Lupa Kata Sandi? Klik di Sini

atau Masuk melalui

Belum Memiliki Akun Daftar di Sini


atau Daftar melalui

Sudah Memiliki Akun Masuk di Sini

Konfirmasi Email

Kami telah mengirimkan link aktivasi melalui email ke rudihamdani@gmail.com.

Klik link aktivasi dan dapatkan akses membaca 2 artikel gratis non Laput di koran dan Majalah Tempo

Jika Anda tidak menerima email,
Kirimkan Lagi Sekarang

Gugatan Perdata Keluarga Brigadir Yosua, Bab 2 Kasus Irjen Ferdy Sambo

Reporter

image-gnews
Terpidana Ferdy Sambo menjalani pemeriksaan administratif di Lapas Salemba, Kamis 24 Agustus 2023. Terpidana pembunuhan berencana terhadap Brigadir Nofriansyah Yosua Hutabarat, Ferdy Sambo dijebloskan ke Lapas Salemba. Foto: Ditjen Pas Kemenkumhan
Terpidana Ferdy Sambo menjalani pemeriksaan administratif di Lapas Salemba, Kamis 24 Agustus 2023. Terpidana pembunuhan berencana terhadap Brigadir Nofriansyah Yosua Hutabarat, Ferdy Sambo dijebloskan ke Lapas Salemba. Foto: Ditjen Pas Kemenkumhan
Iklan

TEMPO.CO, Jakarta - Kamaruddin Simanjuntak, Nelson Simanjuntak, bersama timnya sejak pagi telah bersiap, berpakaian rapi membawa setumpuk berkas, di Pengadilan Negeri atau PN Jakarta Selatan. Berbekal surat kuasa dari Samuel Hutabarat dan Rosi Simanjuntak, orang tua dari almarhum Nofriansyah Yosua Hutabarat atau Brigadir J siap menghadiri sidang perdana.

Hampir dua tahun sudah peristiwa tragis yang menimpa Brigadir J, tewas terbunuh di tangan bekas Kadiv Propam Irjen Ferdy Sambo. Pilu masih membekas di benak keluarga. Tak hanya kehilangan seorang putra, tapi juga harapan keluarga. Peristiwa itu meninggalkan banyak luka.

“Ini bab dua kasus Irjen Pol Sambo,” kata Nelson Simanjuntak tim kuasa hukum keluarga Brigadir Yosua, pada Selasa, 28 Februari 2024.

Sidang perdana yang terdaftar dengan nomor perkara 167/Pdt.G/2024/PN JKT.SEL direncanakan dimulai pukul 10.00 WIB, Selasa 28 Februari 2024. Tim Kuasa hukum telah bersiap namun belum ada satu pun tergugat yang terlihat. Padahal per 20 Februari 2024, surat panggilan dari PN Jakarta Selatan telah sampai dan diterima di alamat masing-masing tergugat.

Tim kuasa hukum keluarga Brigadir Yosua, Kamaruddin Simanjuntak, didampingi Nelson Simanjuntak dan Johanes Raharjo duduk di kursi pengugat setelah cukup lama menunggu. “Sidang dinyatakan dibuka dan terbuka untuk umum,” kata hakim sembari mengetuk tiga kali palunya, tanda sidang perdana dimulai sekitar pukul 11.53 WIB, cukup lama dari jadwal semestinya.

Ruangan sidang 03 PN Jakarta Selatan yang tak cukup besar itu seketika dipenuhi awak media, berdesakan mengambil gambar, dan data peliputan. Segera setelah sidang dimulai, hakim memeriksa kelengkapan berkas dari kuasa hukum Brigadir J dan membacakan sejumlah nama tergugat yang telah dipanggil.

Ferdy Sambo, Putri Candrawati, Richard Eliezer, dan Ricky Rizal Wibowo, hingga turut tergugat yakni Kapolri, Menteri Keuangan RI, dan Presiden RI satu per satu disebutkan Hakim. Namun tak ada satu pun yang hadir, begitu juga kuasa hukum dari tergugat. 

Iklan
Scroll Untuk Melanjutkan

Sidang harus ditunda. PN Jakarta Selatan akan kembali memanggil para tergugat untuk kedua kalinya. Sidang direncanakan kembali digelar pada 19 Maret 2024. "Tidak ada alasan bagi mereka untuk tidak hadir, karena panggilannya sah, meyakinkan dan patut, sudah ada surat paggilan," kata Kamaruddin Simanjuntak usai meninggalkan ruang sidang.

Johanes Raharjo yang berdiri di samping Kamaruddin Simanjuntak menambahkan jika substansi gugatan perdata merujuk pada pasal 1365 BW yakni gugatan perbuatan melawan hukum. "Hal ini didasari karena berdasarkan putusan kasasi pidana yang sudah ingkrah, atas nama para tergugat, yang sudah terpisah dan meyakinkan, serta faktannya sudah tidak bisa digangu gugat. Oleh kerenannya kita menggugat secara perdata," katanya

Banyak kerugian yang dirasakan keluarga Brigadir J, ujar Johanes, bukan hanya kehilangan putra tapi juga harapan bagi keluarga. Menurut dia, jika Brigadir Yosua tidak dibunuh, maka ia masih bisa berkarier, mengabdi kepada negara, dan  menghidupi keluarga hingga 30 tahun ke depan. Belum lagi kerugian atas harta benda mulai dari uang Rp 200 Juta hingga pin emas yang dicuri, handphone, laptop, dan pakaian yang tidak pernah kembali. 

Kerugian-kerugian itu membuat keluarga Brigadir J menuntut sejumlah Rp7,5 miliar. Selain itu, keluarga menuntut agar rumah tempat Brigadir Yosua dibunuh dapat dikenang, diabadikan, dan dijadikan museum. "Rumah dinas tempat pembantaian Yosua itu, kita minta untuk dibuat milik negara, jadi dikenang di situ Yosua pernah dibantai oleh beberapa jenderal,” ujar Kamarudin Simanjuntak.

Aura Aulia (Magang)

Pilihan Editor: Polisi Ungkap Motif Ghatan Saleh Terduga Pelaku Penembakan ke Temannya karena Saling Ejek

Iklan



Rekomendasi Artikel

Konten sponsor pada widget ini merupakan konten yang dibuat dan ditampilkan pihak ketiga, bukan redaksi Tempo. Tidak ada aktivitas jurnalistik dalam pembuatan konten ini.

 

Video Pilihan


Kelakar Prabowo ke Panglima TNI dan Kapolri: Namanya Kalau Digabung Sama dengan Presiden Terpilih

2 hari lalu

Menteri Pertahanan yang juga Presiden Terpilih Prabowo Subianto berpose silat saat menyambangi Istana Kepresidenan Jakarta, Senin (8/7/2024) siang. ANTARA/Mentari Dwi Gayati
Kelakar Prabowo ke Panglima TNI dan Kapolri: Namanya Kalau Digabung Sama dengan Presiden Terpilih

Kelakar Prabowo kepada Panglima TNI dan Kapolri. Sebut nama belakang kedua sosok itu mirip seperti namanya.


Polri Gelar Turnamen Badminton Kapolri Cup 2024

2 hari lalu

Politikus Partai Gerindra sekaligus keponakan Prabowo Subianto Thomas Djiwandono akan dilantik menjadi Wakil Menteri Keuangan II
Polri Gelar Turnamen Badminton Kapolri Cup 2024

Turnamen badminton Kapolri Cup digelar di GOR Universitas Negeri Jakarta dan GOR Kecamatan Pulogadung di Jakarta Timur.


Janji Kapolri Listyo Sigit dalam Pengusutan Kasus Pembunuhan Vina

2 hari lalu

Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo saat ditemui di Lapangan Garuda Pertamina Hulu Rokan, Dumai, Riau usai Peringatan Hari Lahir (Harlah) Pancasila Tahun 2024 pada Sabtu, 1 Juni 2024. TEMPO/Adinda Jasmine
Janji Kapolri Listyo Sigit dalam Pengusutan Kasus Pembunuhan Vina

Adang Daradjatun meminta Polri meningkatkan penyidikan kasus pembunuhan Vina dengan mengedepankan SCI.


Kilas Balik Gugatan Almas Tsaqibbirru ke Denny Indrayana Rp 500 Miliar

2 hari lalu

Almas Tsaqibbirru. TEMPO/ Septhia Ryanthie
Kilas Balik Gugatan Almas Tsaqibbirru ke Denny Indrayana Rp 500 Miliar

Almas Tsaqibbirru menggugat Denny Indrayana sebesar Rp 500 miliar. Hakim menolak gugatan Almas. Berikut kilas balik gugatan tersebut.


PKBI Bangun Posko sebagai Simbol Bertahan Usai Kantornya Diambil Alih Kemenkes

2 hari lalu

Direktur Eksekutif Perkumpulan Keluarga Berencana Indonesia (PKBI) Eko Maryadi saat ditemui Tempo di kantornya yang tengah dilakukan penertiban oleh aparat pada Rabu, 10 Juli 2024. TEMPO/Amelia Rahima Sari
PKBI Bangun Posko sebagai Simbol Bertahan Usai Kantornya Diambil Alih Kemenkes

Eko mengatakan PKBI tidak rela kantornya diambil alih begitu saja oleh Kemenkes.


Didukung Jaksa Agung dan Kapolri, Zulhas Targetkan Satgas Impor Ilegal Terbentuk Pekan Ini

3 hari lalu

Menteri Perdagangan Zulkifli Hasan alias Zulhas saat ditemui di Kantor Kementerian Perdagangan (Kemendag), Jakarta Pusat, Rabu, 17 Juli 2024. TEMPO/Han Revanda Putra.
Didukung Jaksa Agung dan Kapolri, Zulhas Targetkan Satgas Impor Ilegal Terbentuk Pekan Ini

Menteri Perdagangan Zulkifli Hasan alias Zulhas menargetkan satuan tugas (Satgas) pengawasan impor ilegal bisa terbentuk Jumat pekan ini.


Pemenang Hoegeng Awards 2024 Iptu Made Ambo, Sosok Polisi Sekaligus Guru di Pedalaman Papua

5 hari lalu

Minta tolong foto profil pemenang Hoegeng Awrads 2024:Sosok IPTU Made Ambo, Polisi Sekaligus Guru di Pedalaman Papua yang Menangkan Penghargaan Hoegeng Awards. Instagram/@Divhumaspolri
Pemenang Hoegeng Awards 2024 Iptu Made Ambo, Sosok Polisi Sekaligus Guru di Pedalaman Papua

Polisi yang memiliki nama lengkap Made Ambo Arjana berhasil memenangkan penghargaan polisi berdedikasi pada penghargaan Hoegeng Awards. Ini profilnya.


Hoegeng Awards dari Masa ke Masa, Alasan Polri Beri Anugerah kepada Polisi Terbaik dan Berintegritas

7 hari lalu

Apa Kata Tempo: Hoegeng dan Integritas Tanpa Batas
Hoegeng Awards dari Masa ke Masa, Alasan Polri Beri Anugerah kepada Polisi Terbaik dan Berintegritas

Kapolri Listyo Sigit menggagas Hoegeng Awards pertama kali pada 2022. Apa hubungannya dengan humor Gus Dur?


Kapolda Sumbar, Kapolda Jabar, dan Kapolda Sumut dalam Sorotan, Ini Kasus-kasus di Wilayahnya

8 hari lalu

Orangtua Afif Maulana, pelajar SMP yang tewas diduga dianiaya oknum polisi, menabur bunga di pusara anaknya di pemakaman umum (TPU) Tanah Sirah, Padang, Sumatera Barat, Rabu, 10 Juli 2024. Keluarga Afif Maulana bersama LBH Padang dan mahasiswa menggelar doa bersama dan tabur bunga bertepatan dengan 31 hari meninggalnya Afif Maulana dan keluarga berharap mendapatkan keadilan atas peristiwa itu. ANTARA FOTO/Iggoy el Fitra
Kapolda Sumbar, Kapolda Jabar, dan Kapolda Sumut dalam Sorotan, Ini Kasus-kasus di Wilayahnya

Sejumlah Kapolda disorot kinerjanya yaitu Kapolda Sumbar Irjen Suharyono, Kapolda Jabar Irjen Akhmad Wiyagus, dan Kapolda Sumut.


Puan Maharani Singgung Fenomena 'No Viral No Justice' dalam Sidang Paripurna

9 hari lalu

Ketua DPR RI Puan Maharani (tengah), Wakil Ketua DPR RI Lodewijk Freidrich Paulus (kelima kiri), Sufmi Dasco Ahmad (kelima kanan) dan Rachmat Gobel (keempat kiri) berfoto bersama dengan calon anggota Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK) terpilih dalam Rapat Paripurna ke-15 Masa Persidangan IV tahun 2023-2024 di Gedung Nusantara, Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis, 4 April 2024. Rapat Paripurna tersebut menyetujui 7 calon anggota Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK) masa jabatan periode 2024-2029 dan pidato Ketua DPR RI pada penutupan masa persidangan IV tahun sidang 2023-2024. TEMPO/M Taufan Rengganis
Puan Maharani Singgung Fenomena 'No Viral No Justice' dalam Sidang Paripurna

Puan Maharani menyoroti berbagai fenomena memviralkan berbagai masalah karena aparat penegak hukum tidak responsif.