Lupa Kata Sandi? Klik di Sini

atau Masuk melalui

Belum Memiliki Akun Daftar di Sini


atau Daftar melalui

Sudah Memiliki Akun Masuk di Sini

Konfirmasi Email

Kami telah mengirimkan link aktivasi melalui email ke rudihamdani@gmail.com.

Klik link aktivasi dan dapatkan akses membaca 2 artikel gratis non Laput di koran dan Majalah Tempo

Jika Anda tidak menerima email,
Kirimkan Lagi Sekarang

Anak Korban Bullying Masih Ingin Sekolah di Binus School Serpong, Kata Keluarga Soal Harapannya

image-gnews
Penetapan tersangka dan ABH dalam kasus bullying geng pelajar Binus School Serpong di Mapolres Tangerang Selatan, Jumat 1 Maret 2024. TEMPO/Muhammad Iqbal
Penetapan tersangka dan ABH dalam kasus bullying geng pelajar Binus School Serpong di Mapolres Tangerang Selatan, Jumat 1 Maret 2024. TEMPO/Muhammad Iqbal
Iklan

TEMPO.CO, Tangerang - Ibu anak korban bullying geng pelajar Binus School Serpong, Widya mengatakan anaknya akan tetap bersekolah di sana. Namun, dia berharap para anggota geng GT dikeluarkan dari sekolah. 

Bersama kuasa hukumnya Muhamad Rizki Firdaus dan Kepala Unit Pelayanan Teknis Daerah (UPTD) PPA Kota Tangerang Selatan Tri Purwanto, wanita berhijab hitam ini menceritakan keinginan anaknya yang mau tetap bersekolah di Binus School Serpong.  

"Untuk sekolah, beberapa hari yang lalu, saya sudah dipanggil oleh sekolah, kita bicara mengenai program untuk sekolahnya anak saya. Karena, memang dari sekolahnya sendiri sebelum kasusnya selesai, tidak diizinkan untuk masuk sekolah dan akan disiapkan sistem khusus," ujarnya, Jumat 1 Maret 2024. 

Widya mengatakan, setelah kasus bullying anaknya, manajemen sekolah internasional itu telah memberikan beberapa solusi.  "Untuk di sekolah sudah dipersiapkan beberapa program seperti tips layaknya WFH nanti itu sudah dipersiapkan dan dimulai kemarin," kata dia. 

Ihwal kelanjutan sekolah anak, Widya mengatakan sudah berkomunikasi dengan putranya. Menurut dia saat ini sang anak hanya berharap para pelaku perundungan dikeluarkan dari sekolah. 

"Saya sudah ngobrol dari hati ke hati sama dia, kamu maunya bagaimana setelah ini? Sebenarnya dia bilang aku mau sekolah tapi kenapa aku tuh kan banyak yang menyarankan pindah sekolah gitu," kata Widya menirukan anaknya.  

Korban khawatir pindah sekolah tidak akan menyelesaikan masalah itu. "Dia bilang pindah sekolah itu akan memperparah karena bakalan ada orang nanya terus soal kejadian itu kan, nanti gimana? Nanti gimana? Akhirnya dia memutuskan apa harus aku yang pindah? Ya aku gak mau. Mereka yang salah kenapa harus aku yang pindah? Ya aku harus hadapin, aku mau sekolah asalkan mereka nggak ada di situ, dia jawabnya seperti itu," ujar Widya tentang keinginan korban.

Iklan
Scroll Untuk Melanjutkan

Pada saat ini kondisi anak korban bullying saat perpeloncoan Geng Tai itu sudah berangsur membaik. Meskipun anak korban juga masih dalam kondisi trauma mendalam. 

"Kondisi anak saya membaik, luka-luka sudah mulai kering, udah sembuh, memar-memar sudah mulai tak terlihat, karena udah berapa lama ya, hampir 1 bulan. Ya tapi kadang-kadang dia akan merasa, pada saat sendiri, dia pengen menangis, ada saatnya dia ingin kunci pintu ke kamar," kata dia. 

Setelah melihat kondisi sang anak seperti itu dia pun mencari berbagai solusi. Hal itu dilakukan untuk membuat sang anak kembali pulih dari trauma perundungan geng pelajar Binus Shool Serpong. "Terus saya minta tolong ke beberapa teman ya untuk datang. Biasanya kalau udah ada teman dia ngerasa lebih punya teman buat lebih bicara, bercanda gitu ya," ujarnya.

MUHAMMAD IQBAL

Pilihan Editor: Perjalanan Kasus Andri Gustami, Eks Kasat Narkoba Kawan Fredy Pratama yang Divonis Mati

Iklan



Rekomendasi Artikel

Konten sponsor pada widget ini merupakan konten yang dibuat dan ditampilkan pihak ketiga, bukan redaksi Tempo. Tidak ada aktivitas jurnalistik dalam pembuatan konten ini.

 

Video Pilihan


50 Tahun Berkarya di Dunia Hiburan, Didik Nini Thowok akan Gelar 4 Malam Pertunjukan di Akhir Tahun Ini

1 hari lalu

Maestro Tari Indonesia, Didik Nini Thowok hadir di Mata Najwa on Stage yang digelar di ISI Solo, Jawa Tengah, Rabu malam, 10 Juli 2024. Foto: Istimewa.
50 Tahun Berkarya di Dunia Hiburan, Didik Nini Thowok akan Gelar 4 Malam Pertunjukan di Akhir Tahun Ini

Didik Nini Thowok berencana menggelar serangkaian acara dalam rangka memperingati 50 tahun berkarya di dunia hiburan dan tari pada Desember 2024.


Seulgi Red Velvet Minta Maaf Usai Dituduh Bullying Gegara Tukar Sepatu dengan Manajer

1 hari lalu

Seulgi Red Velvet. Instagram.com/@hi_sseulgi
Seulgi Red Velvet Minta Maaf Usai Dituduh Bullying Gegara Tukar Sepatu dengan Manajer

Seulgi Red Velvet menjelaskan tentang pertukaran sepatu dengan manajer saat sampai di Taiwan


Santriwati Meninggal, Polisi Panggil Pengurus Pondok Pesantren Al-Aziziyah Lombok Timur

3 hari lalu

Kepala Satreskrim Polresta Mataram Komisarus I Made Yogi Purusa Utama. ANTARA/Dhimas B.P.
Santriwati Meninggal, Polisi Panggil Pengurus Pondok Pesantren Al-Aziziyah Lombok Timur

Kepolisian Resor Kota Mataram memanggil 14 saksi dalam kasus dugaan penganiayaan terhadap santriwati Pondok Pesantren Al-Aziziya.


Kontribusi BINUS University Atasi Masalah Pengangguran Gen Z

4 hari lalu

Kepala LLDIKTI Wilayah IV, Dr. M. Samsuri, S.Pd., M.T., IPU. saat memberikan sambutan di Wisuda 69 pada 10 dan 11 Juli 2024
Kontribusi BINUS University Atasi Masalah Pengangguran Gen Z

Sebanyak 80,1 persen lulusan wisuda 69 BINUS langsung berkarier


Saran Kak Seto agar Anak Terhindar dari Perundungan

6 hari lalu

Ilustrasi: Sejumlah siswa SD mengikuti sosialisasi tentang bahaya perundungan di Kecamatan Cisompet, Kabupaten Garut, Jawa Barat beberapa waktu lalu. ANTARA/HO-Polres Garut
Saran Kak Seto agar Anak Terhindar dari Perundungan

Kak Seto menyebut pentingnya semua pihak memberi pengawasan dan perlindungan pada anak demi mencegah perundungan di satuan pendidikan.


Usut Kematian Santri, Polres Mataram Periksa Pihak Pondok Pesantren Al-Aziziyah

10 hari lalu

Foto arsip-Pondok Pesantren Al-Aziziyah. Foto: ANTARA/Dhimas B.P.
Usut Kematian Santri, Polres Mataram Periksa Pihak Pondok Pesantren Al-Aziziyah

Keluarga NI, santriwati Pondok Pesantren Al-Aziziyah yang sakit dan meninggal, mengaku korban sempat bercerita jika mengalami perundungan


30 Kampus Terbaik di Jakarta Versi EduRank 2024, Binus Urutan Pertama

10 hari lalu

Ilustrasi Kampus Bina Nusantara atau Binus. Dok. Binus University
30 Kampus Terbaik di Jakarta Versi EduRank 2024, Binus Urutan Pertama

Daftar kampus terbaik di Jakarta versi EduRank 2024. Binus berada di urutan teratas.


Pengusutan Kasus Kematian Santriwati Pondok Pesantren Al Aziziyah Ditingkatkan ke Tahap Peyidikan

12 hari lalu

Kedatangan jenazah Nurul Izatih, santriwati korban perundungan untuk diotopsi di RS Bhayangkara Polda NTB foto : istimewa Kuasa Hukum korban
Pengusutan Kasus Kematian Santriwati Pondok Pesantren Al Aziziyah Ditingkatkan ke Tahap Peyidikan

Polres Kota Mataram telah meningkatkan status penyelidikan kasus kematian santriwati Pondok Pesantren Al Aziziyah ke tahap penyidikan.


Santriwati Pondok Pesantren Al Aziziyah Meninggal, Diduga Korban Perundungan

15 hari lalu

Kedatangan jenazah Nurul Izatih, santriwati korban perundungan untuk diotopsi di RS Bhayangkara Polda NTB foto : istimewa Kuasa Hukum korban
Santriwati Pondok Pesantren Al Aziziyah Meninggal, Diduga Korban Perundungan

Dugaan perundungan itu muncul karena sebelum meninggal, Nurul Izatih, sempat bercerita ia dipukuli oleh tiga temannya sesama santri di ponpes itu.


Peringkat BINUS University Naik Signifikan dalam THE Impact Rankings 2024

32 hari lalu

BINUS University
Peringkat BINUS University Naik Signifikan dalam THE Impact Rankings 2024

BINUS University kembali mencatatkan prestasi membanggakan dengan menembus peringkat 401-600 dalam Times Higher Education (THE) Impact Rankings 2024