Lupa Kata Sandi? Klik di Sini

atau Masuk melalui

Belum Memiliki Akun Daftar di Sini


atau Daftar melalui

Sudah Memiliki Akun Masuk di Sini

Konfirmasi Email

Kami telah mengirimkan link aktivasi melalui email ke rudihamdani@gmail.com.

Klik link aktivasi dan dapatkan akses membaca 2 artikel gratis non Laput di koran dan Majalah Tempo

Jika Anda tidak menerima email,
Kirimkan Lagi Sekarang

Menelisik Banjir Jakarta Pekan Lalu: Apa Saja Pokok Sebabnya?

image-gnews
Warga melintasi banjir dikawasan perumahan Cempaka Putih Barat, Jakarta, Kamis 29 Februari 2024. Hujan deras yang terjadi dari dini hari hingga pagi mengakibatkan banjir sejumlah ruas jalan. TEMPO/Tony Hartawan
Warga melintasi banjir dikawasan perumahan Cempaka Putih Barat, Jakarta, Kamis 29 Februari 2024. Hujan deras yang terjadi dari dini hari hingga pagi mengakibatkan banjir sejumlah ruas jalan. TEMPO/Tony Hartawan
Iklan

TEMPO.CO, Jakarta - Hujan lebat sejak dini hari menyebabkan sejumlah ruas jalan terdampak banjir Jakarta pada Kamis pagi, 29 Februari 2024. BPBD DKI mencatat bahwa jumlah ruas jalan yang terendam banjir meningkat menjadi 26 pada pukul 9.00 WIB. 

"BPBD (Penanggulangan Bencana Daerah) mencatat saat ini terdapat 26 ruas jalan tergenang yang ada di wilayah DKI Jakarta," kata Kepala Pelaksana BPBD DKI Jakarta Isnawa Adji kepada wartawan di Jakarta.

Isnawa merinci beberapa ruas jalan yang terkena banjir di antaranya yaitu Jalan Manyar, Tegal Alur (Jakarta Barat) dengan ketinggian 15 sentimeter (cm), Jalan Raya Preperdan, Kamal  (Jakarta Barat) dengan ketinggian 15 cm dan Jalan Cempaka Putih Raya (Rumah Makan Shukaku), Cempaka Putih Barat (Jakarta Pusat) dengan ketinggian 40 cm.

Banjir juga melanda hingga ke Jalan Yos Sudarso, Jalan Danau Indah Raya, Jalan Raya MOI, Jalan Boulevard Barat Raya Jalan Kelapa Hibrida, Jalan Beulevard Raya, Jalan Biru Laut, Jalan  Laksamana RE Martadinata, dan Jalan Gading Putih Raya Utara dengan ketinggian bervariasi antara 15 sampai 40 sentimeter.

Banjir di beberapa wilayah cepat berkurang karena penggunaan pompa air bergerak dan upaya petugas BPBD DKI Jakarta dengan menggunakan rumah pompa air. Rumah Pompa Air Sentiong di Jakarta Utara, yang dioperasikan oleh petugas BPBD, mampu mengalirkan air hingga 50 ribu liter per detik.

Deputi Bidang Meteorologi BMKG, Guswanto, menyatakan bahwa Jakarta masih memiliki potensi mengalami dampak dari intensitas hujan ekstrem seperti banjir selama seminggu ke depan, mulai dari 1 hingga 8 Maret 2024.

Guswanto menjelaskan bahwa hujan ekstrem tersebut disebabkan oleh beberapa fenomena atmosfer, termasuk aktivitas gelombang Rossby Ekuatorial di sebelah selatan Pulau Jawa bagian barat selama periode tersebut.

Iklan
Scroll Untuk Melanjutkan

BMKG juga mendeteksi peningkatan kecepatan angin di sekitar wilayah Kepulauan Bangka Belitung dan Selat Karimata, yang kemudian membentuk pola perubahan, pertemuan, dan belokan angin di sekitar wilayah barat Jawa.

Guswanto menambahkan bahwa baru-baru ini, terdeteksi aktivitas Madden-Julian oscillation (MJO) yang akan memasuki wilayah Indonesia dari barat dan bergerak ke timur, yang dapat memicu peningkatan potensi dampak bencana di Jakarta dan daerah sekitarnya.

BPBD DKI Jakarta menggerakkan staf untuk mengawasi genangan air di semua daerah dan mengkoordinasikan berbagai unit seperti Dinas Sumber Daya Air (SDA) DKI, Dinas Bina Marga DKI, serta Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan (Gulkarmat) DKI.

Ada total 267 petugas penanggulangan bencana atau Tim Reaksi Cepat (TRC) yang bertugas di berbagai daerah rawan banjir. Tim ini memiliki tanggung jawab untuk menangani berbagai jenis bencana, termasuk banjir, memberikan edukasi kepada masyarakat, melakukan evakuasi saat terjadi banjir Jakarta, serta melakukan tindakan penanganan dan pemantauan pasca-bencana.

ANTARANEWS
Pilihan editor: Perkiraan Cuaca Jakarta Potensi Hujan Ringan dan Hujan Petir di Akhir Pekan, Waspada Banjir Seminggu ke Depan  

Iklan



Rekomendasi Artikel

Konten sponsor pada widget ini merupakan konten yang dibuat dan ditampilkan pihak ketiga, bukan redaksi Tempo. Tidak ada aktivitas jurnalistik dalam pembuatan konten ini.

 

Video Pilihan


BMKG: Gorontalo Masih Berpotensi Terus Diguyur Hujan Lebat

2 hari lalu

Foto aerial rumah yang terendam banjir di Tilango, Kabupaten Gorontalo, Gorontalo, Jumat, 12 Juli 2024. Pemerintah setempat mendata 9.370 warga dari delapan desa di Kecamatan Tilango terkena dampak banjir luapan Danau Limboto, Sungai Tapodu dan Bulango. ANTARA FOTO/Adiwinata Solihin
BMKG: Gorontalo Masih Berpotensi Terus Diguyur Hujan Lebat

BMKG mengungkap kalau di Gorontalo ternyata belum memasuki musim kemarau. Tapi diakui hujan di atas normal. Periode 2-10 Juli hujan hampir tak putus.


BMKG Tak Banyak Sebar Peringatan Dini Cuaca Hujan Lebat Hari Ini, Simak Datanya

3 hari lalu

Ilustrasi hujan lebat yang terjadi di Yogyakarta. (FOTO ANTARA/Wahyu Putro A/ed/nz/pri.)
BMKG Tak Banyak Sebar Peringatan Dini Cuaca Hujan Lebat Hari Ini, Simak Datanya

Begini sebaran peringatan dini cuaca hujan lebat di Indonesia hari ini menurut BMKG.


Hujan di Bulan Juli: Ini Seluk-beluk Anomali Cuaca

4 hari lalu

Ilustrasi cuaca ekstrem. ANTARA/Saiful Bahri
Hujan di Bulan Juli: Ini Seluk-beluk Anomali Cuaca

Anomali cuaca dapat berupa hujan deras yang tiba-tiba di musim kemarau, kekeringan panjang di musim hujan, atau suhu yang ekstrem di luar perkiraan.


BMKG: Hujan Lebat di 21 Provinsi, Jabodetabek Aman

4 hari lalu

Ilustrasi hujan petir. Pexels/Andre Furtado
BMKG: Hujan Lebat di 21 Provinsi, Jabodetabek Aman

BMKG memberi peringatan dini kepada masyarakat 21 provinsi yang diprakirakan akan hujan lebat disertai petir pada Rabu, 10 Juli 2024


BMKG Tegaskan Hujan Lebat di Musim Kemarau Bukan Anomali Iklim

4 hari lalu

Kepala Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Dwikorita Karnawati. (BMKG)
BMKG Tegaskan Hujan Lebat di Musim Kemarau Bukan Anomali Iklim

Hujan lebat dalam beberapa hari terakhir di beberapa wilayah Indonesia disebabkan oleh dinamika atmosfer skala regional yang cukup signifikan.


BMKG Peringatkan Potensi Hujan Lebat Disertai Petir di Beberapa Provinsi, Waspadai Banjir Rob

4 hari lalu

Ilustrasi hujan badai petir. Pixabay
BMKG Peringatkan Potensi Hujan Lebat Disertai Petir di Beberapa Provinsi, Waspadai Banjir Rob

Potensi peningkatan hujan dipicu oleh adanya beberapa dinamika atmosfer yang masih aktif berada di wilayah Indonesia.


Top 3 Tekno: Potensi Hujan Lebat, Profesor Bus Jadi Dekan FK Unair Lagi, Peringatan Gelombang Tinggi

4 hari lalu

Ilustrasi hujan badai petir . Pexels/Kaan Demircan
Top 3 Tekno: Potensi Hujan Lebat, Profesor Bus Jadi Dekan FK Unair Lagi, Peringatan Gelombang Tinggi

Topik tentang peringatan potensi hujan lebat yang diprakirakan akan mengguyur 21 provinsi menjadi berita terpopuler Top 3 Tekno.


BMKG Peringatkan Potensi Hujan Lebat Disertai Petir dan Angin Kencang di Berbagai Provinsi, Waspada Banjir Rob

5 hari lalu

Ilustrasi hujan petir. sciencedaily.com
BMKG Peringatkan Potensi Hujan Lebat Disertai Petir dan Angin Kencang di Berbagai Provinsi, Waspada Banjir Rob

BMKG menyebutkan 21 provinsi yang berpotensi diterjang hujan lebat.


Hujan Lebat Menghambat Pencarian Korban Longsor Tulabolo, 10 Meninggal dan 43 Hilang

5 hari lalu

Tanah longsor yang melanda Desa Tulabolo, Kecamatan Suwaw, wilayah Kabupaten Bone Bolango, Provinsi Gorontalo pada Minggu 7 Juli 2024. Sumber: Istimewa.
Hujan Lebat Menghambat Pencarian Korban Longsor Tulabolo, 10 Meninggal dan 43 Hilang

Bencana tanah longsor ini melanda kawasan tambang mineral di Desa Tulabolo pada Minggu pagi pukul 09.00 WITA.


Hujan Ekstrem Guyur Cirebon, 4 Ribu Lebih Rumah Terendam Banjir

6 hari lalu

Ilustrasi banjir. ANTARA/Iggoy el Fitra
Hujan Ekstrem Guyur Cirebon, 4 Ribu Lebih Rumah Terendam Banjir

Banjir terjadi setelah meluapnya sungai-sungai utama, seperti Wangan Ayam, Pembuang Posong, Winong, Jonggol, dan Sriganala.