Lupa Kata Sandi? Klik di Sini

atau Masuk melalui

Belum Memiliki Akun Daftar di Sini


atau Daftar melalui

Sudah Memiliki Akun Masuk di Sini

Konfirmasi Email

Kami telah mengirimkan link aktivasi melalui email ke rudihamdani@gmail.com.

Klik link aktivasi dan dapatkan akses membaca 2 artikel gratis non Laput di koran dan Majalah Tempo

Jika Anda tidak menerima email,
Kirimkan Lagi Sekarang

Penemuan Mayat Laki-laki Membusuk di Depok, Baru 3 Minggu Ngontrak di Cimanggis

image-gnews
Anggota Polsek Cimanggis dan Tim Inavis Polres Metro Depok saat melakukan olah TKP penemuan mayat di Cimanggis, Depok, Senin, 11 Maret 2024. Foto : Humas Polsek Cimanggis
Anggota Polsek Cimanggis dan Tim Inavis Polres Metro Depok saat melakukan olah TKP penemuan mayat di Cimanggis, Depok, Senin, 11 Maret 2024. Foto : Humas Polsek Cimanggis
Iklan

TEMPO.CO, Depok - Sesosok mayat laki-laki ditemukan membusuk di kontrakan yang baru ditempati 3 minggu di Kampung Kalimanggis, Jalan Muara RT. 004/005, Kelurahan Harjamukti, Kecamatan Cimanggis, Depok, Senin siang. 

Kapolsek Cimanggis Komisaris Judika Sinaga mengatakan penemuan mayat itu dilaporkan sekitar pukul 12.00 WIB. Anggota Polsek Cimanggis sudah melakukan cek tempat kejadian perkara (TKP).

"Identitas korban laki-laki bernama Aan Afran Novarianto, usia 49 tahun, dengan alamat KTP Jalan Raya Kalijaga Kampung Api-api Gang Pelita I/13 RT. 002/009 Kelurahan Pegambiran Kecamatan Lemahwungkuk, Kota Cirebon," kata Judika, Senin, 11 Maret 2024.

Berdasarkan keterangan saksi, jasad pria ditemukan setelah saksi bernama Karnadi curiga korban sudah 2 hari tidak keluar rumah. Dia juga melihat jendela kontrakan terbuka serta tercium bau busuk.

"Saat saksi mendekati rumah kontrakan tersebut bau semakin menyengat," kata Judika.

Saksi membuka pintu yang terkunci dengan kunci cadangan, setelah itu melihat korban sudah meninggal di dalam kamar mandi dalam posisi terlentang.

"Setelah itu saksi melaporkan kejadian tersebut ke Ketua RT dan pemilik kontrakan. Setelah itu ketua RT melaporkan kejadian tersebut kepada Kapospol Harjamukti dan melaporkannya ke Piket Polsek Cimanggis," kata Judika.

Iklan
Scroll Untuk Melanjutkan

Dari hasil olah TKP, barang-barang korban tidak ada yang hilang dan kondisi kontrakan dalam keadaan terkunci.

"Menurut keterangan Ketua RT,  korban baru 3 minggu mengontrak dan tidak diketahui pekerjaannya, kemudian saksi juga mengatakan pada Jumat (8 Maret 2024) melihat kaki korban mengalami pembengkakan," tutur Judika.

Berdasarkan hasil pemeriksaan tim identifikasi Polres Metro Depok, tidak ditemukan tanda tanda kekerasan pada jasad pria itu. Diduga korban meninggal karena sakit dan ditemukan obat-obat jantung dan hipertensi.

"Kami masih upayakan untuk menghubungi keluarga, karena korban tinggal seorang diri di kontrakan.  Sementara korban akan dititipkan RS Polri Kramat Jati sampai keluarga diketahui keberadaannya," ucap Kapolsek Cimanggis.

RICKY JULIANSYAH

Pilihan Editor: Diduga Takut, Pencuri Kendaraan Bermotor Kembalikan Hasil Curian Menggunakan Jasa Pengiriman

Iklan



Rekomendasi Artikel

Konten sponsor pada widget ini merupakan konten yang dibuat dan ditampilkan pihak ketiga, bukan redaksi Tempo. Tidak ada aktivitas jurnalistik dalam pembuatan konten ini.

 

Video Pilihan


Dinas Pendidikan Jawa Barat Sebut Modus Cuci Rapor PPDB Hanya di Depok

4 jam lalu

Kaum perempuan atau ibu-ibu menggelar aksi unjuk rasa mengkritik sistem PPDB zonasi dan afrimasi di depan gedung DPRD Jawa Barat di Bandung, 24 Juni 2024. Perempuan dari Forum Masyarakat Peduli Pendidikan menuntut agar pemerintah menambah jumlah sekolah khususnya SMA/SMK negeri di seluruh wilayah dengan merata serta menuntut penambahan kuota untuk PPDB jalur afirmasi. Minimnya jumlah SMA negeri di Kota Bandung masih jadi celah praktik jual beli bangku dan perpindahan domisili secara ilegal. TEMPO/Prima mulia
Dinas Pendidikan Jawa Barat Sebut Modus Cuci Rapor PPDB Hanya di Depok

Pelaksana harian (Plh) Kepala Dinas PEndidikan Jawa Barat Mochamad Ade Afriandi mengatakan, kasus cuci rapor hanya terjadi di Kota Depok.


Kronologi Skandal Manipulasi Nilai Rapor di Depok Terungkap

10 jam lalu

Suasana di SMPN 19 Depok, Jalan Leli, Kelurahan Depok Jaya, Kecamatan Pancoran Mas, Selasa, 16 Juli 2024. TEMPO/Ricky Juliansyah
Kronologi Skandal Manipulasi Nilai Rapor di Depok Terungkap

Kepala SMP Negeri 19 Depok Nenden Eveline Agustina menyatakan sekolah siap menerima konsekuensi atas skandal manipulasi nilai rapor siswa di PPDB.


Pasutri Lansia Ditemukan Meninggal di Rumahnya di Jonggol, Ini Kata Polisi

10 jam lalu

Anggota Polsek Jonggol mengevakuasi mayat pasutri lansia di sebuah perumahan di kawasan Jonggol, Kabupaten Bogor. Selasa, 16 Juli 2024. Dok. Polsek Jonggol.
Pasutri Lansia Ditemukan Meninggal di Rumahnya di Jonggol, Ini Kata Polisi

Sebelum ditemukan meninggal di rumahnya, korban tidak terlihat sejak Sabtu, 12 Juli lalu.


Soal Skandal Cuci Nilai Rapor, Dinas Pendidikan Depok: Siapa Tahu di SD Juga

11 jam lalu

Sekdis Pendidikan Kota Depok Sutarno dikonfirmasi terkait cuci nilai rapor hingga 51 CPD dianulir usai monitoring MPLS di SMPN 22 Depok, Jalan Bima, Kelurahan Mekarjaya, Kecamatan Sukmajaya, Rabu, 17 Juli 2024. TEMPO/Ricky Juliansyah
Soal Skandal Cuci Nilai Rapor, Dinas Pendidikan Depok: Siapa Tahu di SD Juga

Dinas Pendidikan menyesalkan kasus cuci nilai rapor dalam PPDB 2024 yang mengakibatkan 51 calon siswa asal SMPN 19 Depok dianulir masuk SMA Negeri.


Skandal Katrol Nilai Rapor di Depok, Dinas Pendidikan: Kami Akan Beri Sanksi ke Guru yang Lakukan Itu

14 jam lalu

Sekdis Pendidikan Kota Depok Sutarno dikonfirmasi terkait cuci nilai rapor hingga 51 CPD dianulir usai monitoring MPLS di SMPN 22 Depok, Jalan Bima, Kelurahan Mekarjaya, Kecamatan Sukmajaya, Rabu, 17 Juli 2024. TEMPO/Ricky Juliansyah
Skandal Katrol Nilai Rapor di Depok, Dinas Pendidikan: Kami Akan Beri Sanksi ke Guru yang Lakukan Itu

Dinas Pendidikan tak tinggal diam atas skandal katrol nilai rapor yang ditemukan di SMPN 19 Depok. Siswa yang dianulir tetap bisa ke sekolah swasta.


Skandal Cuci Nilai Rapor di SMPN Depok: Kronologi hingga 51 Calon Peserta Didik Dianulir

18 jam lalu

Plh Kepala Dinas Pendidikan Jawa Barat Mochamad Ade Afriandi bicara terkait cuci rapor di Depok, Selasa, 16 Juli 2024. Foto : Dokumentasi Pribadi
Skandal Cuci Nilai Rapor di SMPN Depok: Kronologi hingga 51 Calon Peserta Didik Dianulir

Disdik mengatakan tidak bisa melanjutkan 51 calon peserta didik yang dianulir lantaran cuci nilai rapor ke SMA Negeri Depok.


51 Calon Siswa Dianulir Usai Kasus Katrol Nilai Rapor di Depok, Siapa yang Berhak Mengisi Kursi Kosong?

1 hari lalu

Plh Kepala Dinas Pendidikan Jawa Barat Mochamad Ade Afriandi bicara terkait cuci rapor di Depok, Selasa, 16 Juli 2024. Foto : Dokumentasi Pribadi
51 Calon Siswa Dianulir Usai Kasus Katrol Nilai Rapor di Depok, Siapa yang Berhak Mengisi Kursi Kosong?

Dinas Pendidikan Jawa Barat menyebut tidak bisa melanjutkan 51 calon peserta didik (CPD) yang dianulir lantaran cuci nilai rapor ke SMA Negeri Depok.


Soal Manipulasi Nilai Rapor di Depok, Disdik Sebut Sudah Lapor ke Pj Gubernur Jabar

1 hari lalu

Plh Kepala Dinas Pendidikan Jawa Barat Mochamad Ade Afriandi bicara terkait cuci rapor di Depok, Selasa, 16 Juli 2024. Foto : Dokumentasi Pribadi
Soal Manipulasi Nilai Rapor di Depok, Disdik Sebut Sudah Lapor ke Pj Gubernur Jabar

Mochamad Ade Afriandi mengatakan telah melaporkan kasus manipulasi nilai rapor di Depok ke Pj. Gubernur Jabar Bey Triadi Machmudin.


Dinas Pendidikan Jawa Barat Ungkap Kronologi Terkuaknya Skandal Katrol Nilai Rapor di Depok

1 hari lalu

Plh Kepala Dinas Pendidikan Jawa Barat Mochamad Ade Afriandi bicara terkait cuci rapor di Depok, Selasa, 16 Juli 2024. Foto : Dokumentasi Pribadi
Dinas Pendidikan Jawa Barat Ungkap Kronologi Terkuaknya Skandal Katrol Nilai Rapor di Depok

Plh. Kepala Dinas Pendidikan Jawa Barat Mochamad Ade Afriandi mengungkap kronologi terkuaknya skandal cuci rapor di SMPN 19 Depok.


Skandal Katrol Nilai di SMPN 19 Depok, Kepala Sekolah: Kami Siap dengan Konsekuensinya

1 hari lalu

Kepala SMP Negeri 19 Depok Nenden Eveline Agustina saat dikonfirmasi terkait cuci nilai rapor di SMPN 19 Depok, Jalan Leli, Kelurahan Depok Jaya, Kecamatan Pancoran Mas, Selasa, 16 Juli 2024. TEMPO/Ricky Juliansyah
Skandal Katrol Nilai di SMPN 19 Depok, Kepala Sekolah: Kami Siap dengan Konsekuensinya

Kepala SMP Negeri 19 Kota Depok Nenden Eveline Agustina mengakui skandal katrol nilai 51 murid lulusan sekolahnya agar masuk SMA Negeri.