ini anak buah. Polresta Banyumas dan Polda Jawa Tengah melakukan penegahan hukum setengah-setengah,” ujar Purwoko, keluarga Oki.

Selama penyidikan kasus ini, kata dia, tak pernah dilakukan rekonstruksi kejadian di Mapolsek Baturaden. Oki ditangkap di rumahnya kemudian diinterogasi di sana. Korban Bersama empat kawannya diduga mengalami kekerasan ketika diinterogasi.

Purwoko mengatakan, keluarga meyakini Oki merupakan korban salah tangkap. Keluarga menyebut Oki tak ada di lokasi ketika kejadian. Oki ditangkap oleh polisi lantaran diduga terlibat pencurian sepeda motor.

Selama persidangan perkara ini juga keluarga mengaku mengalami intimidasi oleh anggota polisi. Antara lain dialami oleh adik korban yang mengalami intimidasi secara verbal. “Kenapa di depan ruang persidangan masih mencoba mengintimidasi korban,” tutur Purwoko.

Kronologi Penangkapan Oki Kristodiawan

Oki Kristodiawan ditangkap enam anggota polisi di rumahnya pada 17 Mei 2023. Menurut keluarga, Oki ditangkap polisi berpakaian preman tanpa menunjukkan surat penangkapan. Surat tersebut baru diberikan pada 20 Mei 2023.

Saat menyampaikan surat penangkapanitu, polisi menyampaikan agar keluarga jangan menyambangi Oki di tahanan selama dua puluh hari ke depan. Kemudian, pada 2 Juni 2023 siang polisi kembali mendatangi rumah keluarga Oki. Anggota polisi tersebut membawa kabar Oki sakit kritis dan sedang dirawat di Rumah Sakit Umum Daerah Margono Soekarjo Purwokerto.

Iklan
Scroll Untuk Melanjutkan

Ayah dan adik Oki lantas berangkat ke rumah sakit. Mereka menumpang mobil polisi. Namun, dalam perjalanan polisi mengubah informasi sebelumnya. "Saat perjalanan menyampaikan sudah meninggal pada pukul 08.00," ungkap Desi, adik Oki, pada 27 Juni 2023.

Sesampainya di rumah sakit, Desi menyebut telah ada banyak anggota polisi. Orang tuanya kemudian diminta menulis surat di selembar kertas folio. "Surat menyetujui tidak menuntut atas kematian korban," kata dia. 

Purwoko, sepupu Oki, juga turut datang ke RSUD Margono setelah mendengar saudaranya meninggal. Dia mengaku berniat melihat jenazah Oki namun tak diizinkan oleh petugas. Jenazah lantas dibawa pulang.

Sesampai di rumah duka jasad Oki dibawa masuk ke dalam rumah. Purwoko menyebut, ketika itu ada anggota polisi yang menyarankan agar jenazah langsung dikubur. Dia lantas menutup seluruh pintu dan jendela rumah kemudian membuka jenazah Oki. "Saya dan keluarga histeris dan terkejut saat melihat kondisi jenazah penuh luka," tutur dia.

Purwoko lantas mendokumentasikan kondisi jasad kerabatnya tersebut menggunakan kamera telepon seluler. Awalnya keluarga hanya melihat bagian depan tubuh jenazah. kemudian jenazah dimiringkan dan kondisi punggungnya juga terdapat luka. "Setelah dimiringkan keluarga lebih histeris. Banyak luka di punggung, paha kiri, pergelangan kaki, kepala seperti memar. Luka bekas sabetan," sebut dia.

Kejanggalan lainnya, keluarga temukan terkait perawatan Oki di rumah sakit. Keluarga hanya memperoleh rekam medis selama korban dirawat di Instalasi Gawat Darurat atau IGD. Oki diduga meninggal dua pekan sebelum polisi memberi tahu keluarga

Berdasarkan salinan rekam medis yang Tempo peroleh, Oki dirawat di IGD Rumah Sakit Umum Daerah Margono Saekoarjo Purwokerto pada 18 Mei 2023 pukul 21.47. Diagnosanya tertulis "cos." Kemudian keesokan harinya, pada 19 Mei 2023 pukul 04.47 diagnosa Oki berubah menjadi tanda strip. Selanjutnya, pada pemeriksaan pukul 06.21 di hari yang sama diagnosanya berubah tanda silang. Diagnosa terakhir itu divalidasi pada 06.44. 

Setelah itu keluarga tak menerima catatan kesehatan Oki selama berada di rumah sakit hingga dua pekan ke depan. Menurut informasi dari polisi yang diterima keluarga, selama dua pekan tersebut Oki dirawat di Ruang Asoka RSUD Margono.

Keluarga meminta, rekam medis sejak 20 Mei sampai 2 Juni 2023. "Kami menuntut surat perawatan selama 14 hari di ruang asoka. Kalau tidak ada, keluarga punya keyakinan meninggal pada 19 mei 2023," kata Purwoko.

Rekaman video penangkapan yang Tempo peroleh, Oki ditangkap dalam kondisi sehat. Dia diringkus oleh aparat berpakaian sipil kemudian tangan diikat menggunakan borgol kabel ties. Dalam tayangan kerja sama antara kepolisian dan televisi swasta itu Oki dibawa dalam mobil. Oki duduk di kabin paling belakang. Tubuhnya nampak belum terdapat luka. Namun, dalam tayangan lainnya dia telah terluka. Kini, video tersebut telah dihapus.

Dokumentasi foto jasad Oki yang dimiliki keluarga memperlihatkan luka di badannya. Luka-luka tersebut seperti bekas sayatan dan benturan benda tajam. Antara lain terdapat di punggung, tangan, dan kaki.

Kepolisian Daerah Jawa Tengah belum memberikan tanggapan atas vonis yang dijatuhkan kepada empat anggota polisi dalam kematian Oki. Upaya konfirmasi yang dilayangkan kepada Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda Jawa Tengah Komisaris Besar Satake Bayu Setianto belum dijawab.

Pilihan Editor: Jembatan Kaca The Geong Banyumas Pecah, Polisi Tetapkan Pemilik Jadi Tersangka

Iklan



Rekomendasi Artikel

Konten sponsor pada widget ini merupakan konten yang dibuat dan ditampilkan pihak ketiga, bukan redaksi Tempo. Tidak ada aktivitas jurnalistik dalam pembuatan konten ini.

 

Video Pilihan


Lokasi Asrama Polri di Semarang Tempat 5 Polisi Ditangkap Karena Sunat Barang Bukti Sabu

14 jam lalu

Suasana Asrama Polisi Sendangmulyo Blok C Nomor 19 Kecamatan Tembalang Kota Semarang lokasi lima anggota polisi diduga salah gunakan barang bukti sabu pada Ahad, 14 Juli 2024. Tempo/Jamal Abdul Nashr
Lokasi Asrama Polri di Semarang Tempat 5 Polisi Ditangkap Karena Sunat Barang Bukti Sabu

Lima polisi di Semarang diduga menyunat jumlah barang bukti sabu, dari sejumlah tangkapan, yang diserahkan ke pimpinan atau penyidik.


Kasus Penyiksaan dan Penyekapan Pemuda Duren Sawit Dilimpahkan ke Polres Jaktim

1 hari lalu

Ilustrasi penyiksaan buruh migran. shutterstock.com
Kasus Penyiksaan dan Penyekapan Pemuda Duren Sawit Dilimpahkan ke Polres Jaktim

Polsek Duren Sawit melimpahkan kasus penyiksaan dan penyekapan pemuda berinisial MRR ke Polres Jaktim. Apa alasannya?


Resmikan Implementasi Sertifikat Elektronik di 29 Kantor Pertanahan Jawa Tengah, Menteri AHY Sebut Tranformasi Digital Tuntutan Zaman

2 hari lalu

Menteri Agraria dan Tata Ruang (ATR)/Kepala Badan Pertanahan Nasional (BPN), Agus Harimurti Yudhoyono saat mengikuti rapat kerja dengan Komisi II DPR RI di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa, 11 Juni 2024. Rapat tersebut membahas evaluasi kinerja Kementerian ATR/BPN untuk tahun anggaran 2023, dan  pagu indikatif alias anggaran Kementerian ATR/BPN untuk tahun 2025. TEMPO/M Taufan Rengganis'
Resmikan Implementasi Sertifikat Elektronik di 29 Kantor Pertanahan Jawa Tengah, Menteri AHY Sebut Tranformasi Digital Tuntutan Zaman

Menteri Agraria dan Tata Ruang sekaligus Kepala Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN), Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), meresmikan Implementasi Sertifikat Elektronik di 29 Kantor Pertanahan di Jawa Tengah pada Jumat kemarin.


Hoegeng Awards dari Masa ke Masa, Alasan Polri Beri Anugerah kepada Polisi Terbaik dan Berintegritas

2 hari lalu

Apa Kata Tempo: Hoegeng dan Integritas Tanpa Batas
Hoegeng Awards dari Masa ke Masa, Alasan Polri Beri Anugerah kepada Polisi Terbaik dan Berintegritas

Kapolri Listyo Sigit menggagas Hoegeng Awards pertama kali pada 2022. Apa hubungannya dengan humor Gus Dur?


Viral Warga Banjarmasin Mabuk Kecubung Massal, Polisi Minta Tak Berasumsi Dulu

2 hari lalu

Ilustrasi Keracunan
Viral Warga Banjarmasin Mabuk Kecubung Massal, Polisi Minta Tak Berasumsi Dulu

Polisi mengimbau masyarakat tidak berasumsi sebelum diketahui penyebab pasti banyak korban dalam kondisi teler berjatuhan akibat mengonsumsi kecubung


13 PTN di Jawa Tengah dan Yogyakarta yang Masih Buka Jalur Mandiri Juli 2024

2 hari lalu

Unsoed sosialisasikan beasiswa unggulan dosen Indonesia-Dalam Negeri. dok/unsoed.ac.id KOMUNIKA ONLINE
13 PTN di Jawa Tengah dan Yogyakarta yang Masih Buka Jalur Mandiri Juli 2024

Daftar PTN di Jawa Tengah dan Yogyakarta yang buka pendaftaran jalur mandiri hingga Juli 2024


Kronologi Mobil Rental Milik Burhanis Dibawa Penyewa Hingga Akhirnya Ditemukan di Rumah Polisi di Lamongan

3 hari lalu

Petugas Polres Jakarta Timur melihat kondisi mobil milik bos rental, Burhanis, yang disita di Mapolres Metro Jaktim, Rabu, 19 Juni 2024. Burhanis tewas dikeroyok di Desa Sumbersoko, Sukolilo, Pati usai diteriaki maling. Foto: ANTARA/Syaiful Hakim
Kronologi Mobil Rental Milik Burhanis Dibawa Penyewa Hingga Akhirnya Ditemukan di Rumah Polisi di Lamongan

Meski sudah melapor ke polisi, Burhanis melacak sendiri keberadaan mobil rental miliknya yang dibawa kabur penyewa. Ditemukan di rumah seorang polisi.


BREAKING NEWS: Syahrul Yasin Limpo Divonis 10 Tahun Penjara dan Denda Rp 300 Juta

3 hari lalu

Terdakwa bekas Menteri Pertanian RI, Syahrul Yasin Limpo, mengikuti sidang pembacaan surat amar tuntutan, di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi, Jakarta, Jumat, 28 Juni 2024. Jaksa Penuntut Umum KPK menuntut Syahrul Yasin limpo, pidana penjara badan selama 12 tahun, denda Rp.500 juta subsider 6 bulan kurungan, membayar uang pengganti Rp.44.269.777.204 miliar dan USD30 ribu, terbukti secara sah dan meyakinkan melakukan tindak pidana korupsi terkait penyalahgunakan kekuasaan dengan memaksa memberikan sesuatu untuk proses lelang jabatan dalam pengadaan barang dan jasa serta penerimaan gratifikasi di lingkungan Kementerian Pertanian RI. TEMPO/Imam Sukamto
BREAKING NEWS: Syahrul Yasin Limpo Divonis 10 Tahun Penjara dan Denda Rp 300 Juta

Selain pidana penjara, Syahrul Yasin Limpo dikenakan denda Rp 300 juta yang apabila tidak dibayarkan, maka diganti dengan pidana kurungan


Kantor Turkish Airlines di Iran Dilaporkan Ditutup Sementara karena ada Staf yang Tak Berjilbab

4 hari lalu

Deretan pesawatTurkish Airlines. REUTERS/Murad Sezer
Kantor Turkish Airlines di Iran Dilaporkan Ditutup Sementara karena ada Staf yang Tak Berjilbab

Media di Iran mewartakan Kepolisian Iran menutup kantor maskapai Turkish Airlines di Tehran setelah staf lokal menolak mematuhi hukum berjilbab


Kasus Penggelapan Mobil Rental Burhanis, Satu Unit Ertiga Masih Hilang di Lamongan

4 hari lalu

Petugas Polres Jakarta Timur melihat kondisi mobil milik bos rental, Burhanis, yang disita di Mapolres Metro Jaktim, Rabu, 19 Juni 2024. Burhanis tewas dikeroyok di Desa Sumbersoko, Sukolilo, Pati usai diteriaki maling. Foto: ANTARA/Syaiful Hakim
Kasus Penggelapan Mobil Rental Burhanis, Satu Unit Ertiga Masih Hilang di Lamongan

Masih ada satu mobil rental Burhanis yang hilang, ditemukan di rumah personel polisi di Sukorame, Lamongan.